Aming (Foto: Medcom/Rafi)
Aming (Foto: Medcom/Rafi)

Jadi Guru di Aku Sebelum Aku, Aming Teringat Sosok yang Mengubah Hidupnya

Rafi Alvirtyantoro • 13 Juli 2026 10:00
Ringkasnya gini..
  • Aming mengenang nasihat guru BP yang mengajarkannya menerima ketidaknyamanan hidup dan mengelola emosi saat terlibat di Aku Sebelum Aku.
  • Aming memerankan dua guru kembar, Pak Zai dan Pak Juned, dengan perbedaan karakter, gestur, dan cara berbicara dalam Aku Sebelum Aku.
  • Nasihat guru BP menjadi titik balik Aming yang dahulu kerap melampiaskan emosi dengan marah dan berbohong saat menghadapi masalah keluarga.
Jakarta: Aktor Aming kembali mengenang pesan guru Bimbingan Penyuluhan (BP), kini lebih dikenal sebagai guru Bimbingan Konseling (BK), yang memberikan dampak positif dalam hidupnya. Kenangan tersebut muncul kembali saat dirinya terlibat dalam proyek layar lebar terbaru.
 
Aming kembali membintangi film bertajuk Aku Sebelum Aku. Dalam film garapan sutradara dan penulis Gina S. Noer ini, ia memiliki peran ganda yang keduanya berprofesi sebagai guru.

Eksplorasi Peran Ganda Pak Zai dan Pak Juned

Aming menyampaikan bagaimana ia mendalami dan membedakan dua karakter guru kembar yang ia perankan, yaitu Pak Zai dan Pak Juned.
 
“Kebetulan kita ada reading session, ada workshop juga,” tutur Aming, di kawasan Gelora, Jakarta Pusat.

Aming pun membedakan kedua karakter tersebut melalui pendekatan fisik, sifat, dan gestur tubuh. Perbedaan ini menjadi salah satu caranya untuk masuk ke dalam karakter yang diperankan olehnya.
 
“Kalau guru agama punya kecenderungan tawadhu gitu kan, kalem, udah gitu soft spoken, dan gestural juga kan cenderung lebih merunduk ya,” ujar Aming.
 
“Ketika dikomparasi dengan Pak Junet yang lebih outspoken, dan dia orang lapangan, makanya lebih lantang, dan caranyanya ngomongnya juga lebih outspoken kan ya, terus dia lebih tegas aja,” lanjutnya.

Titik Balik dan Pengelolaan Emosi Masa Remaja

Ketika ditanya apakah pernah memiliki guru pembimbing yang berkesan dalam hidupnya, Aming menceritakan masa lalunya saat masih berstatus sebagai pelajar. Saat itu, ia belum tahu cara mengatur emosi dengan baik, sehingga melampiasakannya dengan berbohong dan meluapkan kemarahan.
 
“Semua orang pasti punya struggle yang sama tentang keluarganya. Pasti setiap orang punya apa yang menjadi isu kan. Nah, salah satu pelampiasan saya itu ketika saya gak tahu cara meregulasi emosi saya,” ungkap Aming.
 
Titik baliknya terjadi ketika seorang guru BP mengajak Aming mengobrol dari hati ke hati. Guru tersebut menasihatinya agar berhenti marah-marah karena hal itu melelahkan.
 
Sang guru mengajarkan Aming untuk belajar menerima ketidaknyamanan hidup, memaafkan keadaan, dan menikmati prosesnya karena pada akhirnya segala sesuatu akan selesai dengan baik.
 
“(Guru BP) dia kayak ngomong ke saya, ngobrol, nanya, ‘Ming, marah-marah capek gitu kan? Daripada marah-marah mulu, mending kamu berusaha menerima semua ketidaknyamanan dari hidup kamu, dimaafkan, karena semua proses kan, nikmati prosesnya, pada akhirnya saat ini semuanya bakal selesai dengan baik-baik aja’,” kata Aming menirukan suara gurunya.
 
Film Aku Sebelum Aku menceritakan tentang seorang remaja berprestasi yang baru saja memenangkan kompetisi sekolah bergengsi, namun mendadak mengalami serangan panik. Di tengah tekanan yang kian menyesakkan, ia berjuang menemukan kembali dirinya sebelum ambisi sang ayah merenggangkan ikatan keluarga mereka.
 
Film Aku Sebelum Aku dibintangi oleh Bima Sena, Ringgo Agus Rahman, Widuri Puteri, Prastiwi Dwiarti, Aming, dan Ronal Surapradja. Film ini dijadwalkan tayang di Netflix mulai 16 Juli 2026.
 

 

 
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA