Surya Saputra (Medcom.id-Edgar Nurhakim)
Surya Saputra (Medcom.id-Edgar Nurhakim)

Surya Saputra, Mantan Anggota Boyband yang Kini Ketagihan Berakting

Hiburan sineas kita Surya Saputra
Cecylia Rura • 11 Januari 2019 06:00
Jakarta: Bertumbuh dan berkembang di keluarga seniman ternyata mengilhami Surya Saputra untuk tekun dalam dunia seni peran. Surya Saputra adalah anak dari pasangan Eddy Suherman dan Linda Lolita Husein.
 
Sejak kecil, dia mengaku khatam dengan berbagai perkakas dan riuh tim produksi film atau sinetron apalagi ketika rumah sang kakek kerap digunakan sebagai lokasi syuting.
 
Ngomong-ngomong soal keaktoran, rupanya ini bukan batu loncatan Surya Saputra memulai karier di industri hiburan. Surya Saputra adalah mantan anggota paduan suara. Dia aktif sejak SMA.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Gua ikut paduan suara. Gua (suara) bass. Jadi, pada saat dites waktu itu, bikin malu tesnya. (Berharap) Jangan sampai gua tenor," cerita Surya saat berkunjung ke kantor Medcom.id belum lama ini.
 
Paduan suara dianggapnya sebagai alternatif atau selingan saat bersekolah. Kegiatan selingan ini berlanjut sampai di bangku perkuliahan. Menarik pada fase ini, Surya Saputra menceritakan awal kisah dia pernah membentuk boyband bernama Cool Colours.
 
Ajakan ini bermula dari Teuku Ryan yang ingin membentuk boyband. Ragu-ragu, Surya meminta bantuan Emilia Contessa. Usut punya usut, ternyata sebenarnya selera Teuku Ryan dan Surya tak sejalan. Surya lebih tertarik mendengarkan musik-musik band rock seperti Red Hot Chili Peppers dan Pearl Jam.
 
"Gua sama teman-teman gua (dibilang) pengkhianat lo! (Ampun) Cari duit buat bayar kampus," kata Surya diikuti tawa lepas menirukan perbincangan epik itu.
 
Surya Saputra, Mantan Anggota Boyband yang Kini Ketagihan Berakting
Surya Saputra (Foto: Dok. MI)
 
Cool Colours terbentuk pada 1995. Formasi masih bertiga yaitu Teuku Ryan, Surya Saputra, dan Ari Sihasale. Boyband pada zaman itu bukan seperti sekarang yang berkiblat pada kultur musik Korea Selatan. Katakanlah pada era 90-an Westlife berjaya dan Cool Colours ingin mengimitasinya.
 
"Cuma pada saat (lagu Westlife) dipop-in ke Indonesia tiba-tiba terlalu menye-menye (menyedihkan)," ujar Surya.
 
Sempat terbersit ingin berkiblat pada Backstreet Boys, tetapi musik mereka dirasa terlalu kuat pada musik disko. Mereka merilis album Tataplah yang dirilis 1995.
 
Mulanya mereka bermusik bersama B to 90's yang kini dikenal sebagai ADA Band. Saat itu Cool Colours mengisi panggung ke panggung bersama iringan B to 90's yang masih dalam formasi awal bersama Baim (vokal), Dika (bass), Iso (keyboard), E'el (drum) dan Herry. Tak berlangsung lama, B to 90's berganti menjadi ADA Band karena menginginkan cita-cita bermusik sendiri.
 
Teuku Ryan sempat hengkang dan digantikan oleh Ari Wibowo. Masuk pula satu personel baru Johandy Yahya. Formasi baru dalam kuartet ini merilis album Satu Yang Pasti. Grup ini lalu bubar pada 2001.
 
Berawal dari "Harkat Wanita"
 
Pada transisi tahun 1994-1995, Surya Saputra juga belajar berakting. Dia ditawari Starvision untuk terlibat dalam sinetron Harkat Wanita yang saat itu tayang di stasiun televisi RCTI. Sinetron itu disutradarai Christ Helweldery dengan para pemain Devi Permatasari, Asrul Zulmi dan Ully Artha.
 
Surya mengaku sempat tidak percaya diri dan meminta scene pendek agar tidak terlihat jelek. Iseng-iseng itu ternyata berbuah dan membuat Surya ketagihan.
 
"Gua cuma nongol di beberapa scene saja. Gua menemukan hal baru, gua harus menjadi orang lain, seseorang yang gua enggak pernah mungkin bisa begini dan ternyata gua bisa, malah selevel ini. Dan buat gua itu jadi kayak rekreasi. Kok enak, ya. Ada sesuatu dari sini keluar. Akhirnya gua pelajari lagi, sampai akhirnya menemukan kesenangan sendiri."
 
"Buat gua akting itu kayak kita bergonta-ganti topi. Ada yang topinya bulat, ada yang topinya panjang, menjadi hal lain. Gua menjadi tentara, jadi polisi, jadi penjahat, jadi orang-orang yang tadinya enggak pernah kebayang bakal menjadi mereka," tutur suami Cynthia Lamusu ini.
 
Surya Saputra, Mantan Anggota Boyband yang Kini Ketagihan Berakting
Surya Saputra (Foto: medcom/cecylia)
 
Aktor kelahiran 5 Juli 1975 itu kerap memainkan peran pendukung dalam beberapa judul film. Dia bahkan sukses meraih penghargaan sebagai Pemeran Pembantu Pria Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2004 dan Most Favourite Supporting Actor dalam MTV Indonesia Movie Awards 2004.
 
Sebagai aktor, Surya tak sepakat jika aktor hanya bermodal tampang tanpa ditopang kecerdasan intelektual. Menurutnya, aktor harus memiliki empati besar.
 
"Karena dia mampu merasakan perasaan orang lain. Kedua, seorang aktor pastinya dia punya pemahaman, intelegensi tinggi. Enggak mungkin dia menghapal skrip. Enggak mungkin dia bisa improve kalau dia memiliki kemampuan baik, ya. Dia pandai membaca situasi dan pasti dia pintar merekam karakter-karakter orang. Jadi, suka membaca karakter," papar aktor berusia 43 tahun itu.
 
Mendambakan Peran Utama
 
Tampak jarang Surya Saputra memerankan tokoh utama. Mungkin belum berjodoh atau belum bertemu momen yang tepat. Sempat dia mendambakan ingin bermain dalam film action.
 
Namun keinginan itu surut ketika merujuk pada minat pasar terhadap film di Indonesia yang dianggapnya cenderung mengangkat kisah remaja. Sementar dia membandingkan di luar negeri aktor dengan usia matang justru lebih banyak mendapat peran prestisius.
 
"Pingin, sih. Itu kan impian setiap orang. Mendapatkan kesempatan itu untuk bisa menunjukkan lebih. Sekarang ini memang eranya masih eranya ABG-ABG. Jadi, kita itu beda sama luar negeri. Di luar negeri, orang semakin umur semakin mateng orang memercayakan untuk peran-peran yang lebih gila," tuturnya.
 
"Liam Neeson tiba-tiba umurnya sudah 40 jelang 50 jadi di film Taken, dia menyelamatkan keluarganya. Robert Downey Jr. jadi Iron Man saat umur 40-an, kalau yang (memerankannya) Justin Timberlake jadi apa? Kalau di sini (Indonesia) pasti (aktor muda) Jefri Nichol, Adipati," sambungnya.
 
Surya Saputra, Mantan Anggota Boyband yang Kini Ketagihan Berakting
Surya Saputra (Foto: Antara)
 
Meski mendambakan, dia mengatakan usianya yang kini berkepala empat tak didukung kondisi fisik yang sehat. Dia pun mendambakan produksi film Indonesia lebih banyak memotivasi penonton.
 
"Yang harus dilakukan orang membuat film adalah membuat film yang make believe yang benar nyata. Caranya dengan akting natural, dengan kewajaran dan masuk akal," kata Surya.
 
Selain menggemari film Hollywood, Surya Saputra juga tertarik dengan konten cerita yang ditawarkan film-film produksi Korea Selatan.
 
"Korea itu bisa bikin cerita yang out of the box, enggak umum. Castaway on the Moon udah nonton? Itu keren," kata Surya.
 
Dia pun pernah menyaksikan beberapa film menyentuh seperti Miracle in Cell No. 7, Oldboy, Hello Ghost, dan Train to Busan.
 
"My Sassy Girl, kedua Sex is Zero. (Sex is Zero) Itu jorok, bercanda-bercanda jorok," paparnya saat ditanya film Korea pertama yang membuatnya jatuh cinta.
 

 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif