BW Purbanegara. (Foto: Dok. BW Purbanegara)
BW Purbanegara. (Foto: Dok. BW Purbanegara)

'Kolam Baru' BW Purbanegara

Hiburan sineas kita
Cecylia Rura • 22 Juni 2019 09:00
Mas Bewe bisa saja membuat sebuah kejutan. Alih-alih meneruskan kemenangan film panjang pertama lewat Ziarah, pria asal Yogyakarta ini bermain di kolam baru dalam film Doremi & You.
 
Doremi & You menjadi film panjang kedua BW Purbanegara setelah Ziarah. Ada pemain remaja Naura, Devano Danendra, Fatih Unru, Nashwa Zahira, dan Toran Waibro. Perbandingan memang tak akan habis dikupas, tapi melihat layer kali ini BW Purbanegara bermain lebih berwarna dan berisik. Dapur produksi pun melibatkan para profesional seperti cerpenis Jujur Prananto dan rumah produksi film komersil.
 
Apa yang terjadi dengan BW Purbanegara?
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menyelisik sebab musabab, BW Purbanegara pelan-pelan menjelaskan maksud campur tangan mengarahkan film komersil perdana. Soal selera penonton terhadap karyanya, dia merasa itu hak penonton bebas memilih. BW menyadari, film jenis ini bukan sepenuhnya menjadi apa yang dia inginkan. Ada pembagian kue dengan beberapa pihak dan membuatnya sedikit menahan ego berkarya. Untuk menjawab hal itu, BW mengaku ingin keluar dari zona nyaman tetapi tak ingin bermain dalam dramatisasi.
 
"Saya suka mengeksplorasi hal baru, saya suka mencoba hal-hal baru. Jadi saya mencoba untuk tidak setia pada satu bentuk saja. Takutnya nanti saya tidak bisa keluar dari zona nyaman," jawab BW ditemui selepas press screening di Jakarta Pusat.
 
Ulasan Film Doremi & You
 
"Ini pertama kali saya membuat film yang dirancang untuk pasar yang besar. Saya dulu cukup nyaman karena enggak punya tuntutan kayak tuntutan 'ini kalau bisa komunikatif untuk katakanlah sebanyak-banyaknya agar bisa diterima pasar yang lebih luas'. Saya dulu enggak punya tantangan itu jadi buat saya itu nyaman-nyaman saja. Tapi kalau begitu terus jangan-jangan saya tidak belajar hal baru makanya saya menerima tantangan ini. Tapi tetap bikin filmnya enggak terjebak terlalu banyak memasukkan micin atau gula-gula," terang BW.
 
'Kolam Baru' BW Purbanegara
Pemain dan kru film Doremi & You di Yogyakarta, 4 April 2019. (Foto: Good Work)
 
Doremi & You bukan film anak pertama bagi BW Purbanegara. Dua judul film pendek anak garapan BW adalah Cheng Cheng Po (2007) dan Say Hello to Yellow (2011). Keduanya memenangkan beberapa film festival dan tak mengandalkan tenaga aktor profesional. Sementara Doremi & You, dia dipercaya mengarahkan penyanyi dan aktor tampil berakting sambil bernyanyi. Ada rasa berbeda ketika BW memiliki tanggungjawab lebih dalam mengerjakan film. Keputusan BW melepas anggapan penonton tentang dia yang konsisten menelurkan karya film festival.
 
"Saya lebih ke bahwa kita perlu belajar untuk membuat sesuatu yang itu tidak hanya ketika saya kreator tidak hanya memikirkan kenyamanan saya sendiri sebagai kreator tapi saya membuatkan untuk kalangan penonton yang lebih luas. Di jenis-jenis film sebelumnya saya tahu itu saya membuat sesuka hati dan saya yakin tetap ada yang suka meskipun enggak terlalu banyak, ada yang mengapresiasi, ada capaian tersendiri. Saya pingin mencoba capaian yang lain. Saya pingin tahu apresiasi dari penonton di kalangan yang lebih luas seperti apa," kata BW.
 
Tentu ada anggapan BW keluar dari bangku penyaman karena memikirkan strategi bisnis untuk bisa memodali karya film selanjutnya. Seperti yang terjadi pada film Ziarah yang menuai kesuksesan, dan menjadi pemantapan akar gaya penyutradaraan BW setelah melepas film pendek dengan gaya penyutradaraan serupa. BW menanggapi hal itu sebagai tugas dan tanggung jawab produser.
 
