"Piala Citra adalah ikhtiar bersama mencari, memilih, dan mempromosikan film-film dan kerja artistik terbaik sepanjang tahun yang dapat merepresentasikan pencapaian tertinggi perfilman Indonesia di tingkat nasional dan lingkup dunia," kata ketua Komite FFI, Lukman Sardi, dalam konferensi pers di kawasan Jakarta Selatan, Senin 23 September 2019.
Tahun ini, Piala Citra kembali mengusung tema #FilmBagusCitraIndonesia. Dalam agenda itu akan dipilih film-film dengan kerja artistik terbaik sepanjang tahun 2019 yang sudah ditayangkan di bioskop Tanah Air untuk masuk dalam nominasi Piala Citra 2019.
"Dalam satu tahun ini saja ada sekitar 200 film nasional yang ditayangkan di bioskop Indonesia. Untuk jumlah penontonnya sudah melebihi 50 juta orang setiap tahunnya," tambahnya.
Meski begitu, kata Lukman, tahun ini sistem penilaian semakin diperkuat dengan penambahan proses seleksi. Pihaknya telah membentuk tim seleksi yang berisikan kurator dari berbagai profesi, yaitu akademisi, jurnalis, dan pekerja film.
Mereka bertugas menyeleksi seluruh film yang lulus sensor dan ditayangkan di bioskop Indonesia dalam periode 1 Oktober 2018 hingga 30 September 2019, baik katrgori umum, berbayar maupun pemutaran khusus. Film-film yang lolos seleksi dikerucutkan menjadi daftar pendek berisi sekitar 30-50 film.
Film-film terpilih ini, jelas Lukman, kemudian akan dinilai oleh asosiasi profesi untuk menetapkan nominasi dalam beberapa kategori. Pemilihan pemenang kemudian akan dilakukan dengan mekanisme voting oleh anggota FFI yang mengkonfirmasikan diri untuk ikut voting tahun ini.
Dia menyebut, film yang terpilih akan diumumkan pada malam penghargaan Piala Citra 2019. Rencananya agenda itu akan digelar pada 12 Desember 2019 di Opus Ballroom, The Tribrata, Jakarta Selatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News