YOUR FASHION

JFW 2027 Hadirkan Diplomasi Wastra Asia Tenggara

A. Firdaus
Rabu 14 Oktober 2026 / 11:11
Ringkasnya gini..
  • JFW 2027 menghadirkan Sea Waves Initiative, program diplomasi budaya yang mempertemukan wastra dan fesyen Asia Tenggara.
  • Memasuki penyelenggaraan ke-18, JFW 2027 mengusung tema City of New Lights.
  • JFW 2027 sendiri akan berlangsung pada 26 Oktober hingga 1 November 2026 di City Hall, Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan.
Jakarta: Kain tradisional bukan sekadar bagian dari dunia fesyen. Di balik motif dan teknik pembuatannya, tersimpan cerita tentang identitas, tradisi, dan karakter suatu bangsa. Kekayaan budaya inilah yang ingin diperkenalkan lebih luas melalui Jakarta Fashion Week (JFW) 2027.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong wastra Nusantara menjadi salah satu daya tarik destinasi wisata melalui ajang mode tahunan tersebut. Tak hanya memperkenalkan kain tradisional Indonesia, JFW 2027 juga menjadi ruang untuk menghubungkan kekayaan fesyen dan budaya negara-negara Asia Tenggara ke panggung global.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenpar, Hafiz Agung Rifai, mengatakan JFW diharapkan menjadi gerbang bagi masyarakat internasional untuk mengenal Indonesia melalui fesyen.

“Kami berharap JFW 2027 ini menjadi gerbang untuk mengenal Indonesia melalui fesyen, dan menjadikan wastra sebagai daya tarik destinasi, mulai dari destinasi yang kaya tradisi hingga destinasi perkotaan,” kata Hafiz melansir Antara.

Memasuki penyelenggaraan ke-18, JFW 2027 mengusung tema City of New Lights. Ajang ini diharapkan menjadi platform pengembangan industri mode, perluasan jejaring, serta promosi talenta kreatif Indonesia di tingkat internasional.
 

Hubungkan Wastra Asia Tenggara Lewat Sea Waves Initiative


Salah satu program yang dihadirkan dalam JFW 2027 adalah Sea Waves Initiative, hasil kolaborasi Kemenpar dan Jakarta Fashion Week. Inisiatif ini mengusung diplomasi budaya melalui fesyen, wastra, dan warisan budaya untuk memperkuat identitas Asia Tenggara di panggung global.

Program tersebut terdiri dari dua agenda utama. Pertama, SEA Waves Installation yang berlangsung pada 26 Oktober 2026 hingga 8 Januari 2027 di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.

Instalasi ini akan menghadirkan wastra dari 10 negara Asia Tenggara. Selain itu, pengunjung dapat melihat showcase kebaya yang menampilkan koleksi dari Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Thailand, dan Singapura.

Kehadiran instalasi ini memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal keragaman kain dan busana tradisional kawasan Asia Tenggara dalam satu ruang. Bagi pencinta budaya dan fesyen, agenda tersebut juga bisa menjadi cara untuk melihat persamaan maupun keunikan tradisi tekstil setiap negara.

Agenda kedua adalah SEA Fashion Parade yang dijadwalkan berlangsung pada 1 November 2026 di Pondok Indah Mall, Jakarta. Peragaan busana ini akan menampilkan karya enam desainer yang mewakili Vietnam, Malaysia, Kamboja, Thailand, Singapura, dan Filipina dalam dua sesi.

Melalui peragaan tersebut, fesyen kontemporer menjadi medium untuk memperkenalkan identitas budaya masing-masing negara sekaligus membuka peluang kolaborasi antar pelaku industri mode di kawasan.
 

Fesyen Jadi Pintu Masuk Mengenal Destinasi


Bagi sektor pariwisata, fesyen dan wastra memiliki potensi lebih luas daripada sekadar produk yang ditampilkan di panggung peragaan. Kain tradisional dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal sejarah, tradisi, kerajinan, hingga kehidupan masyarakat di suatu destinasi.

Ketertarikan terhadap wastra, misalnya, bisa mendorong wisatawan untuk mengunjungi sentra tenun, melihat proses pembuatan kain, atau mencari tahu filosofi motif khas suatu daerah. Aktivitas tersebut berpotensi memperluas pengalaman wisata sekaligus membuka kesempatan bagi perajin dan pelaku usaha lokal.

Hafiz berharap Sea Waves Initiative dapat memperluas eksposur wastra Asia Tenggara, memperkuat jejaring industri mode, serta mempromosikan kekayaan budaya dan destinasi wisata kepada audiens global.

“Kami berharap penyelenggaraan JFW 2027 dan Sea Waves Initiative ini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, belanja wisata, serta aktivitas sektor akomodasi, kuliner, transportasi, ritel, dan ekonomi kreatif, juga memperkuat promosi destinasi Indonesia,” ujar Hafiz.

JFW 2027 sendiri akan berlangsung pada 26 Oktober hingga 1 November 2026 di City Hall, Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan.

Melalui perpaduan mode modern, tren kontemporer, inovasi desain, dan kekayaan wastra, Jakarta juga diarahkan menjadi destinasi fesyen Asia Tenggara yang mampu bersaing di tingkat global. Dengan begitu, panggung mode tak hanya menjadi ruang bagi desainer untuk memperkenalkan karya, tetapi juga kesempatan untuk membawa cerita budaya dan destinasi Indonesia ke hadapan dunia.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH