Namun, dalam 22 Menit, film yang terinspirasi atas kejadian tersebut, sutradara Eugene Panji mengambil cerita dari sudut pandang kemanusiaan para korban ledakan bom.
"Aku lebih bicara soal sisi humanisme. Pertama, ketika lo ngomong terorisme, film ini bukan ngomong soal agama dan kultur, tetapi ngomong ideologi keras banget, yang menganggap kita semua salah. Kedua, karena anggapan itu, korbannya kita semua," kata Eugene usai press screening film 22 Menit di Jakarta, Senin, 16 Juli 2018.
"Ini film edukasi, bahwa yang dicuci otaknya justru anak-anak muda, dari SD, SMP diajak ke Afghanistan ikut pelatihan ISIS. Itu anak-anak muda. Harapannya, film ini menampilkan sisi humanisme yang efeknya adalah keluarga kita," lanjutnya.
Namun 22 Menit tetap saja adalah film fiksi dengan dramatisasi atas sejumlah kejadian nyata dalam Bom Thamrin 2016. Untuk memahami rangkaian kejadian dari sisi kepolisian, Eugene dan rekan sutradara Myrna Paramita menghabiskan waktu riset 1,5 tahun dengan dukungan Polri.
Eugene menyebut mereka juga harus berhati-hati saat materi adegan berbasis pada kejadian nyata. Sekitar 70 persen porsi film berangkat dari peristiwa yang memang terjadi saat itu. Sisanya, dramatisasi dengan penambahan atau penggantian cerita.
"Ini adalah film fiksi yang terinspirasi kejadian nyata. Kata fiksi ini membuat kami punya kebebasan untuk memperluas cerita supaya lebih dramatis. Kejadian aslinya, (ledakan) bom enggak sebesar itu. Karena konsumsi film, kami buat jadi lebih heboh – karena penonton Indonesia ingin melihat tembak-tembakannya, jagoannya menang," terang Eugene.
22 Menit mengikuti sejumlah orang yang sibuk dengan urusan masing-masing di sekitar kawasan Thamrin, Jakarta pada suatu pagi. Alur utama mengikuti Ardi (Ario Bayu), polisi anggota unit anti teror yang selalu mengantar anaknya ke sekolah setiap pagi sebelum bertugas.
Pagi itu, terjadi ledakan bom. Situasi mendadak genting dan mencekam. Ardi dan unit anti teror bergerak dan mengontrol situasi dalam 22 menit. Di luar itu, peristiwa tersebut mengubah hidup banyak orang untuk selamanya.
Film ini diproduksi oleh Buttonijo Films atas kerja sama dengan Polri. Naskah ditulis Muhammad Husein Atmojo dan Gunawan Raharja. Selain Ario, pemain lain yang terlibat di antaranya Ade Firman Hakim, Taskya Namya, Ence Bagus, Fanny Fadilah, Ardina Rasti, dan Hana Malasan. Tito Karnavian dan Khrisna Murti juga muncul sebagai cameo.
22 Menit akan dirilis di bioskop pada 19 Juli 2018.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News