Film Ziarah (Foto: ist)
Film Ziarah (Foto: ist)

Raih Penghargaan Internasional, Film Ziarah Segera Tayang di Bioskop Nasional

Purba Wirastama • 06 Mei 2017 14:30
medcom.id, Jakarta: Film Ziarah arahan BW Purbanegara akan ditayangkan di layar lebar nasional mulai 18 Mei 2017. Film ini sebelumnya telah mampir di beberapa festival dalam dan luar negeri serta sejumlah acara pemutaran kolektif.
 
Ziarah adalah debut pertama Bewe (panggilan akrab BW Purbanegara) sebagai sutradara film panjang. Film menceritakan perjalanan Sri (Ponco Sutiyem) perempuan di usia senja dalam mencari makam suami yang hilang semasa Agresi Militer Belanda II.
 
Proyek ini dikerjakan dalam waktu dua tahun dengan beberapa jeda, yang disebut Bewe sebagai "proses panjang, melelahkan, tetapi saya dan teman-teman belajar banyak."

Salah satu kegelisahan personal Bewe yang dituangkan dalam Ziarah adalah soal berdamai dengan masa lalu. Menurutnya, negara dan masyarakat pun demikian. Namun berat bagi Bewe untuk menarik satu refleksi ketika isunya menyangkut sejarah negara yang terlalu besar.
 
"Pada akhirnya saya menyeret ulang ke persoalan yang lebih personal. Meskipun di perjalanan film ini ada kepingan-kepingan sejarah, tetapi bagaimana film diawali dan diakhiri, itu berada di wilayah personal," kata Bewe dalam acara pemutaran di Menteng, Jakarta, awal Maret lalu.
 
Film ini juga merupakan debut Ponco sebagai aktris di usianya yang sekitar 95 tahun. Bewe memilihnya dari sekian kandidat yang dicari oleh tim di beberapa desa di Gunung Kidul.
 
"Saya ketemu, (melihat) mbah Ponco mengucapkan salam dan menyapa, bagaimana gesturenya, ekspresinya, saya tahu, dia bisa akting. Dan (kami) berproses, akhirnya bisa," kata Bewe.
 
Bulan ini film Ziarah mengantarkan Ponco Sutiyem sebagai kandidat aktris terbaik dan Bewe sebagai sutradara terbaik di ASEAN International Film Festival and Awards. Film ini juga masuk dalam nominasi film terbaik dan naskah terbaik.
 
Pada tahun 2016, Ziarah telah mendapat penghargaan Best Asian Feature di Salamindanaw Asian Film Festival dan Skenario Terbaik versi Majalah Tempo. Selain itu juga turut masuk sebagai nominasi Skenario Asli Terbaik di Festival Film Indonesia, Piala Dewantara di Apresiasi Film Indonesia, dan program kompetisi di Jogja-NETPAC Asian Film Festival.
 

 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA