SHOW Token bakal ikut danai puluhan film Indonesia (Foto: instagram)
SHOW Token bakal ikut danai puluhan film Indonesia (Foto: instagram)

Keragaman Cerita Film Indonesia Tarik Minat Investor Luar Negeri

Elang Riki Yanuar • 27 Juni 2026 11:00
Ringkasnya gini..
  • SHOW Token menyiapkan investasi Rp1,7 triliun untuk mendukung lebih dari 30 proyek film Indonesia dan memperkuat industri kreatif.
  • SHOW Token resmi masuk Indonesia dengan program berbasis blockchain dan AI untuk mendorong film serta konten kreatif lokal ke pasar global.
  • SHOW Token menggandeng rumah produksi lokal dan membuka peluang pendanaan bagi film independen dengan cerita yang kuat.
Jakarta: Platform hiburan berbabis Blockchain Show Token resmi memulai kiprahnya di Indonesia. Mereka bersiap berkolaborasi dengan pelaku industri perfilman dan hiburan di Indonesia. 
 
Setelah melakukan ekspansi ke Indonesia, mereka bakal menghadirkan sejumlah program yaitu, SHOW Movie (watch & earn), SHOW AI & Marketplace (ruang produksi konten kreatif berbasis kecerdasan buatan), dan SHOW KIDS (IP animasi orisinal yang mengangkat nilai budaya lokal).
 
Indonesia dianggap punya pasar potensial mengingat jumlah penduduknya, terutama anak-anak muda yang banyak. Ditambah lagi, Indonesia memiliki banyak cerita menarik yang bisa dituangkan ke dalam film dan bentuk lain. Hal itulah yang membuat membawa komitmen investasi sebesar USD 100 juta atau setara Rp 1,7 triliun untuk membiayai proyek film Indonesia.

"Indonesia memiliki kekayaan narasi yang luar biasa, namun sering kali langkah kita terhenti di pasar domestik karena keterbatasan infrastruktur global. Di SHOW, kami tidak menunggu pintu global terbuka untuk kami; kami membangun ekosistem digital baru dimana karya anak bangsa dapat langsung diakses, dimiliki, dan diapresiasi oleh dunia tanpa perantara," kata Akshay Melwani, CEO SHOW Token.
Show Token sebelumnya sudah mengumumkan kemitraan strategis dengan sejumlah rumah produksi (PH) lokal seperti MVP dan A&Z Films. Empat film Indonesia perdana yang dipastikan mendapatkan sokongan adalah Cerita Lila dan Sihir Tanah Kubur produksi MVP, serta Pemikat Jiwa dan Munafik produksi A&Z Films.
 
"Kami memulai debut sebagai Executive Producer berkolaborasi dengan MVP Pictures lewat film horor Cerita Lila yang sukses menggaet 500 ribu penonton di pekan pertama penayangannya, dan siap dilanjutkan dengan film Sihir Tanah Kubur pada bulan Juli mendatang," lanjutnya. 
 
Awal yang manis itulah yang membuat mereka semakin yakin dengan kekuatan cerita film Indonesia lain. Kolaborasi itu bakal berlanjut dengan mendukung  film unggulan seperti Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, Taboo, Siti Vampire, dan Sebelum Tiga Puluh.
 
"Langkah awal yang sukses ini akan diteruskan melalui target pendanaan produksi untuk lebih dari 30 judul film bergenre horor dan drama sepanjang tahun ini," ujarnya. 
 
Akshay memastikan proyek pendanaan yang dilakukan tidak hanya menyasar film-film buatan rumah produksi besar saja. Dia tidak menutup kemungkinan mendanai film independen dengan cerita yang kuat. 
 
"Ada tim kami yang memilih apa yang akan diproduksi, apa yang bagus. Jadi coba saja kasih tahu kami, mungkin kita bisa kerjasama. Yang pasti sebagai co produser kami ikut dari awal proyek dan semuanya transparan," tuturnya. 
Komitmen pendanaan senilai USD100 juta ini disiapkan khusus sebagai stimulus untuk menyuntik industri ekonomi kreatif serta memodernisasi ekosistem hiburan di Asia Tenggara. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan masa depan sinema Indonesia yang sehat dan lebih baik bagi para penulis, sutradara, hingga animator Indonesia.
 
"Target investasi seratus juta dolar kami di Asia Tenggara bukan sekadar tentang angka pertumbuhan, melainkan tentang membangun arsitektur baru bagi ekonomi kreatif digital. Kami memandang Indonesia bukan sebagai pasar konsumtif, melainkan sebagai episentrum talenta yang selama ini kekurangan likuiditas dan sistem distribusi yang efisien," kata Joshua Khubani selaku COO SHOW.
 

 

 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA