Jakarta: Drama Korea tidak hanya menjual kisah manis romansa atau intrik melodrama yang menguras air mata. Salah satu kekuatan terbesarnya justru terletak pada kemampuan menangkap realitas kehidupan anak muda yang merintis karier dari nol, dihantam kegagalan, hingga akhirnya bangkit mengejar impian mereka. Kisah-kisah ini menjadi cermin sekaligus pendorong semangat bagi siapa saja yang sedang berjuang di dunianya masing-masing.
Start-Up (2020)
Mengambil latar di Sandbox, kawasan teknologi fiktif yang menjadi cerminan Silicon Valley di Korea Selatan, drama ini mengikuti perjalanan Seo Dal-mi (Bae Suzy) dan Nam Do-san (Nam Joo-hyuk). Dal-mi adalah seorang perempuan muda dengan ambisi besar menjadi Steve Jobs versi Korea, sementara Do-san merupakan pendiri perusahaan rintisan Samsan Tech yang jenius matematika tetapi awam dalam mengelola bisnis.
Melalui perjalanan mereka, cerita ini menyoroti betapa terjalnya dunia bisnis teknologi modern. Kegagalan sistem, penolakan investor, hingga persaingan yang tidak sehat menjadi makanan sehari-hari. Cerita ini menegaskan bahwa gagasan cemerlang tidak akan pernah cukup tanpa adanya eksekusi dari tim yang solid, serta resiliensi untuk terus bangkit setiap kali jatuh.
(Sumber: Youtube @Netflix K-Content)
Fight for My Way (2017)
Drama ini membawa kisah empat sahabat yang tergolong underdog tanpa latar belakang pendidikan mewah, koneksi, maupun kestabilan finansial. Ko Dong-man (Park Seo-joon) harus mengubur mimpinya sebagai atlet taekwondo akibat trauma masa lalu, sedangkan Choi Ae-ra (Kim Ji-won) tertahan di meja informasi department store meski memendam cita-cita besar menjadi seorang penyiar berita.
Kisah mereka penuh dengan realitas pahit tentang betapa kerasnya dunia bagi orang biasa. Namun, drama ini dengan indah menggambarkan bahwa tidak ada kata terlambat untuk melangkah kembali ke arena. Demi meraih impian, seseorang sering kali harus mengesampingkan gengsi, menerima cemoohan lingkungan sekitar, dan berani memulai lagi meski usia tak lagi muda.
(Sumber: Youtube @KBS WORLD TV)
Itaewon Class (2020)
Perjalanan Park Sae-ro-yi (Park Seo-joon) dimulai dari titik paling kelam ketika ia dikeluarkan dari sekolah, kehilangan ayahnya, dan harus mendekam di dalam penjara akibat ketidakadilan yang dilakukan oleh pemilik konglomerat kuliner Jangga Group. Tidak membiarkan dendam menghancurkan hidupnya, Sae-ro-yi memilih jalur balas dendam yang elegan dengan membangun kedai kecil bernama DanBam di kawasan Itaewon.
Narasi drama ini berfokus pada keteguhan prinsip dan integritas dalam membangun sebuah bisnis dari bawah. Sae-ro-yi membuktikan bahwa keberhasilan jangka panjang tidak diraih dengan menghalalkan segala cara, melainkan melalui konsistensi tahunan, kepercayaan pada manusia, dan keyakinan teguh pada visi yang sudah ditancapkan sejak awal.
(Sumber: Youtube @Netflix K-Content)
Record of Youth (2020)
Di balik gemerlapnya industri hiburan, ada perjuangan tak terlihat yang harus dialami oleh Sa Hye-jun (Park Bo-gum) dan Ahn Jeong-ha (Park So-dam). Hye-jun adalah seorang model berbakat yang kesulitan menembus dunia akting karena tak memiliki modal finansial maupun koneksi, sementara Jeong-ha adalah penata rias pekerja keras yang berusaha mempertahankan idealismenya di tengah tekanan politik tempat kerja.
Drama ini secara jujur memperlihatkan bagaimana ekspektasi keluarga dan realitas ekonomi kerap menjadi tembok besar bagi generasi muda yang mengejar karier non-konvensional. Kisah ini menekankan pentingnya kemandirian mental dan ketahanan diri saat melangkah di jalan yang penuh ketidakpastian.
(Sumber: Youtube @Netflix K-Content)
Twenty-Five Twenty-One (2022)
Berlatar akhir tahun 1990-an saat Krisis Keuangan Asia (IMF) melanda Korea Selatan, Na Hee-do (Kim Tae-ri) harus menghadapi kenyataan pahit ketika klub anggar sekolahnya dibubarkan akibat pemotongan anggaran. Di saat bersamaan, Baek Yi-jin (Nam Joo-hyuk) harus memulai hidup dari nol setelah keluarga kaya rayanya bangkrut seketika.
Drama ini menguraikan bagaimana mimpi bisa terancam oleh keadaan luar yang berada di luar kendali kita. Meski begitu, semangat murni Hee-do dan kegigihan Yi-jin hingga menjadi jurnalis menunjukkan bahwa kerja keras tidak pernah sia-sia. Meskipun hasil akhirnya tidak selalu sesuai rencana, proses perjuangan itu sendiri yang pada akhirnya membentuk kedewasaan seseorang.
(Sumber: Youtube @Netflix K-Content)
(Dinda Intan Ramadhani)