Drive-in Cinema Jakarta
Drive-in Cinema Jakarta

Sistem Tiket dan Cara Menonton di Bioskop Drive-in Jakarta

Hiburan Drive-in Cinema
Cecylia Rura • 21 Mei 2020 13:50
Jakarta: Ergo and Co tengah menggodok drive-in cinema di kawasan Jakarta. Hingga saat ini, Ergo and Co dalam tahap akhir untuk daftar film dan ticketing partner. Berikut ini rancangan tata cara dan tiket untuk drive-in cinema di Jakarta.

Calon penonton mengikuti aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB)

Seluruh tiket akan dijual melalui ticketing partner secara daring. Mengikuti aturan PSBB, jumlah maksimal penonton adalah separuh dari kapasitas penumpang mobil yang digunakan.
 
"Contohnya sedan maksimum dua orang. Kalau mini bus 3-4 orang karena kita beranggapan ini masih dalam koridor PSBB. Jadi kita sangat menjaga aturan pemerintah karena kita tidak mau bermain di area abu-abu. Dari sisi itu memang sangat kita jaga," terang Adam Hadziq, Founder Ergo and Co saat berbincang dengan Medcom.id.

Sistem tiket drive-in cinema

Rencananya, yang akan dikenakan tarif tiket menonton adalah mobil dan jumlah penumpang di dalamnya. Namun, belum ada nominal yang ditetapkan.
 
"Beberapa alternatif sudah kita siapkan, salah satunya harga tiket untuk mobil sendiri dan orang sendiri," kata Adam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah penonton mendapatkan tiket drive-in cinema, otomatis akan tertera opsi posisi yang dapat dibeli.
 
"Ketika mereka sudah order pembelian tiket berdasarkan mobil apa yang mereka gunakan dan jumlah orangnya berapa, dengan sendirinya di situ sudah tertulis area mana yang mereka bisa beli seperti kursi. Misalnya slot parkir cuma ada deretan A7 sampai A5. Modelnya sebenarnya sama, siapa cepat (beli tiket) dia akan dapat," kata Adam.

Alur masuk drive-in cinema dan posisi menonton

Tak berbeda dengan tata cara menonton bioskop pada umumnya, mobil bersama penumpang yang sudah membeli tiket harus mengikuti serangkaian aturan sebelum dipanggil masuk ke area menonton. Selama mengikuti rangkaian tersebut, penumpang harus tetap berada di dalam mobil.
 
"Pertama mereka harus mengikuti journey kita dulu karena enggak cuma langsung nonton film sebenarnya. Ada kebutuhan lain yang kita beranggapan ini akan impactful secara Instagram-able booth foto, kebutuhan sponsorship. Nah, mereka harus tetap di dalam mobil," ucap Adam.
 
"Mereka mengikuti rute yang sudah kita tentukan sampai akan ada announcement teater akan segera dibuka. Baru mereka masuk ke dalam gate studio outdoor," jelas Adam.

Deteksi suhu dan penyemprotan disinfektan

Ada rencana dari Ergo and Co melakukan penyemprotan disinfektan dan deteksi suhu dengan terprogram. Sehingga dari sisi keamanan tak hanya imbauan penonton untuk tetap berada di mobil, tetapi ada upaya dari pihak penyelenggara.
 
"Pasti akan ada termogram untuk orangnya dan kalau memang disetujui akan ada disinfektan buat penyemprotan mobil. Mungkin lebih ke area ban," kata Adam.
 
Dua opsi audio: frekuensi radio dan bluetooth speaker
 
Ergo and Co masih menentukan antara dua opsi dalam mendukung audio menyaksikan film dari dalam mobil yakni frekuensi radio dan bluetooth speaker. Jika menggunakan bluetooth speaker, pengunjung akan dipinjamkan bluetooth speaker.

Mobil tetap dalam keadaan menyala

"Setelah itu sesudah mereka bagikan (peminjaman bluetooth speaker atau frekuensi radio), film diputar, mereka tinggal menikmati. Kondisinya sementara mobil kemungkinan besar masih hidup, AC dinyalakan, dan lampu kabin harus menyala," kata Adam.
 
Penayangan 3 film dalam sehari, ada 4 film untuk akhir pekan
 
Drive-in cinema menargetkan penayangan 3 film di hari biasa dan 4 film untuk akhir pekan. Film pertama dimulai sore hari.
 
"Empat (film) jatuhnya di weekend karena akan ada midnight show. Jadi mulainya sore hari mungkin sekitar jam empat akan ada tiga pemutaran sampai malam," kata Adam.

Layar bioskop drive-in cinema

Dalam diskusi live bersama @disrupto.id, Ergo and Co berencana menggunakan LED outdoor untuk menayangkan film di drive-in cinema. Ada dua dua opsi ukuran layar.
 
"Antara 22 meter dikalikan 9 meter atau 17 meter dikalikan 6 meter. Ini untuk memfasilitasi 4K sebenarnya. Jadi memang layar yang sangat besar, itu untuk ukuran layar, belum dari tinggi bawah musti harus naik 3 meter. Jadi memang sangat besar," ucap Adam.
 
Hadirnya Drive-in cinema atau bioskop drive-in diumumkan Ergo and Co sejak Mei melalui media sosial. Rencananya drive-in cinema hanya akan berlokasi di satu sudut Jakarta yang mudah dijangkau. Sifatnya temporer sebagai alternatif hiburan di tengah pandemi Covid-19.
 
Selain menunggu kesepakatan kerja sama dengan pihak vendor, ticketing partner, dan pihak terkait lain, Ergo and Co juga menanti izin dari pihak pemerintah. Sebab, Adam menyadari situasi saat ini sulit untuk mendapat izin.
 
"Sementara informasi yang kita kejar Juni. Cuma balik lagi melihat aturan dari pemerintah. Kalau dari pihak regulatornya mau mengizinkan acara ini bisa dijalankan ya kita akan running secepatnya," kata Adam Hadziq.
 
(ELG)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif