Kisah Penyelamatan Gua Thailand Diperebutkan Dua Studio Film

Purba Wirastama 12 Juli 2018 13:11 WIB
film asing
Kisah Penyelamatan Gua Thailand Diperebutkan Dua Studio Film
Proses penyelamatan pelatih dan 12 anak tim sepakbola Wild Boars dari Gua Tham Luang (Foto: skynews)
Chiang Rai: Kisah penyelamatan pelatih dan 12 anak tim sepakbola Wild Boars dari Gua Tham Luang telah mencuri perhatian dunia. Kisah ini juga menjadi komoditi baru di industri film Hollywood karena hingga kini, sudah ada setidaknya dua proyek film adaptasi berbeda.

Menurut laporan Variety, pihak pertama yang tertarik dan mulai bergerak adalah Pure Flix Entertainment, studio pembuat film-film keluarga yang berbasis di Arizona. Rencana ini diumumkan oleh Michael Scott dari Pure Flix pada Selasa, 10 Juli 2018 di lokasi kejadian.

"Saya tidak bisa lebih senang lagi. Kisah ini begitu berarti bagi saya saat aku mengikutinya. Melihat semua keberanian di dalam gua dan kemudian mendapati semua penyelam keluar telah menjadi suatu peristiwa yang menyentuh," kata Scott, seperti dikutip Variety.


Scott disebutkan sedang tinggal di Thailand dan ikut membantu upaya penyelamatan di gua selama empat hari terakhir. Menurut Scott, istrinya tumbuh besar bersama Saman Kunan, eks prajurit angkatan laut yang meninggal pada 6 Juli dalam misi penyelamatan. Ikatan ini menjadi salah satu alasan kenapa Scott merasa begitu tersentuh.

"Kami di sini melihat ini sebagai sebuah film yang mampu menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia. Kami di sini menyaksikan kejadian dan mengumpulkan beberapa informasi kontak supaya benar-benar bisa mengisahkan sebuah cerita tentang seluruh dunia datang bersama-sama untuk menyelamatkan 13 orang yang terjebak dalam gua di perbatasan Tiongkok," terang Scott.

Pure Flix masih mengupayakan izin hak cipta atas proyek adaptasi ini. Mereka juga mulai berbicara dengan sejumlah pemain, penulis, serta investor. Proyek mereka telah menarik minat beberapa investor, terutama yang tertarik dengan kisah-kisah iman.

Nantinya, Scott ikut melibatkan Adam Smith dari Kaos Entertainment sebagai co-producer. Untuk penulis naskah akan diputuskan dalam beberapa pekan nanti. Dana yang digelontorkan untuk proyek film ini sebesar USD30 juta hingga USD60 juta, dana yang terbilang besar di antara film besutan mereka sebelumnya.

Scott sebelumnya pernah membuat lima film di Thailand pada 2008-2011. Dia berencana mengambil syuting lokasi untuk kisah penyelamatan di gua tersebut.

Pihak kedua yang ingin mengangkat kisah Tham Luang adalah sineas Jon Murray Chu dan rumah produksi Ivanhoe Pictures. Jon adalah sutradara Amerika keturunan Tiongkok yang dikenal lewat film Step Up 3D, Now You See Me 2, serta Crazy Rich Asians.

Rencana Ivanhoe diumumkan sehari setelah pengumuman dari Pure Flix. Dalam proyek ini, Jon dipasang sebagai sutradara. Mereka juga masih berupaya untuk mendapatkan izin hak cipta terkait kisah tersebut.

Lewat media sosial, Jon menyatakan tidak ingin membiarkan penyeragaman rasial film-film Hollywood atau "whitewashing" terjadi atas kisah penyelamatan tersebut. Bisa jadi kicauan ini merujuk ke proyek dari Pure Flix.

"Aku menolak Hollywood 'memutihkan' kisah penyelamatan gua Thailand! Tidak bisa. Tidak dalam pengawasan kami. Itu tidak akan terjadi atau kami akan bereaksi keras," kicah Jon dalam akun Twitter @jonmchu.

"Ada sebuah kisah indah tentang manusia yang diselamatkan manusia lain. Jadi, siapapun yang berpikir tentang kisah ini, lebih baik mendekatinya secara benar dan penuh hormat," lanjutnya.




Terkait proyek ini, pihak Ivanhoe telah berbicara dengan sejumlah pejabat senior di provinsi Chiang Rai serta pemerintah pusat Thailand. Mereka juga sedang membicarakan proyek ini dengan beberapa studio yang berminat.

 



(ELG)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id