Sejak tayang di bioskop, HASUT memancing rasa penasaran penonton yang mencoba mengungkap misteri di balik rangkaian peristiwa dalam film. Salah satu pertanyaan yang banyak dibahas berkaitan dengan kondisi Rere dan suara-suara yang terdengar dalam sejumlah adegan.
Ilya akhirnya memberikan penjelasan mengenai adegan yang memicu dugaan Rere kerasukan. Menurutnya, penonton perlu memperhatikan detail kecil yang ditampilkan dalam film, termasuk keberadaan alat komunikasi milik karakter tersebut.
“Rere tidak pernah kerasukan. Kalau diperhatikan, HT milik Rere sudah terjatuh ketika ia berlari. Suara-suara yang muncul sesudahnya juga tidak pernah benar-benar memanggil nama mereka,” ungkap Ilya.
Ia menjelaskan, para karakter dalam HASUT cenderung menghubungkan suara yang terdengar dengan sosok yang paling mereka takuti atau curigai. Padahal, informasi yang mereka terima tidak pernah benar-benar lengkap.
Ketakutan dan pengalaman pribadi membuat setiap karakter menafsirkan suara tersebut berdasarkan prasangka masing-masing. Akibatnya, mereka merasa telah menemukan jawaban meskipun belum memiliki informasi yang cukup untuk memastikan kebenarannya.
“Yang benar-benar terjadi sebenarnya lebih sedikit daripada yang disimpulkan para karakter. Mereka mendengar suara, lalu mengisi bagian yang hilang dengan ketakutan sendiri. Penonton sengaja ditempatkan dalam posisi yang sama,” jelasnya.
Pendekatan tersebut menjadi salah satu cara Ilya membangun ketegangan dalam HASUT. Alih-alih memberikan satu sudut pandang yang bisa dipercaya sepenuhnya, film ini memperlihatkan kejadian melalui perspektif berbeda dari setiap karakter.
Masing-masing karakter memiliki luka, ingatan, dan keyakinan yang memengaruhi cara mereka memahami situasi. Penonton pun diajak menyusun sendiri potongan informasi yang tersedia, sekaligus mempertanyakan apakah kesimpulan yang muncul benar-benar sesuai dengan kejadian sebenarnya.
Ilya menegaskan, kebingungan yang muncul selama film bukan bertujuan menguji kecerdasan penonton dalam memecahkan misteri. Ia justru ingin mengajak penonton membedakan kejadian yang benar-benar terlihat dari asumsi karakter dan keyakinan yang terbentuk setelahnya.
“Buatku pertanyaan film ini bukan hanya siapa yang berada di balik suara itu. Pertanyaannya adalah mengapa kita begitu cepat mempercayai suara yang paling sesuai dengan luka dan ketakutan kita,” tambah Ilya.
Baca Juga :
Musisi Senior Doddy Katamsi Meninggal Dunia
Menurut Ilya, persoalan tersebut juga relevan dengan kehidupan sehari-hari. Masyarakat kini terbiasa menerima potongan video, rekaman suara, pesan berantai, hingga cerita sepihak yang belum tentu menyajikan konteks secara utuh.
Ketika informasi yang diterima tidak lengkap, seseorang bisa dengan mudah mengisi bagian yang hilang menggunakan prasangka atau ketakutan yang telah dimiliki. Situasi inilah yang turut diangkat HASUT melalui misteri suara dan reaksi para karakternya.
Film HASUT dibintangi Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova. Film produksi TUTA Films tersebut masih tayang di bioskop dengan klasifikasi usia 17 tahun ke atas.