The Grand Budapest Hotel (Foto: via Medium)
The Grand Budapest Hotel (Foto: via Medium)

Lima Alasan Mengapa Film Wes Anderson Terasa Estetik

Hiburan trivia film
Kumara Anggita • 04 Juni 2019 12:46
Jakarta: Bila Anda adalah orang yang suka dengan hal-hal yang estetik, harusnya Anda tahu tentang Wes Anderson, sineas asal Amerika yang gemar memanjakan mata Anda.
 
Salah satu karyanya yang paling populer adalah The Grand Budapest Hotel (2014). Menonton filmnya akan menenggelamkan Anda pada makna keindahan yang di luar akal.
 
Namun mengapa karyanya bisa didefinisikan Indah? Mari kita ulas bersama Medcom.id secara lebih spesifik.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Artistik
 
Hampir di setiap adegan dalam filmnya, Anda akan melihat sudut estetika yang tidak biasa. Misalnya, Anderson suka sekali menonjolkan style lama. Dia tidak menghadirkan sesuatu dalam bentuk yang fancy atau modern melainkan sudut-sudut yang sederhana seperti gaya-gaya hipster, retro, dan indie yang memanjakan mata Anda. Coba perhatikan kostum-kostum pemainnya, arsitektur yang dipilih atau properti vintage yang dipakai seakan Anda dibawa ke dimensi yang berbeda.
 
Warna
 
Dengan warna, Anda akan melihat sesuatu secara berbeda. Namun dibutuhkan kejeniusan dalam memadupadankan warna satu dengan lainnya. Ini adalah salah satu kemenangan Wes Anderson. Dia dengan lihainya memadukan warna yang mudah ditangkap mata. Dia suka bermain dengan warna pastel. Tentunya warna lembut ini begitu menggemaskan dan membuat orang menengok dan terus bertahan melihat setiap adegan. Bahkan anak-anak saja tetap bisa menikmati film ini walaupun tidak paham konteksnya mengingat warna yang dihadirkan begitu magis.
 

Simetris
 
Wes Anderson menghadirkan sudut pandang simetris pada pandangan Anda. Misalnya di film The Grand Budapest Hotel, Anda akan menyadari bahwa setiap adegan diambil sudut lurus ke depan. Ini mungkin sebenarnya kaku namun dengan kejeniusannya dalam menonjolkan aspek kuat lainnya, Anda tidak akan menyadarinya. Kritikus film David Bordwell menyatakan, simetri dapat menciptakan “bingkai geometris statis [yang] dapat membangkitkan kualitas komik yang datar.” Ini memperkuat mengapa film ini jadi terasa begitu hidup.Selain itu, film ini juga diambil dengan kamera dengan gerakan halus tiap sisinya. Cara “tenang” itu akan membuat Anda terbawa pada dunianya seakan Anda dihipnotis.
 

Tulisan
 
Walaupun terkesan sepele, Anderson tidak pernah meremehkan tulisan yang dia gunakan dalam film. Dia secara konsisten menggunakan font futura. Konsep ini dipertahankan atas inspirasinya pada film-film italia kuno sewaktu dia muda. Anderson begitu luar biasa mendetail sehingga seakan apa yang kita saksikan adalah wujud kesempurnaan.
 
Musik
 
Tak hanya memanjakan mata Anda, Anderson juga konsisten dengan musiknya. Selama bertahun-tahun, Anderson telah bekerja dengan supervisor musik yang sama yaitu Randall Poster. Musik yang dipilihnya juga merepresentasikan seleranya yang melankolis. Misalnya ada lagu cover Portugis Seu Jorge untuk lagu-lagu David Bowie di The Life Aquatic atau opera di Moonrise Kingdom (2012), dan lagu rock tahun 60-an.
 
Alasan-alasan itu mengapa film Wes Anderson memberikan kesan khusus dibandingkan film-film lainnya yang pernah Anda tonton. Anda dibawa ke dunianya yang menghadirkan konsistensi akan representasi jiwa uniknya. Selamat terhipnotis.
 



 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif