Film Perempuan Tanah Jahanam (YouTube/BASE Entertainment)
Film Perempuan Tanah Jahanam (YouTube/BASE Entertainment)

Ulasan Film Perempuan Tanah Jahanam

Hiburan ulasan film Film Perempuan Tanah Jahanam
Cecylia Rura • 17 Oktober 2019 08:00
Jakarta: Adegan jahanam 10 menit pertama jangan sampai terlewatkan. Maya bak menghadapi mimpi buruk saat diburu seorang pria paruh baya. Apa daya Dini yang berseberangan jauh hanya bisa menyarankan lari dan berteriak memanggilkan petugas.
 
Maya Setiawati dan Dini Yulianti hidup berdua, bersahabat sejak lama. Maya tak pernah mengenal keluarganya, berbeda dengan Dini yang sejak kecil hidup bersama orangtua. Mereka punya satu tujuan sama yakni menjadi orang kaya raya.
 
Berangkat dari latar belakang keluarga menengah, Maya yakin memiliki garis keturunan ningrat. Dini sebagai sahabat mendukung penuh tindak tanduk Maya untuk mencari asal-usul keluarganya di Desa Harjosari meski hanya bermodalkan foto dan nyali.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Joko Anwar tidak berbelit menggambarkan realita umum perempuan yang sibuk mencari nafkah dari kalangan kelas menengah. Hal-hal lumrah dalam percakapan terutama soal duit antara Maya dan Dini terasa mengasyikkan.
 
Nuansa kultur Jawa totok seperti paket lengkap mulai dari penuturan bahasa lokal, perangai warga, hingga budaya pewayangan yang diangkat. Bagaimana dulu dalang wayang mendapat hati di masyarakat dan pertunjukan wayang sebagai satu-satunya hiburan mewah yang dinanti-nanti.
 
Ketegangan dalam film horor-thriller Perempuan Tanah Jahanam tak lagi memakai rumus lama jump scare. Pertumpahan darah dan kulit-menguliti jelas ditampakkan tanpa basa-basi. Bidikan kamera pada angle-angle vulgar Tara Basro ditampakkan menjaga mata penonton untuk tetap penasaran apa adegan selanjutnya.
 
Marissa Anita, meski baru dan kerap bermain di film Joko Anwar kini menghidupkan tokoh Dini Yulianti dan menjadi scene stealer dalam setiap celetukannya.
 
"Lo doa aja pakai bahasa Indonesia, emang Tuhan cuma tahu bahasa Arab?" kata Dini saat Maya berdoa di depan pusara makam.
 
Christine Hakim sudah tentu menjadi salah satu yang dinantikan dalam film ini. Peran Nyi Misni adalah kali pertama dalam hidupnya bermain film horor. Akting Christine Hakim kali ini tampaknya akan membuat aktris lain cukup was-was dalam malam penganugerahan Piala Citra mendatang.
 
Dalam scoring film Joko Anwar kembali melibatkan duo musisi Aimee Saras dan Tony Merle yang tergabung dalam The Spouse. Seperti mengecoh penonton, lagu Pujaan Hati bernuansa tembang lawas ini membuka film menenangkan penonton sekaligus menggetarkan kalau-kalau ada adegan kejut.
 
Akhir dari kisah horor, kelam, dan menyakitkan, ditutup lantunan Ode to Joy dari Beethoven merayakan akhir dari tradisi pertumpahan darah nyawa dibalas nyawa.
 
Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore)
 
Sutradara: Joko Anwar
Penulis: Joko Anwar
Produksi: Base Entertainment, Rapi Films, Ivanhoe Pictures, CJ Entertainment
Pemain: Christine Hakim, Tara Basro, Marissa Anita, Asmara Abigail, Ario Bayu, Zidni Hakim, Faradina Mufti
Durasi: 106 menit
Klasifikasi LSF: 17+
Tayang di bioskop Indonesia: 17 Oktober 2019

 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif