Melihat antusiasme yang tinggi dari masyarakat, tim kreator memutuskan untuk menyediakan film tersebut di platform YouTube. Hal ini disampaikan lewat akun Instagram @watchdoc_insta pada Jumat (22/5).
“Film Pesta Babi kini resmi tayang online di YouTube melalui kolaborasi Redaksi JubiTV, Watchdoc Documentary, Greenpeace Indonesia, Bentala Rakyat, Indonesia Baru, dan LBH Papua Merauke,” tulis keterangan unggahan tersebut.
1.700 Agenda Nobar Terselenggara dari 11 Ribu Permintaan
Para pembuat film mengaku bahwa selama 40 hari musim penayangan bersama, mereka mendapat lebih dari 11 ribu permintaan yang masuk dari masyarakat. Kemudian, hampir 1.700 layar berhasil terselenggara di berbagai tempat.Sutradara Dandhy Laksono menilai bahwa agenda nobar menjadi ruang untuk memperkuat diskusi di tengah pembubaran, intimidasi, dan pelarangan. Ia pun berterima kasih atas antusiasme masyarakat.
“Ketika ruang publik makin sempit oleh konglomerasi media, algoritma, dan buzzeRp, layar-layar kecil itu menjelma jadi ruang berbagi gagasan. Terima kasih untuk semua yang terus menjaga ruang ini tetap hidup,” tambah pernyataan itu.
“Tetap lanjut nobar dan diskusinya,” pungkasnya.
Link YouTube Film Pesta Babi
Pesta Babi hampir menembus dua juta penayangan kurang dari 24 jam setelah dirilis lewat kolaborasi Redaksi JubiTV, Indonesia Baru, Bentala Rakyat, Greenpeace Indonesia, dan Watchdoc Documentary.Sobat Medcom yang penasaran bisa menyaksikannya secara lengkap dan gratis di YouTube .
Link YouTube Nonton Film Pesta Babi Gratis Full
Film Pesta Babi Tentang Apa?
Film Pesta Babi mengambil latar di wilayah Papua Selatan, terutama di Merauke, Boven Digoel, dan Mappi. Dengan durasi total sekitar 95 menit, film ini menyoroti kehidupan masyarakat adat yang disebut kehilangan tanah dan ruang hidup akibat ekspansi proyek perkebunan tebu, sawit, hingga food estate.Dokumenter tersebut menggambarkan bagaimana hutan-hutan adat dari suku Marind, Awyu, Yei, serta Muyu dibuka untuk proyek bioetanol dan ketahanan pangan dalam skala besar. Program ini membuat masyarakat lokal merasa tersingkir dari tanah leluhur mereka sendiri.
Pesta Babi menunjukkan dugaan militerisasi dalam pengamanan proyek-proyek investasi di kawasan tersebut. Salah satu simbol penting dalam film adalah pemasangan “salib merah” oleh warga adat sebagai bentuk penolakan terhadap perusahaan dan penguasaan lahan.
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News