Dalam keterangan resmi yang diterima Medcom.id, penonton tidak hanya dari warga Kanada tetapi ikut menarik perhatian komunitas masyarakat Indonesia di Kanada. Mike Wiluan selaku produser merangkap sutradara dan penulis naskah memerlukan setidaknya 4 tahun untuk mempersiapkan tim produksi sekaligus aktor yang terlibat.
Dia bangga dapat memutar film Indonesia di negeri orang dan mendapat apresiasi baik dari penontonnya.
"Untuk melihat reaksi penonton untuk pertama kalinya, dan mereka suka, sangat mengharukan karena mereka juga dapat melihat sedikit sejarah Indonesia," kata Mike Wiluan.
Buffalo Boys berkisah tentang Jamar (Ario Bayu) dan Suwo (Yoshi Sudarso), dua saudara yang kembali ke Jawa untuk membalaskan dendam kematian Sultan (Michael Muliadro), ayah mereka yang memberontak terhadap koloni Belanda. Ketika masih bayi, Jamar dan Suwo dibawa kabur ke Amerika oleh paman mereka (Donny Alamsyah - Tio Pakusadewo).
Kembali ke tanah Jawa, mereka menghadapi Gubernur Van Trach (Reinout Bussemaker) yang punya sejumlah pasukan khusus (Daniel Adnan, Sunny Pang, Alex Abbad, Zack Lee, Hannah Al Rashid). Suwo juga bertemu dan jatuh cinta dengan Kiona (Pevita Pearce), putri kepala desa.
Setelah Fantasia, film ini juga diputar di Festival Film Asia New York pada 15 Juli. Untuk bioskop Indonesia, Buffalo Boys dijadwalkan rilis pada 19 Juli.
Belum lama ini, kami berbincang secara eksklusif dengan Mike mengenai visinya memajukan perfilman Asia, imajinasi kisah koboi di Jawa era penjajahan Belanda, serta bagaimana detail artistik begitu penting untuk film layar lebar.
Simak artikelnya dalam tautan berikut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News