"Marvel menghentikan kontrak dengan Ardian Syaf yang akan efektif sesegera mungkin. X-Men Gold #2 dan #3 yang menampilkan karyanya telah dicetak dan akan tetap didistribusikan dalam dua minggu," kata pihak MC seperti dilansir dari Comicbook.com.
Untuk enam edisi selanjutnya, MC akan menyerahkan urusan gambar kepada R.B. Silva (#4 - #6) dan Ken Lashley (#7 - #9). Sementara, siapa pengganti Ardian akan diumumkan MC dalam beberapa minggu ke depan.
Dalam komik Marvel Gold edisi pertama, Ardian menyematkan teks QS 5:51 dan 212 di beberapa panel gambar. Referensi ini dinilai merujuk pada aksi unjuk rasa sejumlah elemen masyarakat berbasis agama yang menuntut hukuman bagi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) atas kasus dugaan penodaan agama.
QS 5:51 dianggap merujuk pada surat Al Maidah 5 ayat 51. Ini adalah ayat yang dikutip Ahok, yang menjadi titik mula aksi unjuk rasa.
Sementara angka 212 dinilai mengacu pada unjuk rasa tanggal 2 Desember 2016.
Referensi Ardian sebelumnya tak diketahui pihak MC sampai komik tersebut masuk ke Indonesia dan mendapat tanggapan dari pembaca. Tak lama MC pun menyatakan sikap.
"Kami membiarkan gambar yang dimaksud di X-Men Gold #1 tanpa tahu maknanya. Referensi ini tidak mencerminkan pandangan penulis, editor, atau siapapun di Marvel, dan berlawanan dengan prinsip Marvel Comics yang bersifat inklusif," kata pihak MC.
Sementara, Ardian telah mengakui kesengajaan tindakan tersebut dan menerima konsekuensinya. Dalam lamam Facebook pribadi, dia meminta publik kembali damai dan menghentikan perdebatan serta ejekan kepadanya. Dia juga menulis pandangannya terhadap teks QS 5:51 dan 212.
"Ini adalah angka keadilan. Ini adalah angka kasih sayang. Cintaku kepada Al-Quran, cintaku pada nabi terakhir, rasul. Cintaku kepada Allah, Tuhan Yang Esa. Maaf atas segala keributan. Selamat tinggal, semoga Tuhan memberkati. Aku sayang kalian," kata Ardian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News