Berikut lima film Mandarin yang layak masuk daftar tontonanmu.
1. Better Days (2019)
Dibintangi oleh Zhou Dongyu sebagai Chen Nian dan Jackson Yee sebagai Liu Beishan (Xiao Bei), film drama-thriller ini mengangkat isu perundungan di sekolah yang berujung pada kasus kriminal.
Chen Nian adalah siswi berprestasi yang menjadi korban bullying brutal menjelang ujian penting, lalu hidupnya berubah ketika ia bertemu Xiao Bei, remaja jalanan yang kemudian melindunginya. Hubungan keduanya berkembang di tengah tekanan sosial dan penyelidikan polisi, menghadirkan kisah emosional tentang harapan dan pengorbanan.
2. Kung Fu Hustle (2004)
Menggabungkan aksi bela diri dan komedi slapstick, film ini dibintangi sekaligus disutradarai Stephen Chow sebagai Sing, preman kecil yang bermimpi menjadi anggota geng kapak legendaris. Namun situasi berubah ketika Sing terlibat konflik di kawasan kumuh Pig Sty Alley yang ternyata dihuni para pendekar tersembunyi.
Dengan gaya humor khas dan adegan pertarungan over-the-top, kisah Sing berkembang dari sosok pecundang menjadi pahlawan tak terduga.
3. Our Times (2015)
Film komedi romantis remaja ini menampilkan Vivian Sung sebagai Lin Zhenxin dan Darren Wang sebagai Xu Taiyu. Lin Zhenxin adalah siswi biasa yang diam-diam menyukai siswa populer, sementara Xu Taiyu dikenal sebagai bad boy sekolah. Sebuah kesalahpahaman membuat keduanya bekerja sama dan perlahan saling mengenal lebih dalam.
Cerita ringan berlatar era 1990-an ini memadukan nostalgia, persahabatan, dan romansa masa muda yang manis.
4. Infernal Affairs (2002)
Thriller kriminal penuh ketegangan ini dibintangi Andy Lau sebagai Lau Kin Ming dan Tony Leung sebagai Chan Wing Yan. Lau Kin Ming adalah anggota triad yang menyusup ke kepolisian, sementara Chan Wing Yan merupakan polisi yang menyamar di organisasi kriminal. Keduanya sama-sama hidup dalam identitas palsu dan berpacu dengan waktu untuk membongkar satu sama lain.
5. Raise the Red Lantern
Film drama periode ini dibintangi Gong Li sebagai Songlian, perempuan muda yang terpaksa menjadi istri keempat seorang tuan tanah kaya pada era 1920-an. Melalui konflik antaristri dan ketatnya aturan tradisi keluarga, cerita berkembang menjadi potret tajam tentang kekuasaan, kecemburuan, dan posisi perempuan dalam budaya patriarki.
Dengan sinematografi yang artistik dan atmosfer yang kuat, film ini meraih pujian luas di festival internasional dan diakui sebagai salah satu karya klasik perfilman Tiongkok.
(Maulia Chasanah)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News