YOUR FASHION
Anggun dan Wanda Ponika Yakin Perhiasan Indonesia Bisa Mendunia
Elang Riki Yanuar
Minggu 23 Agustus 2026 / 17:48
- Wanda Ponika yakin perhiasan Indonesia mampu bersaing di pasar global lewat desain berkarakter dan kualitas berlian terbaik.
- Lewat butik barunya di Plaza Indonesia, Wanda Ponika memperkuat langkah membawa karya perhiasan Indonesia agar semakin dikenal di dunia.
- Anggun menilai karya Wanda Ponika memiliki kualitas yang tak kalah dari luar negeri dan layak mendapat tempat di panggung internasional.
Jakarta: Wanda Ponika semakin percaya diri membawa karya perhiasan Indonesia ke panggung internasional. Melalui Wanda House of Jewels, ia ingin membuktikan bahwa desainer dan seniman perhiasan Tanah Air memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan karya dari berbagai negara.
Keyakinan tersebut turut terlihat dari langkah Wanda House of Jewels membuka butik baru di Plaza Indonesia. Butik ini menjadi ruang untuk memperkenalkan karya Wanda yang memadukan kualitas berlian dengan desain modern dan karakter yang kuat.
Wanda House of Jewels mengusung konsep quiet luxury yang menghadirkan kemewahan secara lebih understated. Konsep tersebut menjadi bagian dari pendekatan Wanda dalam menawarkan fine jewelry yang elegan tanpa terlihat berlebihan.
Salah satu identitas utama brand tersebut adalah penggunaan berlian D Color, kategori warna tertinggi dalam klasifikasi berlian. Wanda House of Jewels dikenal sebagai salah satu rumah perhiasan yang fokus pada berlian dengan standar tersebut.
Bagi Wanda, kualitas material harus berjalan beriringan dengan desain. Ia menghadirkan perhiasan dengan bentuk clean, sleek, dan klasik agar tetap relevan dengan gaya perempuan masa kini, termasuk untuk digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Perjalanan Wanda menuju industri perhiasan dimulai ketika ia masih berusia 19 tahun. Ia memenangkan kompetisi desain perhiasan tingkat Asia yang kemudian membuka jalan bagi karier profesionalnya sebagai desainer.
Setelah lebih dari tiga dekade berkarya, Wanda berhasil membangun Wanda House of Jewels dan memperkenalkan karyanya kepada publik yang lebih luas. Sejumlah figur publik seperti Anggun, Rossa, Marcello Tahitoe, Rizky Febian, dan Mahalini juga pernah mengenakan karya-karyanya.
Anggun kini dipercaya menjadi House Ambassador Wanda House of Jewels. Ia menilai Wanda memiliki karakter sebagai seorang seniman yang memberikan perhatian terhadap setiap detail karyanya.
“Kedua, ini bukan toko perhiasan karena Wanda benar-benar seniman. Jadi, segala sesuatu ada atensinya. Mereka berkeputusan hanya memakai color D, yang paling atas,” ujarnya.
Menurut Anggun, kemampuan desainer perhiasan Indonesia tidak kalah dibandingkan dengan karya dari luar negeri. Ia pun melihat pentingnya memberikan dukungan terhadap seniman lokal agar karya mereka semakin dikenal di tingkat global.
Bagi Wanda, pengakuan terhadap karya Indonesia tidak hanya datang dari kualitas produk, tetapi juga dari keberanian untuk membangun identitas sendiri. Karena itu, ia terus mempertahankan keterlibatan langsung dalam proses kreatif Wanda House of Jewels.
Selain mengembangkan desain dan bisnis, Wanda juga membawa prinsip give back dalam perjalanan brand. Ia ingin pertumbuhan Wanda House of Jewels memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Ada satu prinsip yang berjalan berdampingan dengan pertumbuhan Wanda House of Jewels: give back. Bagi saya, apa yang dibelanjakan pelanggan juga ikut membuka kesempatan bagi kami untuk memberikan kembali kepada masyarakat,” kata Wanda Ponika.
Kontribusi tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan di bidang pendidikan dan kesehatan. Wanda merupakan salah satu Board of Directors Happy Hearts Indonesia, yayasan yang telah membangun lebih dari 400 sekolah, terutama di Nusa Tenggara Timur.
Di bidang kesehatan, Wanda House of Jewels juga memberikan perhatian terhadap isu kanker. Salah satu bentuk kontribusinya adalah dukungan pemeriksaan mammografi gratis bagi ribuan perempuan untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya deteksi dini kanker payudara.
“Di bidang kesehatan, perhatian besar diberikan pada kanker. Wanda House of Jewels pernah memberikan pemeriksaan mammografi gratis kepada ribuan perempuan untuk mendukung kesadaran pentingnya deteksi dini kanker payudara. Kami juga telah lama memberi donasi dan dukungan kepada anak-anak pejuang kanker serta berbagai kegiatan sosial terkait kanker lainnya,” ujar Wanda Ponika.
Di luar dunia perhiasan, Wanda juga aktif membagikan perspektif mengenai fashion, styling, dan personal style. Baginya, perhiasan dapat menjadi bagian dari karakter seseorang dan tidak harus selalu dikaitkan dengan acara formal.
Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun, Wanda kini ingin membawa perspektif tersebut ke pasar yang lebih luas. Pembukaan butik di Plaza Indonesia menjadi salah satu langkah untuk memperkuat fondasi Wanda House of Jewels sekaligus memperkenalkan karya desainer Indonesia kepada lebih banyak orang.
Keyakinan bahwa perhiasan Indonesia mampu mendunia juga menjadi semangat yang dibawa Anggun sebagai House Ambassador. Menurutnya, Indonesia memiliki seniman dan desainer dengan kemampuan yang layak mendapat perhatian internasional.
Bagi Wanda Ponika, perjalanan Wanda House of Jewels bukan hanya tentang membangun sebuah brand perhiasan. Lebih jauh, ia ingin menunjukkan bahwa karya kreatif Indonesia, termasuk fine jewelry, memiliki kualitas, karakter, dan identitas yang cukup kuat untuk bersinar di panggung dunia.
(ELG)
Keyakinan tersebut turut terlihat dari langkah Wanda House of Jewels membuka butik baru di Plaza Indonesia. Butik ini menjadi ruang untuk memperkenalkan karya Wanda yang memadukan kualitas berlian dengan desain modern dan karakter yang kuat.
Wanda House of Jewels mengusung konsep quiet luxury yang menghadirkan kemewahan secara lebih understated. Konsep tersebut menjadi bagian dari pendekatan Wanda dalam menawarkan fine jewelry yang elegan tanpa terlihat berlebihan.
Salah satu identitas utama brand tersebut adalah penggunaan berlian D Color, kategori warna tertinggi dalam klasifikasi berlian. Wanda House of Jewels dikenal sebagai salah satu rumah perhiasan yang fokus pada berlian dengan standar tersebut.
Bagi Wanda, kualitas material harus berjalan beriringan dengan desain. Ia menghadirkan perhiasan dengan bentuk clean, sleek, dan klasik agar tetap relevan dengan gaya perempuan masa kini, termasuk untuk digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Perjalanan Wanda menuju industri perhiasan dimulai ketika ia masih berusia 19 tahun. Ia memenangkan kompetisi desain perhiasan tingkat Asia yang kemudian membuka jalan bagi karier profesionalnya sebagai desainer.
Setelah lebih dari tiga dekade berkarya, Wanda berhasil membangun Wanda House of Jewels dan memperkenalkan karyanya kepada publik yang lebih luas. Sejumlah figur publik seperti Anggun, Rossa, Marcello Tahitoe, Rizky Febian, dan Mahalini juga pernah mengenakan karya-karyanya.
Anggun kini dipercaya menjadi House Ambassador Wanda House of Jewels. Ia menilai Wanda memiliki karakter sebagai seorang seniman yang memberikan perhatian terhadap setiap detail karyanya.
“Kedua, ini bukan toko perhiasan karena Wanda benar-benar seniman. Jadi, segala sesuatu ada atensinya. Mereka berkeputusan hanya memakai color D, yang paling atas,” ujarnya.
Menurut Anggun, kemampuan desainer perhiasan Indonesia tidak kalah dibandingkan dengan karya dari luar negeri. Ia pun melihat pentingnya memberikan dukungan terhadap seniman lokal agar karya mereka semakin dikenal di tingkat global.
Bagi Wanda, pengakuan terhadap karya Indonesia tidak hanya datang dari kualitas produk, tetapi juga dari keberanian untuk membangun identitas sendiri. Karena itu, ia terus mempertahankan keterlibatan langsung dalam proses kreatif Wanda House of Jewels.
Selain mengembangkan desain dan bisnis, Wanda juga membawa prinsip give back dalam perjalanan brand. Ia ingin pertumbuhan Wanda House of Jewels memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Ada satu prinsip yang berjalan berdampingan dengan pertumbuhan Wanda House of Jewels: give back. Bagi saya, apa yang dibelanjakan pelanggan juga ikut membuka kesempatan bagi kami untuk memberikan kembali kepada masyarakat,” kata Wanda Ponika.
Kontribusi tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan di bidang pendidikan dan kesehatan. Wanda merupakan salah satu Board of Directors Happy Hearts Indonesia, yayasan yang telah membangun lebih dari 400 sekolah, terutama di Nusa Tenggara Timur.
Di bidang kesehatan, Wanda House of Jewels juga memberikan perhatian terhadap isu kanker. Salah satu bentuk kontribusinya adalah dukungan pemeriksaan mammografi gratis bagi ribuan perempuan untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya deteksi dini kanker payudara.
“Di bidang kesehatan, perhatian besar diberikan pada kanker. Wanda House of Jewels pernah memberikan pemeriksaan mammografi gratis kepada ribuan perempuan untuk mendukung kesadaran pentingnya deteksi dini kanker payudara. Kami juga telah lama memberi donasi dan dukungan kepada anak-anak pejuang kanker serta berbagai kegiatan sosial terkait kanker lainnya,” ujar Wanda Ponika.
Di luar dunia perhiasan, Wanda juga aktif membagikan perspektif mengenai fashion, styling, dan personal style. Baginya, perhiasan dapat menjadi bagian dari karakter seseorang dan tidak harus selalu dikaitkan dengan acara formal.
Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun, Wanda kini ingin membawa perspektif tersebut ke pasar yang lebih luas. Pembukaan butik di Plaza Indonesia menjadi salah satu langkah untuk memperkuat fondasi Wanda House of Jewels sekaligus memperkenalkan karya desainer Indonesia kepada lebih banyak orang.
Keyakinan bahwa perhiasan Indonesia mampu mendunia juga menjadi semangat yang dibawa Anggun sebagai House Ambassador. Menurutnya, Indonesia memiliki seniman dan desainer dengan kemampuan yang layak mendapat perhatian internasional.
Bagi Wanda Ponika, perjalanan Wanda House of Jewels bukan hanya tentang membangun sebuah brand perhiasan. Lebih jauh, ia ingin menunjukkan bahwa karya kreatif Indonesia, termasuk fine jewelry, memiliki kualitas, karakter, dan identitas yang cukup kuat untuk bersinar di panggung dunia.
(ELG)