Budiman Sudjatmiko Berharap Hanung Kemas Bumi Manusia seperti Film Kartini
Hanung Bramantyo bersama para pemain Bumi Manusia (Foto: Medcom/Purba)
Jakarta: Karya sastra Pramoedya Ananta Toer berjudul Bumi Manusia siap memasuki tahap produksi film. Novel populer ini ikut menjadi perhatian politisi Budiman Sudjatmiko yang sempat membacanya sejak di bangku SMA.

Ia berharap Hanung Bramantyo selaku sutradara dapat mengemas cerita Bumi Manusia dalam kanvas yang pas, seperti saat memproduksi film Kartini.

"Mudah-mudahan Hanung bisa membuat sesuatu yang minimal seperti Kartini, karena Kartini itu karya Hanung yang menurut saya paling pas," kata Budiman kepada Medcom.id, Jumat, 25 Mei 2018.


"Paling enggak melenceng dan dari perspektif saya, dia bisa menumbuhkan idealisme saya tentang perjuangan. Emansipasi, tentang pembebasan melawan feodalisme, film Kartini dari Hanung sangat menggambarkan bagaimana feodalisme, bagaimana awalnya, dan bagaimana penderitaan feodalisme," imbuhnya.

Mengingat ekspektasi pembaca begitu liar, tentu dengan adanya visualisasi cerita dengan kanvas terbatas memerlukan kehati-hatian dalam memilah adegan dan menampilkan sudut pandang.

"Mudah-mudahan tidak mengecewakan karena ini kan sebuah karya besar, sastra Indonesia, karya novel Indonesia yang paling terkemuka saya kira. Karena novel ini Pak Pram pernah masuk calon kandidat peraih novel sastra. Apalagi riwayat dan konteks novel ini ditulis sangat dramatis karena ditulis oleh penulis dalam kondisi pembuangan, dan lagipula sebagai sebuah cerita kisah novel ini bisa dinikmati semua kalangan."

"Yang suka sejarah akan suka, orang yang suka sastra tentu suka, orang suka cerita romance remaja akan suka, orang suka politik juga akan suka, jadi banyak lapisan, banyak kalangan masyarakat dan lintas umur saya kira, akan menyukai karya sastra romantis, saya kira. Yang suka diskusi, suka pemikiran akan doyan," tambah Budiman.

Hanung yang sebelumnya sukses menyutradarai film Kartini diharapkan dapat membawa kesuksesan itu kembali di film Bumi Manusia tanpa melenceng dari alur cerita pokok dan pesan yang tersampaikan.

"Di sini, Hanung saya harap di Bumi Manusia bisa menjelaskan secanggih, secantik dia menjelaskan film Kartini, perlawanan atas feodalisme bangsa sendiri, dan kolonialisme bangsa lain. Kalau di Kartini feodalisme, bangsa asing sebagai kekuatan liberal, teman curhatan Kartini orang Belanda in written."

"Sementara dalam Bumi Manusia, Si Minke, Annelies, dan Nyai Ontosoroh itu menghadapi feodalisme bangsa sendiri dan menghadapi kolonialisme bangsa asing sekaligus," jelasnya.

Film Bumi Manusia akan melakukan syuting di bulan Juli hingga Agustus 2018, diproduksi Dapur Film untuk Falcon Pictures.

Aktor yang didapuk sebagai pemeran inti di antaranya Iqbaal Ramadhan, Donny Damara, Mawar Eva de Jongh, Sha Ine Febriyanti, dan Ayu Laksmi.

 



(ELG)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id