Terima Kasih Cinta (Foto: YouTube Bintang Pictures)
Terima Kasih Cinta (Foto: YouTube Bintang Pictures)

Ulasan Film Terima Kasih Cinta

Hiburan ulasan film
Cecylia Rura • 10 Januari 2019 09:49
Jakarta: Terima Kasih Cinta lebih tepat diterjemahkan sebagai bentuk penghormatan terhadap Eva Meliana Santi, orang dengan lupus (odapus) yang meninggal pada 1 April 2014. Film ini mengangkat kisah nyata Eva Meliana yang disadur dari novel besutan Djono W. Oesman berjudul 728 Hari. Dia melakukan riset selama dua tahun dengan durasi waktu berbincang rutin 2-3 hari bersama Eva sebelum berpulang.
 
Dikisahkan semasa remaja, Eva adalah anak yang aktif bergerak dan berprestasi di bidang non-akademik. Dia bergaul dan sempat berpacaran seperti remaja pada umumnya. Sampai suatu ketika, Eva yang kerap pingsan pada klimaksnya divonis menderita lupus dan mengalami kondisi kesehatan yang pasang-surut.
 
Kisah yang diangkat memang tentang Eva Meliana, tetapi keinginan mengenalkan kota Bekasi kepada khalayak umum dari sang produser eksekutif Wiwiek Hargono tampak begitu kentara. Framing ini tampak dari pengambilan gambar di muka lokasi yang berulang seperti RSUD dr. Chasbullah Abdulmajid dan SMAN 1 Bekasi. Tampilan ini terkesan kaku dalam film. Umumnya, nama-nama lokasi ini jarang ditampakkan dan langsung merujuk pada pokok konten cerita.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mulai dari dramatisasi cerita, penuturan dan dialog antarpemain, hingga balutan kisah romansa remaja klasik, jadi cerita yang mudah ditebak ala film televisi (FTV) - benci jadi cinta, melamar, ada pertentangan dari orangtua -.
 
Penokohan Putri Marino sebagai Eva tampak kurang tepat dan terlalu tua untuk memerankan remaja berusia 18 tahun dalam film ini.
 
Susunan penokohan pun mencoba menyeimbangkan satu sama lain dengan menghadirkan dua pemain senior Cut Mini Theo dan Gary Iskak. Ada pula dua pemain cilik A. Z. Bintang Kamil dan Bunga Jasmine Azalea, dua anak dari Wiwiek Hargono dan Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto.
 
Dalam penokohan yang cukup seimbang, beberapa bingkai tertolong dengan akting piawai Cut Mini sebagai Sugirati, ibu Eva yang tampak tegar. Dihadirkan pula dua tokoh pria muda Achmad Megantara (Ryan) dan Allan Dastan (Nanan) sebagai orang yang pernah menghiasai kisah asmara Eva.
 
Eva Meliana Santi adalah putri sulung dari tiga bersaudara anak pasangan Sugiarti dan Badaruddin warga asal Bekasi, Jawa Barat. Eva divonis menyandang lupus, yaitu penyakit auto-imun yang terlalu aktif hingga menyerang sistem kekebalan tubuh diri sendiri. Dia mendapat vonis lupus sejak berusia belasan tahun.
 
Terima Kasih Cinta
 
Sutradara: Tema Patrosza
Penulis naskah: Andi Athira, Titien Wattimena
Produser: Ade Puspita Sari
Produser Eksekutif: Wiwiek Hargono
Pemain: Putri Marino, Allan Dastan, Achmad Megantara, Cut Mini Theo, Gary Iskak, Unique Priscilla, Meisyara Oemri.
Rilis Indonesia: 17 Januari 2019
Klasifikasi LSF: 13+

 

 

 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi