End Google Analytics -->
YOUR FASHION

7 Ragam Pakaian Adat dari Berbagai Negara di Asia

Medcom
Selasa 10 Januari 2023 / 15:38
Jakarta: Benua Asia terdiri dari keragaman besar budaya, tradisi dan adat istiadat dari berbagai negara. Asia dikenal dengan kostum nasional yang unik dan berkelas.

Pakaian adat memang merupakan keindahan budaya masing-masing negara. Banyak di antaranya telah mempertahankan sejarah dan maknanya selama berabad-abad. Sementara yang lain telah berevolusi menjadi penggunaan dengan versi kekinian.

Di bawah ini adalah 7 pakaian tradisional Asia, yang beberapa mungkin pernah kamu dengar dan yang lainnya terasa baru bagi kamu:
 

1. Batik - Indonesia


Indonesia memiliki banyak sekali pakaian adat dari berbagai budaya yang ada. Namun, yang mengeneral di dunia adalah batik. Batik tidak hanya mengacu pada pakaian, tetapi juga teknik seni serat tahan lilin Indonesia, metode penerapan desain pewarna berwarna pada kain. Batik ditemukan di Jawa, Indonesia dan menyebar ke seluruh dunia.
 

2. Ao Dai - Vietnam


Ao Dai adalah pakaian tradisional Vietnam, dan disebut sama untuk pria dan wanita, meski lebih sering dipakai oleh wanita. Ini terdiri dari satu potong pakaian panjang pergelangan kaki dengan lengan panjang dan celah di kedua sisi yang memanjang hingga pinggul. Dipadukan dengan celana panjang di bawahnya. Untuk pria, ini lebih longgar tetapi gaun wanita ketat, menonjolkan lekuk tubuh.
 

3. Hanbok - Korea Selatan


Hanbok adalah pakaian kerajaan tradisional Korea Selatan untuk pria dan wanita dan telah berevolusi menjadi pakaian terutama untuk acara-acara khusus. Hanbok adalah kostum longgar dan dapat ditemukan dalam berbagai warna. Hanbok modern menjadi lebih sering populer, dengan artis K-pop mengenakannya, membawa kebangkitan minat di antara warga Korea.
 

4. Kimono - Jepang


Mungkin salah satu pakaian Asia yang lebih populer, Kimono adalah pakaian tradisional Jepang. Muncul dalam berbagai gaya dan dapat dikenakan oleh pria dan wanita, dengan gaya yang paling umum adalah garmen bungkus panjang berbentuk T, dipasangkan dengan Obi, atau ikat pinggang. Warna Kimono bersifat simbolis, dan kombinasinya dapat mewakili musim, status perkawinan, usia, atau kelas politik seseorang.
 

5. Sari & Dupatta - Bangladesh


Sari adalah pakaian tradisional wanita Bangladesh, tetapi juga dikenakan di banyak negara Asia Selatan lainnya. Ini adalah gaun yang panjangnya bervariasi antara 15 hingga 30 kaki yang dililitkan di pinggang dan kemudian disampirkan di bahu dengan cara yang sangat khusus.
 

6. Baro't Saya - Filipina


The Baro't Saya merupakan pakaian tradisional wanita di Filipina. Terdiri dari 4 bagian: blus, rok panjang, saputangan yang dikenakan di atas bahu dan kain persegi pendek yang dikenakan di atas rok. Baro’t Saya versi laki-laki disebut tagalog barong.

Baro’t Saya menggabungkan elemen desain Filipina pra-kolonial dan gaya kolonial Spanyol. Sekarang dipakai untuk acara formal dan seragam kantor. Versi baro't saya berkembang menjadi apa yang sekarang disebut gaun Maria Clara atau gaun Filipiniana, yang merupakan versi modern yang dikenakan oleh orang kaya dan kelas atas.
 

7. Chut Thai - Thailand


Chut Thai merupakan pakaian tradisional Thailand. Ada beberapa jenis chut Thai untuk wanita, terdiri dari gaya, pola, aksesori, dan kesempatan yang berbeda untuk mengenakannya masing-masing.

Ruean Ton adalah pakaian yang paling kasual. Ini terdiri dari rok panjang berbentuk tabung, yang disebut sinh, yang juga dikenakan di Laos, dan blus lengan panjang tanpa kerah. Chakkri adalah pakaian formal dan elegan yang diproduksi dengan menggunakan teknik menenun yang disebut “yok”.

Sinh memiliki dua lipatan depan dan dikenakan dengan "sabai", barang seperti selendang yang membungkus tubuh bagian atas dan menjuntai ke tanah di satu sisi, menutupi satu bahu. Ini sering kali menggunakan benang berwarna emas atau perak, membuat Chakkri menjadi pakaian yang lebih mahal.

Nandhita Nur Fadjriah
(FIR)

MOST SEARCH