Sedikit senyum ranum, seorang perempuan paruh baya pun mempersilakan tetamu dengan sopan. Setiap orang menempati nomor bangku, sesuai dengan nomor tiket, di Gedung Teater Kecil, Moskow, Rusia, 27 Maret 2019.
Suasana di gedung berarsitektur klasik, didirikan pada 1806, itu nampak ramai. Masyarakat setempat antusias hadir menonton teater untuk menyukseskan program Tahun Teater Rusia 2019 yang dicanangkan dewan kesenian setempat.
Manajemen Teater Kecil mempersembahkan Pernikahan! Pernikahan! Pernikahan! Ini adalah sebuah produksi hebat yang menggabungkan dua drama pendek karya Chekhov berjudul Proposal dan Beruang.
Gaya pementasan kali ini cukup berkelas. Ada penggabungan antara sketsa dan interpretasi lucu atas dua naskah klasik itu. Pementasan drama pun penuh dengan pesan moral.
Jam di dinding menunjukan pukul 18.30, saya ikut mengantri dengan berkantong selembar karcis seharga 200 rubel (setara Rp45 ribu). Sebagai pemerhati teater, ini waktu yang tepat untuk melihat perkembangan teater Rusia.
Gaya realisme kelompok-kelompok teater setempat masih diperbincangkan. Bahkan, dijadikan kiblat berbagai kelompok teater modern dunia yang terus eksis di abad ke-21 ini.
Produksi Pernikahan! Pernikahan! Pernikahan! ini ditafsir kembali dan digarap secara kekinian, terutama latar belakang panggung, oleh sutradara setempat V N Ivanov. Dia menyajikan dua babak berbeda selama 1 jam 40 menit.
Pertama, muncul sebuah kisah yang menceritakan tentang bagaimana kebahagiaan yang diantisipasi hampir hancur oleh persoalan uang yang disajikan lewat Proposal. Kedua, berlanjut ke klaim moneter berubah menjadi proposal, yang disuguhkan lewat Beruang.
Produksi ini adalah penyajian satir yang komprehensif. Terutama, dari refleksi atas sifat manusia, persaingan kelas menengah ke atas, dan hubungan percintaan. Semua dibalut dengan humor dan anekdot yang menggelitik perut.
Sutradara mampu membuat penonton tercengang. Pasalnya, ada tersalip puisi-puisi romantis karya penyair Jerman Heinrich Heine yang diterjemahkan Alexander Blok (1880-1921) dan puisi lainnya karya N V Zubov.

Pementasan balet (Foto: Iwan Jaconiah)
Persoalan sehari-hari
Pada babak pertama, tiga aktor menyajikan aksi yang kocak lewat Proposal. Alur ceritanya mengisahkan tentang seorang pemilik tanah Stepan Chubukov (diperankan Boris Nevzorov). Dia memiliki seorang putri berusia 25 tahun bernama Natalya Stepanovna (diperankan Olga Pleshkova).
Mereka hidup cukup mapan. Merepresentasikan warga kelas atas. Terpandang dalam kelas sosial masyarakat. Chubukov memiliki sifat penyayang terhadap putri semata wayangnya. Tentu saja, dia pun berharap agar mendapatkan calon menantu juga dari kelas atas.
Pada lakon tersebut, hadir seorang pemuda tampan, Ivan Lomov (diperankan Gleb Podgorodinski). Ia adalah pemilik tanah dan hidupnya berkecukupan. Namun, sangat mencurigakan dari mana asal kekayaannya. Lomov dan Stepanova pun sering bertemu di berbagai pertemuan sehingga saling jatuh cinta.
Tiga tokoh utama ini mendominasi cerita yang ditulis Chekhov. Sajian pun lebih fokus terhadap isu persaingan kelas dan percintaan kaum borjuis. Beberapa adegan dungu kerap membuat penonton pun tertawa dan tergelitik selama lakon berlangsung.
Sementara, pada babak kedua, giliran lakon Beruang disajikan juga dengan gaya komedi. Lakon ini mengisahkan tentang seorang janda sekaligus pemilik tanah, Elena Popova (diperankan Elena Kharitonov). Dia tinggal bersama seorang pembantu setia, Luka (diperankan Peter Skladchikov).
Sudah sebulan lebih Nikolai Mikhailovich, suami Popova, meninggal. Itu membuat semuanya jadi berubah oleh karena duka. Hingga pada suatu malam, seorang pemuda Grigori Smirnov (diperankan Victor Nizovoi) datang ke rumah nyonya Popova. Dia ingin menagih hutang yang ternyata masih jadi tunggakan almarhum.
Tentu saja, kehadiran Smirnov secara tiba-tiba membuat Popova ciut. Sang janda pun coba menghindar dan tidak mau membayar. Alasannya, ia berkelit tidak memiliki uang saat ditagih.
Sebuah konflik kepentingan muncul dalam adegan ini. Pertengkaran memuncak. Keduanya pun tidak mau mengalah. Lagi-lagi, sang janda enggan untuk melunasi hati itu juga.
Dalam naskah Chekhov ini, ada permainan psikologis yang kuat. Semuanya berpuncak pada sebuah percintaan antara nyonya Popova dan Smirnov. Sebuah kisah yang membuat penonton tercengang. Terutama, bagi mereka yang baru pertama menyaksikan lakon tersebut.

Pementasan Pernikahan! Pernikahan! Pernikahan!, gabungan antara dua drama pendek karya Chekhov berjudul Proposal dan Beruang. (Foto: Iwan Jaconiah)
Merambah ke daerah
Tidak hanya di Moskow, gaung Tahun Teater Rusia juga merambah ke kota lainnya. Selama tahun ini, 39 produksi pun dipentaskan juga di Chelyabinsk, misalnya. Ada tiga pemutaran perdana sekaligus, yaitu di Teater Pemuda, Teater Chamber, dan Teater Drama, pada Maret hingga Mei.
“Kami akan merilis sebuah drama dengan tema militer pada Hari Kemenangan (9 Mei), menutup musim dengan produksi The Time of Women, berdasarkan novel dengan nama yang sama karya Elena Chizhova," ujar direktur Teater Drama, Elena Petrova.
Naskah The time of Woman, mengisahkan tentang kehidupan yang tidak mudah di era Uni Soviet pada pertengahan abad ke-20. Terutama, bagi pekerja pabrik yang menjadi ibu yang tidak menikah. Naskah ini juga berkisah tentang Revolusi, hari-hari awal Uni Soviet, blokade, dan kelaparan pada Perang Dunia II.
Secara ofisial, pembukaan seremonial Tahun Teater Rusia telah digelar di Russian State Academic Drama Theater, Yaroslavl, awal tahun ini. Namun, pementasan lakon akan berlangsung hingga Desember di berbagai kota, mulai dari Vladivostok sampai Kaliningrad.
Salah satu agenda yang paling ditunggu-tunggu bagi para pecinta teater dunia, yaitu Olimpiade Teater Internasional yang akan berlangsung di Teater Alexandrinsky, Saint Petersburg, pada Minggu, (16/6).
Lebih dari 30 kelompok teater dari 15 negara mengambil bagian pada olimpiade tersebut. Ini membuktikan bahwa Tahun Teater Rusia telah menjadi barometer teater dunia.
Terlepas dari program setahun ini, pementasan maha karya Chekov di Teater Kecil Moskow membuktikan bahwa perkembangan teater di Rusia berlangsung pesat. Lakon-lakon klasik dipentaskan kembali sebagai bagian untuk menjaga genre teater realisme yang berakar kuat dalam perjalanan teater di negeri Beruang Merah, ini.
"Perkembangan teater sekarang sangat beragam. Kami menghadirkan karya-karya klasik dan modern untuk memberi hiburan kepada penikmat teater," nilai Yury Solomin, Direktur Artistis Teater Kecil.
Pementasan kembali karya-karya terbaik Chekhov mendapatkan apresiasi tinggi. Seorang seniman akan tetap hidup apabila karya-karyanya terus diperbincangkan hingga hari ini. Tahun Teater pun menjadi cermin bahwa peradaban suatu bangsa akan dilihat oleh karna maha karya seniman-senimannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News