Dimas Aditya (Foto:Antara/Teresia May)
Dimas Aditya (Foto:Antara/Teresia May)

Akting di Film 'Mari Lari', Dimas Aditya Malu

Triyanisya • 10 Juni 2014 14:11
medcom.id, Jakarta: Berperan dalam film bergenre sport drama 'Mari Lari', Dimas Aditya malu.
 
Hal itu karena dia harus berpanas-panasan saat syuting sehingga kulitnya menjadi gelap dan terbakar. "Malu. Dekil banget!," ujarnya usai pemutaran gala premier 'Mari Lari' di XXI Epicentrum, Jakarta, Senin (9/6/2014).
 
Menurut aktor berusia 29 tahun itu, yang membuat kulitnya terbakar adalah kurangnya persiapan pada saat berlari di Gunung Bromo.

"Saya pikir cuacanya dingin, eh enggak tahunya cahaya mataharinya panas banget. Sampai pas balik ke Jakarta, kulitnya terbakar dan itu mengganggu make up," lanjutnya.
 
Tapi menurutnya, kulitnya yang dekil dan hitam sesuai dengan karakter yang diperankannya, yang diceritakan kerap berlatih lari untuk marathon di Bromo.
 
Film 'Mari Lari' berkisah tentang Rio (Dimas Aditya) yang tidak pernah menyelesaikan apapun dalam hidupnya. Hingga kepergian sang ibu yang diperankan Ira Wibowo menjadi titik balik dalam hidupnya. Ia kemudian berjuang untuk mencapai sesuatu yang dapat membanggakan ibu dan ayahnya yang diperankan Donny Damara.
 
Rio mencoba membuktikan kepada ayahnya bahwa ia mampu menyelesaikan lomba lari marathon sejauh 42 kilometer di pegunungan Bromo. Film ini secara garis besar merupakan kisah menarik tentang "from zero to hero" yang berdasarkan cinta.
 
"Mudah-mudahan pesan film ini sampai ke penonton. Semoga penonton mengerti pesan cintanya. Dan mengerti cinta yang dimaksud di film ini," tandasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ROS)




TERKAIT

BERITA LAINNYA