"Kalau soal market dan sebagainya itu sebenarnya wilayah produser karena saya lebih membuat film, filmnya bagus dan diterima orang yang Alhamdulillah. Tapi kalau ternyata pasar itu enggak menerima saya juga enggak rugi karena yang diputar, sebenarnya yang berstrategi di situ bukan saya makanya ini berkolaborasi market mencari penonton dan tetap membuat film yang bermuatan edukasi," kata BW.
 
Untuk pertama dan kedua, selalu ada perbandingan seperti pada karya panjang BW Purbanegara yakni Ziarah dan Doremi & You. BW mengerjakan film Doremi & You sebagai bentuk pendekatan terhadap zaman. Bukan berpaling, dia beralasan film ini diterima untuk digarap karena statusnya yang juga berubah sebagai seorang bapak. BW ingin mempertegas meski dia bermain bersama produksi film komersil, ada identitas yang masih dijaga yaitu pesan yang disampaikan lewat semiotika.
'Kolam Baru' BW Purbanegara
Film Doremi & You (Foto: goodwork)
 
"Apa yang terjadi pada hidup saya mungkin berpengaruh terhadap apa yang saya buat. Tahun lalu saya baru saja punya anak, Meta namanya, sekarang umurnya sudah 1 tahun, anak pertama. Saya suka nonton film, kayaknya perlu membuat film untuk anak-anak. Kemudian itu membuat saya bersemangat membuat film semacam ini yang kemudian dalam prosesnya, melihat hubungan antara bapak dan anak, anak yang bayi ada relasi yang khas yang saya juga ingin tuangkan. Kemudian saya tuangkan di situ ada si bapak dan anak (dalam film Doremi & You)," ungkap pria yang mengawali langkah penyutradaraan itu lewat panggung teater SMAN 3 Yogyakarta.
 

"Bapaknya bukan memberi nasihat yang gamblang, tapi sesuatu yang butuh perenungan dan butuh berpikir dan itu tersirat kemudian dengan lagu kayaknya menarik. Itu dari kepikiran kayak gitu dari saya berpikir tentang relasi bapak sama anak harusnya gimana sih apakah selalu memberi nasihat, mengomando ini itu. Mungkin bukan juga alter tapi apa yang saya alami di hidup saya, menginspirasi apa yang muncul di film," terang BW.
 
Mengejutkan bagi para kritikus melihat sosok sineas BW Purbanegara turun tangan dalam produksi film yang jauh dari biasanya. Selepas proyek Doremi & You, BW Purbanegara menyiapkan beberapa karya baru yang kembali pada jalurnya sebagai sineas festival.
 
Sebelum terlibat dalam film Doremi & You, BW membagikan sedikit proyek film panjang terbaru setelah Ziarah. Proyek film dengan judul yang masih rahasia itu melibatkan aktor cilik berusia 3,5 tahun dan Ayu Laksmi. Film ini telah melakukan syuting pada pergantian tahun lalu, tepatnya Desember ke Januari. Film ini nantinya mengembalikan nyawa BW Purbanegara untuk menyasar festival film.
 
"Lebih ke jenis film meditatif, sedikit dialog. Sangat tidak berisik, beda banget. Saya selalu pingin cari bentuk yang baru dalam setiap karya dan saya tidak mau berhenti di satu jenis gaya. Perkara penonton lebih suka yang mana itu pilihan penonton," terang BW.
 
'Kolam Baru' BW Purbanegara
Film panjang terbaru BW Purbanegara dengan judul yang masih dirahasiakan. (Foto: Instagram @bewe_bw)
 
Selain proyek film panjang terbaru, BW juga merilis kelanjutan cerita dari film pendek Bermula dari A.
 
"Nulis sendiri tapi ada partner produser yang membantu. Judulnya Lelaki dalam Lemari," kata BW.
 
BW beranggapan hakikat seni menjadi tonggak agar penonton merasakan keindahan sebuah karya. Formulasi indah menurutnya, berangkat dari kesatuan unsur.
 
"Indah itu terjadi karena ada harmoni antara unsur-unsur yang membentuk, itu aja. Apapun kemudian bentuknya, entah itu film pendek, film panjang, buat festival, pasar yang lebih luas, saya masih pegang itu. Buat saya dasar dari estetika itu ya harmoni, bukan cuma dalam musik tapi juga yang lain. Di dalam bicara harmoni kadang di dalamnya ada paradoks, unsur-unsur yang bertentangan tapi ketika bersatu menjadi luar biasa," kata BW.
 

 


 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif