- Mawar Eva de Jongh menunjukkan bagaimana elemen tailoring bisa tampil lebih ringan melalui permainan proporsi dan warna.
- Permainan proporsi menjadi daya tarik utama.
- Gaya seperti ini bisa diterapkan untuk berbagai momen, mulai dari coffee date, brunch, hingga staycation.
Jakarta: Memilih outfit untuk musim hujan atau cuaca yang lebih sejuk bukan berarti harus mengorbankan gaya. Koleksi UNIQLO : C Fall/Winter 2026 menghadirkan pendekatan yang memadukan kenyamanan, siluet modern, serta warna-warna hangat yang mudah dipadupadankan.
Mengusung tema “Precision in Softness”, koleksi terbaru karya Clare Waight Keller tersebut menawarkan berbagai kemungkinan styling untuk karakter yang berbeda.
Hal itu terlihat dari cara Mawar Eva de Jongh, Omara Esteghlal, serta pasangan Andrew White dan Nana Mirdad menerjemahkan koleksi UNIQLO : C ke dalam gaya personal masing-masing.
Mulai dari tampilan elegan dengan siluet longgar, gaya urban yang lebih berkarakter, hingga couple styling yang serasi tanpa harus mengenakan pakaian kembar.
Mawar Eva de Jongh menunjukkan bagaimana elemen tailoring bisa tampil lebih ringan melalui permainan proporsi dan warna.
Dalam salah satu tampilannya, Mawar mengenakan Sweater Rileks Kasmir Lembut Kerah V warna lemon yellow, dipadukan dengan Kemeja Katun Kerah Tegak Lengan Panjang warna biru muda serta Celana Barel putih.
Kombinasi warna terang tersebut memberikan kesan clean dan elegan. Sementara potongan yang lebih loose membuat tampilan tetap terasa santai dan nyaman untuk dikenakan sehari-hari.
Look ini bisa menjadi inspirasi untuk berbagai aktivitas, mulai dari menikmati kopi di pagi hari, menghadiri meeting, hingga berjalan santai di tengah kota.
Pada tampilan lainnya, Mawar memperlihatkan sisi yang lebih terstruktur melalui Jaket Tailored Double Face warna dark brown. Ia memadukannya dengan inner HEATTECH Ekstra Hangat T-shirt Kasmir Campuran warna blush pink dan Jeans Baggy biru.
Motif check pada jaket memberikan struktur, sementara jeans baggy membuat keseluruhan tampilan tidak terasa terlalu formal.
Sementara itu, Omara Esteghlal menawarkan inspirasi bagi mereka yang menyukai gaya kasual dengan karakter lebih kuat.
Omara mengenakan Jaket Kerah Tegak Berlapis Pile warna bordeaux yang dipadukan dengan Jeans Barel berpotongan rileks.
Warna bordeaux menjadi salah satu aksen yang menarik perhatian. Ketika dipadukan dengan inner hitam, tampilannya terasa bold tetapi tetap refined.
Pada look lainnya, Omara memadukan Cardigan Kerah Kemeja Merino Blend warna navy dengan Celana Barel beige.
Permainan proporsi menjadi daya tarik utama. Atasan yang lebih fitted dipadukan dengan celana bervolume sehingga menghasilkan tampilan relaxed sekaligus tetap terstruktur.
Kombinasi tersebut juga menunjukkan bahwa outfit sederhana tidak harus terlihat biasa. Permainan tekstur, warna, dan potongan bisa membuat tampilan tetap menarik meski tanpa banyak aksesori.
Buat pasangan yang ingin tampil kompak tanpa memakai outfit yang sama persis, gaya Andrew White dan Nana Mirdad bisa menjadi inspirasi.
Andrew mengenakan Cardigan Kerah Kemeja Merino Blend bernuansa olive dengan Celana Barel beige. Sementara Nana memilih Cardigan Milano Rib Ritsleting warna deep olive, inner putih, serta Celana Korduroi Volume soft white.
Keduanya terlihat serasi berkat permainan warna yang saling melengkapi, bukan karena mengenakan pakaian yang identik.
Gaya seperti ini bisa diterapkan untuk berbagai momen, mulai dari coffee date, brunch, hingga staycation.
Nana juga memberikan sentuhan warna mustard melalui Rompi Korduroi Padded. Warna tersebut menjadi aksen di tengah palet netral dan earthy yang mendominasi koleksi Fall/Winter.
Rompi itu kemudian dipadukan dengan Celana Volume cokelat tua untuk mempertahankan kesan hangat.
Sementara itu, Andrew membawa nuansa cokelat melalui Kemeja Lembut Easy Care Lengan Panjang, yang dikenakan bersama Jaket Trucker Denim dan Jeans Barel dalam gaya denim-on-denim.
Pilihan warna cokelat menjadi benang merah yang menghubungkan gaya keduanya, meski masing-masing tetap memiliki karakter personal.
Melalui koleksi UNIQLO : C Fall/Winter 2026, Clare Waight Keller mengeksplorasi bagaimana kenyamanan dapat berjalan beriringan dengan ekspresi personal.
Permainan material, tekstur, warna, dan siluet membuat satu koleksi dapat diterjemahkan ke dalam berbagai gaya. Ada tampilan yang ringan dan elegan, gaya urban yang lebih bold, hingga couple styling yang terasa effortless.
Koleksi UNIQLO : C Fall/Winter 2026 telah tersedia di sejumlah toko UNIQLO, di antaranya Pondok Indah Mall 1, Pondok Indah Mall 3, Senayan City, Grand Indonesia, 23 Paskal Bandung, Pakuwon Mall Surabaya, dan Pakuwon Mall Jogja.
