NEWSTICKER
Foto Cut Nyak Dien saat ditangkap pihak Belanda (Foto: Dok. Univ Leiden)
Foto Cut Nyak Dien saat ditangkap pihak Belanda (Foto: Dok. Univ Leiden)

Potret Cut Nyak Dhien Abadi dalam Bingkai Sinema

Hiburan montase film Kenduri Kebangsaan
Cecylia Rura • 20 Februari 2020 12:30
Film sebagai medium potret zaman ikut mengabadikan biografi Cut Nyak Dhien, Pahlawan Nasional Perempuan Indonesia asal Aceh. Terhitung sejak hari ini, sudah 111 tahun Cut Nyak Dhien dikenang sebagai perempuan asal Aceh yang gagah berani melawan melawan Belanda pada masa Perang Aceh (1873-1904).
 
Adalah sutradara Eros Djarot berinisiatif membuat film Tjoet Nja' Dhien (1988). Film ini berangkat atas dasar keresahan Eros Djarot ketika melihat sekumpulan ibu-ibu yang dianggap hanya membahas seputar persolekan.
 
"Saya kenapa bikin Tjoet Nja' Dhien? Saya pikir siapa ya tokoh yang bisa saya ambil supaya perempuan-perempuan di situ melek. Bahwa perempuan juga bisa berbuat sesuatu dan kalau perempuan bisa menjalankan peran seperti apa yang dilakukan Cut Nyak Dhien, mungkin negeri ini akan cepat maju," ucap Eros Djarot seusai pemutaran film di Kineforum, diabadikan oleh YouTuber Tantowi Gilang, 29 Maret 2017.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Potret Cut Nyak Dhien Abadi dalam Bingkai Sinema
 
Pahlawan perempuan Cut Nyak Dhien saat itu dikenal memberikan pengaruh kuat dan kobaran semangat bagi rakyat Aceh. Dia pun diasingkan ke wilayah Sumedang hingga akhir hayatnya pada 6 November 1908.
 
"Di sini (Sumedang) beliau ditempatkan, dititipkan kepada keluarga karena Cut Nyak Dhien adalah seorang ulama, perempuan ustazah juga," ungkap Raden Koenraad Soeriapoetra, Keturunan Sumedang Larang dalam wawancara bersama Metrotvnews, 21 April 2019.
 
Cut Nyak Dhien kemudian dirawat oleh seorang ulama besar Masjid Agung Sumedang, KH Sanusi.
 
"Cut Nyak Dhien dibuang ke Sumedang pada tahun 1906, yang mengantarkan ke sini Jenderal Belandanya sendiri, bernama Van Heuts dan diterima oleh Bupati Sumedang, Pangeran Aria Soeriaatmadja. Oleh Pangeran Aria Soeriaatmadja, Cut Nyak Dhien diserahkan kepada KH Sanusi, seorang ulama besar Masjid Agung Sumedang untuk merawat Cut Nyak Dhien," ungkap Dadang Rusnandar Kusumah, penjaga makam Cut Nyak Dhien.
 
Dadang melanjutkan, saat itu Cut Nyak Dhien ke Sumedang bersama seorang pengawal bernama Teuku Nanak berusia 15 tahun. Setelah Cut Nyak Dhien meninggal, Teuku Nanak menikah dengan warga Sumedang dan memiliki tiga orang anak. Pada 1930, Teuku Anak beserta istri dan anak dibawa ke Aceh.
 
Aktor Christine Hakim yang juga memiliki darah Aceh ditunjuk Eros Djarot memerankan sosok Cut Nyak Dhien dalam film biografi. Ada 60 buku dengan 11 bacaan wajib tentang Cut Nyak Dhien. Tiga di antaranya harus dituntaskan oleh Christine Hakim. Bagi Christine Hakim, meski baru memberanikan diri bermain film horor-thriller-gore dalam Perempuan Tanah Jahanam (2019), Tjoet Nja' Dhien adalah film yang paling membutuhkan perjuangan.
 
"Dari filmku yang paling berdarah-darah itu Tjoet Nja' Dhien," kata Christine Hakim saat berkunjung ke Media Group.
 
Peran ini disambut baik oleh Christine Hakim. Namun, Christine Hakim sempat mengeluhkan buruknya pengarsipan film di Indonesia, sehingga dia kesulitan mencari referensi dan harus membaca buku berbahasa Belanda. Film Tjoet Nja' Dhien mengantarkan Christine Hakim membawa Piala Citra kategori Pemeran UTama Wanita Terbaik serta Aktris Terpuji dalam Festival Film Bandung.
 
Film Tjoet Nja' Dhien juga meraih penghargaan lain kategori Sutradara Terbaik, Skenario Asli Terbaik, dan Cerita Asli Terbaik untuk Eros Djarot. Juga Tata Sinematografi Terbaik untuk George Kamarullah, Tata Artistik Terbaik untuk Benny Benhardi, dan Tata Musik Terbaik untuk Idris Sardi. Tjoet Nja' Dhien juga pernah ditayangkan di Cannes Film Festival.
 
Pada akhirnya, kisah perempuan pemberani asal Aceh, Cut Nyak Dhien masih harum hingga dikenang generasi sekarang. Film sebagai medium selain buku telah mencatat dan mengabadikan tokoh sejarah dan bagaimana Indonesia merdeka dari masa penjajahan.
 

 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif