YOUR FASHION
MICAM Milano Jadi Jalan Ninja Sepatu Lokal Tembus Pasar Dunia
A. Firdaus
Kamis 02 April 2026 / 07:15
- MICAM Milano menjadi kesempatan untuk menemukan brand baru.
- Indonesia saat ini termasuk empat besar produsen sepatu dunia.
- Nilai ekspor alas kaki Indonesia pada 2023 mencapai sekitar US$6,4 miliar.
Jakarta: Industri alas kaki Indonesia tengah berada di titik penting. Selama ini dikenal sebagai 'pabriknya' brand global, kini saatnya label lokal melangkah lebih jauh, membangun identitas dan bersaing di panggung internasional.
Salah satu pintu strategis menuju arah tersebut adalah MICAM Milano, pameran sepatu terbesar di dunia yang rutin digelar di Fiera Milano Rho, Italia. Ajang ini bukan sekadar tempat transaksi bisnis, tetapi juga ruang bertemunya tren, inovasi, dan masa depan industri footwear global.
Pada edisi terbarunya, MICAM menghadirkan ratusan brand internasional dan puluhan ribu pelaku industri dari lebih 130 negara. Lebih dari setengah pengunjung bahkan datang dari luar Italia, menegaskan posisinya sebagai pusat networking global yang sangat strategis.
CEO MICAM, Giorgio Possagno, menyebut bahwa pameran ini menjadi tempat penting untuk membaca arah industri. “MICAM bukan sekadar trade show. Ini adalah platform dinamis untuk bisnis dan visi strategis,” ujarnya.
Indonesia sendiri bukan pemain kecil. Berdasarkan data Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO), Indonesia masuk dalam empat besar produsen sepatu dunia dengan kapasitas lebih dari 1 miliar pasang per tahun.
Nilai ekspor alas kaki Indonesia pun mencapai miliaran dolar, dengan pasar utama seperti Amerika Serikat, Eropa, hingga Jepang. Namun, di balik angka besar tersebut, sebagian besar industri masih berperan sebagai original equipment manufacturer (OEM), memproduksi untuk brand luar tanpa membawa nama sendiri.

Indonesia saat ini termasuk empat besar produsen sepatu dunia dengan kapasitas produksi lebih dari 1 miliar pasang sepatu per tahun. Dok. Micam
Ketua APRISINDO, Eddy Widjanarko, menilai langkah selanjutnya adalah meningkatkan nilai tambah.
“Fondasi manufaktur kita sudah kuat. Tantangannya sekarang adalah desain, branding, dan penetrasi pasar global,” jelasnya.
Tak hanya sepatu, Indonesia juga punya kekuatan di sektor leather goods, mulai dari tas hingga aksesori fashion. Sentra seperti Garut, Magetan, Yogyakarta, hingga Bali dikenal dengan craftsmanship berbasis teknik tradisional yang bernilai tinggi.

Nilai ekspor alas kaki Indonesia pada 2023 mencapai sekitar US$6,4 miliar. Dok. Micam
Produk-produk ini bahkan telah menembus pasar global seperti Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa. Namun, lagi-lagi tantangan utamanya adalah membangun identitas brand agar tidak hanya dikenal sebagai produsen.
Di sinilah peran MICAM menjadi krusial. Selain membuka akses ke buyer internasional, ajang ini juga menghadirkan berbagai program seperti MICAM Next yang membahas teknologi, retail masa depan, hingga sustainability dalam industri fashion.

MICAM Next yang membahas masa depan retail, teknologi, serta sustainability dalam industri fashion. Dok. Micam
Ada pula fashion show dan Trend Buyer’s Guide yang membantu pelaku industri memahami arah tren global, mulai dari desain, material, hingga preferensi konsumen.
Bagi brand lokal, ini bukan sekadar ajang pamer, tetapi kesempatan belajar langsung dari pemain global: bagaimana membangun cerita, positioning, hingga strategi pemasaran yang kuat.
Dengan kekuatan produksi dan kekayaan craftsmanship, Indonesia sebenarnya sudah punya modal besar. Tinggal satu langkah lagi: berani tampil sebagai brand.
Momentum global seperti MICAM Milano bisa menjadi batu loncatan. Dari yang sebelumnya hanya memproduksi, kini saatnya Indonesia dikenal lewat nama, desain, dan karakter produknya sendiri.
Karena di industri fashion, bukan hanya soal membuat, tetapi juga tentang bagaimana sebuah brand bercerita dan diingat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Salah satu pintu strategis menuju arah tersebut adalah MICAM Milano, pameran sepatu terbesar di dunia yang rutin digelar di Fiera Milano Rho, Italia. Ajang ini bukan sekadar tempat transaksi bisnis, tetapi juga ruang bertemunya tren, inovasi, dan masa depan industri footwear global.
Pada edisi terbarunya, MICAM menghadirkan ratusan brand internasional dan puluhan ribu pelaku industri dari lebih 130 negara. Lebih dari setengah pengunjung bahkan datang dari luar Italia, menegaskan posisinya sebagai pusat networking global yang sangat strategis.
CEO MICAM, Giorgio Possagno, menyebut bahwa pameran ini menjadi tempat penting untuk membaca arah industri. “MICAM bukan sekadar trade show. Ini adalah platform dinamis untuk bisnis dan visi strategis,” ujarnya.
Kuat di produksi, siap naik ke branding
Indonesia sendiri bukan pemain kecil. Berdasarkan data Asosiasi Persepatuan Indonesia (APRISINDO), Indonesia masuk dalam empat besar produsen sepatu dunia dengan kapasitas lebih dari 1 miliar pasang per tahun.
Nilai ekspor alas kaki Indonesia pun mencapai miliaran dolar, dengan pasar utama seperti Amerika Serikat, Eropa, hingga Jepang. Namun, di balik angka besar tersebut, sebagian besar industri masih berperan sebagai original equipment manufacturer (OEM), memproduksi untuk brand luar tanpa membawa nama sendiri.

Indonesia saat ini termasuk empat besar produsen sepatu dunia dengan kapasitas produksi lebih dari 1 miliar pasang sepatu per tahun. Dok. Micam
Ketua APRISINDO, Eddy Widjanarko, menilai langkah selanjutnya adalah meningkatkan nilai tambah.
“Fondasi manufaktur kita sudah kuat. Tantangannya sekarang adalah desain, branding, dan penetrasi pasar global,” jelasnya.
Potensi Leather Goods yang tak kalah besar
Tak hanya sepatu, Indonesia juga punya kekuatan di sektor leather goods, mulai dari tas hingga aksesori fashion. Sentra seperti Garut, Magetan, Yogyakarta, hingga Bali dikenal dengan craftsmanship berbasis teknik tradisional yang bernilai tinggi.

Nilai ekspor alas kaki Indonesia pada 2023 mencapai sekitar US$6,4 miliar. Dok. Micam
Produk-produk ini bahkan telah menembus pasar global seperti Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa. Namun, lagi-lagi tantangan utamanya adalah membangun identitas brand agar tidak hanya dikenal sebagai produsen.
Baca tren, bangun identitas
Di sinilah peran MICAM menjadi krusial. Selain membuka akses ke buyer internasional, ajang ini juga menghadirkan berbagai program seperti MICAM Next yang membahas teknologi, retail masa depan, hingga sustainability dalam industri fashion.
MICAM Next yang membahas masa depan retail, teknologi, serta sustainability dalam industri fashion. Dok. Micam
Ada pula fashion show dan Trend Buyer’s Guide yang membantu pelaku industri memahami arah tren global, mulai dari desain, material, hingga preferensi konsumen.
Bagi brand lokal, ini bukan sekadar ajang pamer, tetapi kesempatan belajar langsung dari pemain global: bagaimana membangun cerita, positioning, hingga strategi pemasaran yang kuat.
Saatnya keluar dari balik layar
Dengan kekuatan produksi dan kekayaan craftsmanship, Indonesia sebenarnya sudah punya modal besar. Tinggal satu langkah lagi: berani tampil sebagai brand.
Momentum global seperti MICAM Milano bisa menjadi batu loncatan. Dari yang sebelumnya hanya memproduksi, kini saatnya Indonesia dikenal lewat nama, desain, dan karakter produknya sendiri.
Karena di industri fashion, bukan hanya soal membuat, tetapi juga tentang bagaimana sebuah brand bercerita dan diingat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)