Capaian tersebut sekaligus mematahkan rekor lama yang sebelumnya dipegang oleh Titanic (1997) dan La La Land (2016), yang masing-masing mengantongi 14 nominasi.
Tak hanya unggul dari sisi jumlah, Sinners juga mendominasi kategori-kategori utama bergengsi. Film ini masuk dalam nominasi Film Terbaik, Sutradara Terbaik, hingga Aktor Terbaik melalui penampilan Michael B. Jordan.
Bagi Ryan Coogler, pengumuman nominasi Oscar tahun ini menjadi momen emosional yang sulit dilupakan. Ia mengaku menyaksikan pengumuman tersebut bersama keluarga di depan kediamannya, termasuk sang ayah yang dengan antusias ikut menghitung jumlah nominasi.
Momen sederhana itu justru menjadi salah satu kenangan paling berharga dalam perjalanan kariernya di industri perfilman.
“Ayah saya menghitung jumlahnya (nominasi) di samping saya,” kata Coogler, dikutip dari The Guardian, pada Jumat, 23 Januari 2026.
“Dan ketika dia bilang (jumlahnya 16), saya berkata, ‘Ayah, kamu salah hitung. Tidak mungkin sebanyak itu’,” lanjutnya.
Kini, Coogler mengaku sang ayah kerap mengingatkannya akan momen tersebut dengan nada bercanda.
“Sekarang dia dengan senang hati terus mengingatkan betapa benarnya dia: ‘Jadi kamu percaya artikel-artikel itu, tapi tidak percaya hitungan ayahmu?’,” tutup Coogler.
Sinners tayang perdana pada 3 April 2025 di AMC Lincoln Square, New York City, sebelum dirilis secara luas di bioskop Amerika Serikat pada 18 April 2025 oleh Warner Bros. Pictures. Film ini tak hanya menuai pujian kritikus, tetapi juga mencatat kesuksesan komersial besar.
Secara global, Sinners berhasil meraup pendapatan sebesar USD368,3 juta atau sekitar Rp6,19 triliun, jauh melampaui anggaran produksinya yang berada di kisaran USD90–100 juta (sekitar Rp1,51–1,68 triliun).
Sinopsis Sinners
Berlatar tahun 1932, Sinners mengisahkan saudara kembar veteran Perang Dunia I, Elijah “Smoke” dan Elias “Stack” Moore (keduanya diperankan Michael B. Jordan), yang kembali ke kampung halaman mereka di Clarksdale, Mississippi, setelah lama merantau di Chicago.Dengan uang hasil curian, keduanya membeli sebuah penggergajian tua yang kemudian disulap menjadi juke joint, tempat hiburan bagi komunitas kulit hitam. Bersama sepupu mereka, Sammie (Miles Caton), seorang musisi muda berbakat yang menentang larangan ayahnya (seorang pendeta) terhadap musik blues, mereka membangun ruang harapan baru yang dipenuhi musik dan kebebasan.
Namun, di balik denting blues yang semarak, ancaman gelap perlahan mendekat. Seorang vampir asal Irlandia bernama Remmick (Jack O’Connell), bersama sekelompok Klansman yang telah ia ubah menjadi vampir, mengincar juke joint tersebut. Musik magis Sammie tak hanya membangkitkan roh masa lalu dan masa depan, tetapi juga menarik perhatian makhluk-makhluk malam.
Serangan vampir pun tak terelakkan. Banyak nyawa melayang, dan Smoke harus mengorbankan dirinya demi menyelamatkan Sammie. Di sisi lain, Sammie memilih tetap berjalan di jalur musik, meski bertentangan dengan ajaran ayahnya.
Berselang puluhan tahun, Sammie (Buddy Guy) pun berhasil menjadi legenda blues yang kembali berhadapan dengan Stack dan Mary (Hailee Steinfeld) yang hidup abadi.
Pertemuan itu membuka kembali luka lama dan mengingatkan bahwa malam berdarah di Clarksdale adalah momen terakhir ketika mereka benar-benar merasakan arti kebebasan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News