(FIR)
Mengusung tema “Precision in Softness”, koleksi terbaru karya Clare Waight Keller tersebut menawarkan berbagai kemungkinan styling untuk karakter yang berbeda.
Hal itu terlihat dari cara Mawar Eva de Jongh, Omara Esteghlal, serta pasangan Andrew White dan Nana Mirdad menerjemahkan koleksi UNIQLO : C ke dalam gaya personal masing-masing.
Baca Juga :
Jeans tapi Rasanya Kayak Sweatpants, Kok Bisa?
Mulai dari tampilan elegan dengan siluet longgar, gaya urban yang lebih berkarakter, hingga couple styling yang serasi tanpa harus mengenakan pakaian kembar.
Gaya Elegan dan Lembut ala Mawar
Mawar Eva de Jongh menunjukkan bagaimana elemen tailoring bisa tampil lebih ringan melalui permainan proporsi dan warna.
Dalam salah satu tampilannya, Mawar mengenakan Sweater Rileks Kasmir Lembut Kerah V warna lemon yellow, dipadukan dengan Kemeja Katun Kerah Tegak Lengan Panjang warna biru muda serta Celana Barel putih.
Kombinasi warna terang tersebut memberikan kesan clean dan elegan. Sementara potongan yang lebih loose membuat tampilan tetap terasa santai dan nyaman untuk dikenakan sehari-hari.
Look ini bisa menjadi inspirasi untuk berbagai aktivitas, mulai dari menikmati kopi di pagi hari, menghadiri meeting, hingga berjalan santai di tengah kota.
Pada tampilan lainnya, Mawar memperlihatkan sisi yang lebih terstruktur melalui Jaket Tailored Double Face warna dark brown. Ia memadukannya dengan inner HEATTECH Ekstra Hangat T-shirt Kasmir Campuran warna blush pink dan Jeans Baggy biru.
Motif check pada jaket memberikan struktur, sementara jeans baggy membuat keseluruhan tampilan tidak terasa terlalu formal.
Gaya Urban Berkarakter ala Omara
Sementara itu, Omara Esteghlal menawarkan inspirasi bagi mereka yang menyukai gaya kasual dengan karakter lebih kuat.
Omara mengenakan Jaket Kerah Tegak Berlapis Pile warna bordeaux yang dipadukan dengan Jeans Barel berpotongan rileks.
Warna bordeaux menjadi salah satu aksen yang menarik perhatian. Ketika dipadukan dengan inner hitam, tampilannya terasa bold tetapi tetap refined.
Gaya Urban Berkarakter ala Omara
Pada look lainnya, Omara memadukan Cardigan Kerah Kemeja Merino Blend warna navy dengan Celana Barel beige.
Permainan proporsi menjadi daya tarik utama. Atasan yang lebih fitted dipadukan dengan celana bervolume sehingga menghasilkan tampilan relaxed sekaligus tetap terstruktur.
Kombinasi tersebut juga menunjukkan bahwa outfit sederhana tidak harus terlihat biasa. Permainan tekstur, warna, dan potongan bisa membuat tampilan tetap menarik meski tanpa banyak aksesori.
Serasi Tanpa Harus Kembaran
Buat pasangan yang ingin tampil kompak tanpa memakai outfit yang sama persis, gaya Andrew White dan Nana Mirdad bisa menjadi inspirasi.
Andrew mengenakan Cardigan Kerah Kemeja Merino Blend bernuansa olive dengan Celana Barel beige. Sementara Nana memilih Cardigan Milano Rib Ritsleting warna deep olive, inner putih, serta Celana Korduroi Volume soft white.
Keduanya terlihat serasi berkat permainan warna yang saling melengkapi, bukan karena mengenakan pakaian yang identik.
Gaya seperti ini bisa diterapkan untuk berbagai momen, mulai dari coffee date, brunch, hingga staycation.
Nana juga memberikan sentuhan warna mustard melalui Rompi Korduroi Padded. Warna tersebut menjadi aksen di tengah palet netral dan earthy yang mendominasi koleksi Fall/Winter.
Rompi itu kemudian dipadukan dengan Celana Volume cokelat tua untuk mempertahankan kesan hangat.
Sementara itu, Andrew membawa nuansa cokelat melalui Kemeja Lembut Easy Care Lengan Panjang, yang dikenakan bersama Jaket Trucker Denim dan Jeans Barel dalam gaya denim-on-denim.
Pilihan warna cokelat menjadi benang merah yang menghubungkan gaya keduanya, meski masing-masing tetap memiliki karakter personal.
Satu Koleksi, Banyak Cara Bergaya
Melalui koleksi UNIQLO : C Fall/Winter 2026, Clare Waight Keller mengeksplorasi bagaimana kenyamanan dapat berjalan beriringan dengan ekspresi personal.
Permainan material, tekstur, warna, dan siluet membuat satu koleksi dapat diterjemahkan ke dalam berbagai gaya. Ada tampilan yang ringan dan elegan, gaya urban yang lebih bold, hingga couple styling yang terasa effortless.
Koleksi UNIQLO : C Fall/Winter 2026 telah tersedia di sejumlah toko UNIQLO, di antaranya Pondok Indah Mall 1, Pondok Indah Mall 3, Senayan City, Grand Indonesia, 23 Paskal Bandung, Pakuwon Mall Surabaya, dan Pakuwon Mall Jogja.
(FIR)