YOUR FASHION
Future Fashion Designer 2026, Langkah Awal Desainer Muda Indonesia Berkembang
Aulia Putriningtias
Jumat 19 Juni 2026 / 18:14
- Berkolaborasi dengan Susan Budihardjo Fashion Forward Institute.
- Ada 8 desainer muda yang ikut program FFD.
- Selama program intensif, mereka ditantang menyelesaikan lima koleksi berdasarkan lima brief desain yang berbeda.
Jakarta: Tahun ini, JF3 mengenalkan Future Fashion Designer (FFD), sebuah transformasi program yang sebelumnya Future Fashion Award.
Kita tahu bahwa kreativitas tidak cukup. Industri juga membutuhkan desainer yang mampu menerjemahkan ide menjadi karya nyata melalui kemampuan teknis, pemahaman proses, pengambilan keputusan, serta kualitas eksekusi yang baik.
Berkolaborasi dengan Susan Budihardjo Fashion Forward Institute, FFD bertujuan memajukan industri fesyen Indonesia dan mendukung lahirnya generasi baru pelaku industri fesyen yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan.
Sejalan dengan tema JF3 2026, Recrafted: Shaping the Future, FFD menjadi salah satu langkah nyata JF3 dalam mempersiapkan generasi penerus fashion Indonesia.
"Untuk memajukan industri fashion Indonesia, kita membutuhkan desainer yang tidak hanya mampu menciptakan konsep, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengesekusinya dengan baik," ungkap Thresia Maretha selaku Advisor JF3, Kamis, 18 Juni 2026.
"Kemampuan tersebut hanya dapat dibangun melalui pengalaman, tantangan, dan proses yang nyata," lanjutnya.
Ada 8 desainer muda yang ikut program FFD. Mereka adalah yang lolos seleksi dari puluhan peserta lulusan sekolah fesyen dari berbagai daerah yang mendaftar program ini.
Selama program intensif, mereka ditantang menyelesaikan lima koleksi berdasarkan lima brief desain yang berbeda. Mulai dari Prototype, The Curve, Re'Heritage, Multifunction, dan Opposite.
Tantangan untuk menguji kemampuan mereka, mulai dari eksplorasi identitas desain, interpretasi budaya, inovasi, kemampuan beradaptasi, hingga penyelesaian masalah secara kreatif.
Setelah melalui seleksi lanjutan dan penjurian tahap final, Arron Bryan, desainer muda asal Jayapura, Papua, berhasil meraih gelar Future Fashion Designer 2026. Tak hanya itu, ia berkesempatan menampilkan karyanya di runway JF3 Fashion Festival 2026.
Chairman JF3 Fashion Festival, Soegianto Nagaria, menegaskan bahwa regenerasi talenta merupakan bagian penting dari masa depan industri fesyen Indonesia.
"Melalui FFD, kami ingin menciptakan ruang bagi para desainer muda untuk menguji kemampuan mereka secara nyata, membangun kepercayaan diri, dan mempersiapkan diri menghadapi industri yang terus berkembang," imbuhnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Kita tahu bahwa kreativitas tidak cukup. Industri juga membutuhkan desainer yang mampu menerjemahkan ide menjadi karya nyata melalui kemampuan teknis, pemahaman proses, pengambilan keputusan, serta kualitas eksekusi yang baik.
Berkolaborasi dengan Susan Budihardjo Fashion Forward Institute, FFD bertujuan memajukan industri fesyen Indonesia dan mendukung lahirnya generasi baru pelaku industri fesyen yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan.
Sejalan dengan tema JF3 2026, Recrafted: Shaping the Future, FFD menjadi salah satu langkah nyata JF3 dalam mempersiapkan generasi penerus fashion Indonesia.
"Untuk memajukan industri fashion Indonesia, kita membutuhkan desainer yang tidak hanya mampu menciptakan konsep, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengesekusinya dengan baik," ungkap Thresia Maretha selaku Advisor JF3, Kamis, 18 Juni 2026.
"Kemampuan tersebut hanya dapat dibangun melalui pengalaman, tantangan, dan proses yang nyata," lanjutnya.
Ada 8 desainer muda yang ikut program FFD. Mereka adalah yang lolos seleksi dari puluhan peserta lulusan sekolah fesyen dari berbagai daerah yang mendaftar program ini.
Selama program intensif, mereka ditantang menyelesaikan lima koleksi berdasarkan lima brief desain yang berbeda. Mulai dari Prototype, The Curve, Re'Heritage, Multifunction, dan Opposite.
Tantangan untuk menguji kemampuan mereka, mulai dari eksplorasi identitas desain, interpretasi budaya, inovasi, kemampuan beradaptasi, hingga penyelesaian masalah secara kreatif.
Setelah melalui seleksi lanjutan dan penjurian tahap final, Arron Bryan, desainer muda asal Jayapura, Papua, berhasil meraih gelar Future Fashion Designer 2026. Tak hanya itu, ia berkesempatan menampilkan karyanya di runway JF3 Fashion Festival 2026.
Chairman JF3 Fashion Festival, Soegianto Nagaria, menegaskan bahwa regenerasi talenta merupakan bagian penting dari masa depan industri fesyen Indonesia.
"Melalui FFD, kami ingin menciptakan ruang bagi para desainer muda untuk menguji kemampuan mereka secara nyata, membangun kepercayaan diri, dan mempersiapkan diri menghadapi industri yang terus berkembang," imbuhnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)