Prita Arianegara (Foto: medcom/cecylia)
Prita Arianegara (Foto: medcom/cecylia)

Sutradara Sempat Ragu Garap Film Adaptasi Novel Leila S. Chudori

Cecylia Rura • 13 Desember 2017 13:25
Jakarta: Mengambil latar belakang sejarah, Leila S. Chudori meluncurkan novel keduanya bertajuk Laut Bercerita. Dalam peluncuran buku keduanya, Leila menggandeng sutradara Prita Arianegara memvisualisasikan cerita.
 
Laut Bercerita mengisahkan kehidupan kelam para aktivis yang hilang tahun 1998 ketika politik tengah bergejolak di Indonesia. Memuat banyak adegan sensitif, Prita kemudian sempat ragu akan kemampuannya sendiri untuk menuturkan cerita lewat gambar visual yang dikemas dalam 30 menit.
 
"Mbak Leila itu kan temanya sudah sangat sensitif. Cuma karena saya punya keraguan dalam diri saya sendiri apakah saya mampu untuk mengimbangi pemikiran Mbak Leila, jadi saya meminta izin untuk film pendeknya itu lebih universal, bahwa tentang kehilangan keluarga, tentang bagaimana dia bertahan di dalam penjara bawah tanah seperti itu sih. Jadi makanya saya mau memotret itu saja," ungkap Prita di Institut Français d'Indonésie (IFI) Jakarta, Selasa (12/12/2017).

Proses pengerjaan film memakan waktu tiga hari dengan bantuan 10 pemain. Pengambilan gambar dilakukan di tiga titik Kota Jakarta di antaranya Bintaro, Manggarai, serta dive center di kawasan Kuningan. Sehingga untuk bisa menyatukan mereka dalam satu waktu melakukan proses reading rasanya sulit.
 
"Saya harus menjemput bola. Dalam sehari harus ketemu (beberapa) pemain untuk mendalami karakter karena mereka kebanyakan belum membaca novelnya. Jadi saya yang mengarahkan seperti itu karena memang keterbatasan waktu," kata Prita.
 
Kisah yang dikemas dalam cuplikan 30 menit tersebut pun cukup membutuhkan pre produksi yang singkat. Tak butuh waktu sebulan untuk melakukan proses perekrutan, pemain, produser serta tim produksi untuk menggarap karya ini. Karena mengangkat isu sensitif, Prita sangat berhati-hati dan harus melakukan banyak diskusi. Kendati terbilang sensitif, menurutnya ini adalah fiksi, sebagaimanapun adaptasi.
 
Untuk penayangan film pendek Laut Bercerita, Prita masih belum bisa memastikan apakah akan ditayangkan di beberapa ruang terbuka. Karena saat ini permintaan penayangan tersebut cukup beriringan dengan peluncuran buku Laut Bercerita.
 
"Dibikin untuk peluncuran buku Leila, jadi sementara saya ikut ke mana bukunya diluncurkan kita muterin. Setelah dari sini, kita bisa putar di ruang-ruang yang lain," ujar Prita.
 
Sebelum menggarap proyek ini, Prita menyutradarai film Salawaku (2016) dan mendapatkan penghargaan di Festival Film Indonesia 2016 serta Tokyo Internasional Film Festival 2016. Salawaku juga terpilih untuk tayang di program Asian Future, Festival Film Internasional Tokyo (TIFF) ke-29 dan diputar di Toho Cinema Ropponi Hills, Tokyo pada Oktober 2016.
 

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA