Sang sutradara, Siti Kamaluddin, sangat gembira bisa meluncurkan film yang telah digarap secara serius selama empat tahun bersama produser yang juga saudara kandungnya, Din Kamaluddin.
Film 'Yasmine' banyak menggaet aktor dan kru film dari Indonesia. Rupanya, orang-orang Indonesia memiliki keistimewaan tersendiri di mata Siti. Awal mula film buah kerja sama antar negara itu dimulai dari pembicaraan Siti dengan penulis skenario film 'Laskar Pelangi', Salman Aristo.
"Suatu malam, ketika saya lagi meeting sama teman-teman produser dan sutradara, teman bilang, 'Ada temannya dari Brunei yang mau ngomong sama saya'. Ternyata itu Siti. Dia bilang, mau bikin film," beber Salman seusai press screening film 'Yasmine' di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Kamis (14/8/2014).
"Lalu enggak lama kita ketemu. Yang paling menarik waktu itu, Siti tidak datang dengan cerita di tangannya seperti orang lain. Dia datang dengan puisi tentang Yasmine. Ini jadi menarik, karena ia bisa menyampaikan poin penting yang ingin disampaikan lewat puisi. Lalu saya setuju. Satu setengah tahun kemudian baru syuting filmnya," lanjut Salman.
Siti yang ditemui di tempat yang sama, mengatakan, alasan meminang banyak aktor dan kru film Indonesia karena bekerja sama dengan orang Indonesia membuatnya nyaman.
"Saya sangat nyaman kerja dengan orang Indonesia. Saya sendiri setengah Indonesia. Ibu saya orang Jawa, Solo. Di Brunei juga saya punya banyak teman orang Indonesia. Ya, nyaman saja. Saya senang bekerja sama dengan orang Indonesia," pujinya.
Tak cuma aktornya yang dari Indonesia, untuk urusan soundtrack film pun, Siti mempercayakan kepada band Nidji. Giring dan kawan-kawan menciptakan lagu khusus untuk film ini berjudul 'Menang Demi Cinta.'
Siti senang karena bisa menyatukan orang dari berbagai negara dalam suatu produksi film. Dia tambah sumringah karena pemerintah Brunei sangat mendukung pembuatan film ini.
"Pemerintah, kerajaan Brunei, sangat mendukung sekali. Saya senang, film ini pun lulus sensor di mana-mana. Bersih, tidak ada yang disensor," katanya, dengan mata berbinar riang.
Film 'Yasmine' digarap berskala internasional dengan menggandeng sejumlah pemain dan kru dari berbagai negara, yakni Indonesia, Hong Kong, Malaysia, Australia, Polandia, dan tentu saja Brunei Darussalam.
Pembuat film ini adalah kakak beradik asal Brunei Darussalam, Siti Kamaluddin (sutradara) dan Din Kamaluddin (produser). Keduanya berniat membangkitkan kembali industri perfilman Brunei Darussalam yang vakum sejak 1960.
Film bertema laga yang proses pembuatannya selama empat tahun ini tercatat masuk dalam sejumlah festival film dunia, yaitu 'Festival Fantasia', 'Festival Film Switzerland' (menang kategori best Asian film), dan 'Shanghai Film Festival'.
Reza Rahadian, Dwi Sasono, Agus Kuncoro, dan Roy Sungkono merupakan artis Indonesia yang turut memperkuat film tersebut. 'Yasmine' akan tayang di bioskop Indonesia pada 21 Agustus 2014.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News