YOUR FASHION
Kain Sisa Bukan Sampah, Pendopo Buktikan Bisa Jadi Koleksi Fashion yang Kece
A. Firdaus
Rabu 24 Juni 2026 / 15:33
- Mengusung tema "Jejak Karya Nusantara", perayaan digelar di Pendopo Living World Alam Sutera.
- Pendopo menggandeng desainer Adrie Basuki dan perancang sepatu Yongki Komaladi untuk mengolah sisa kain wastra menjadi koleksi busana dan alas kaki yang unik.
- Selain menghadirkan program Jejak Baru Limbah Wastra, Pendopo juga menggelar Jejak Apresiasi.
Jakarta: Memasuki usia ke-15, Pendopo tak hanya merayakan perjalanan panjangnya sebagai rumah bagi lebih dari 300 UMKM lokal, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam menjaga warisan budaya Indonesia melalui kreativitas dan inovasi. Mengusung tema "Jejak Karya Nusantara", perayaan yang digelar di Pendopo Living World Alam Sutera ini menjadi refleksi perjalanan Pendopo dalam memperkenalkan kekayaan budaya Tanah Air kepada generasi masa kini.
Selama 15 tahun, Pendopo telah berkembang menjadi ruang yang mempertemukan karya para perajin dan pelaku UMKM dengan masyarakat luas. Tak hanya menghadirkan produk lokal, Pendopo juga berupaya menjadikan budaya sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.
"Selama 15 tahun, Pendopo tidak hanya menjadi ruang bagi produk-produk lokal untuk berkembang, tetapi juga menjadi wadah yang menghubungkan karya para perajin Indonesia dengan generasi masa kini," ujar Head of Pendopo, Putu Laura.
Salah satu sorotan dalam perayaan tahun ini adalah program Jejak Baru Limbah Wastra. Program tersebut lahir dari gagasan sederhana bahwa potongan kain sisa produksi tidak harus berakhir sebagai limbah, melainkan dapat memiliki kehidupan baru melalui sentuhan kreativitas.
Pendopo menggandeng desainer Adrie Basuki dan perancang sepatu Yongki Komaladi untuk mengolah sisa kain wastra menjadi koleksi busana dan alas kaki yang unik. Kolaborasi tersebut menghadirkan perspektif baru bahwa fashion berkelanjutan bukan hanya soal tren, tetapi juga tentang menghargai proses dan material yang telah ada.
Melalui koleksi ini, kain-kain yang sebelumnya tersisa diubah menjadi karya yang membawa semangat mode masa depan sekaligus tetap berakar pada kekayaan budaya Nusantara.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap industri fashion yang lebih ramah lingkungan, pendekatan yang diusung Pendopo menjadi relevan dengan gaya hidup generasi muda yang semakin sadar akan isu keberlanjutan.
Selain menghadirkan program Jejak Baru Limbah Wastra, Pendopo juga menggelar Jejak Apresiasi sebagai bentuk penghargaan kepada mitra UMKM, perajin, dan komunitas yang telah tumbuh bersama selama 15 tahun terakhir. Sementara melalui program Jejak Koleksi, pelanggan diajak menikmati berbagai keuntungan dan pengalaman menarik sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas mereka.
Semangat berbagi juga menjadi bagian dari perayaan ulang tahun Pendopo. Bersama Yayasan Kawan Lama, Pendopo menggelar program Pendopo Peduli di Yayasan Sayap Ibu Bintaro yang membina anak-anak disabilitas.
Melalui program tersebut, berhasil terkumpul donasi sebesar Rp55 juta yang berasal dari pelanggan dan mitra Pendopo. Tidak hanya menyerahkan bantuan, tim Pendopo juga mengajak anak-anak membuat aksesori dari beads warna-warni sebagai sarana untuk menumbuhkan kreativitas dan rasa percaya diri.
Ketua Umum Yayasan Sayap Ibu Cabang Provinsi Banten, Sutan Adrin, mengapresiasi dukungan yang diberikan Pendopo dan Yayasan Kawan Lama.
"Bantuan yang diberikan akan sangat berarti dalam mendukung kebutuhan serta kegiatan interaktif bersama anak-anak di Yayasan Sayap Ibu. Kehadiran tim Pendopo yang berinteraksi langsung melalui kegiatan kreatif bersama anak-anak juga memberikan pengalaman yang menyenangkan dan menginspirasi mereka untuk terus belajar dan berkarya," katanya.
Memasuki tahun ke-15, Pendopo ingin terus menghadirkan dampak yang lebih luas, tidak hanya bagi pelaku UMKM dan perajin lokal, tetapi juga bagi masyarakat. Sebab, bagi Pendopo, merayakan perjalanan bukan sekadar melihat ke belakang, melainkan juga meninggalkan jejak kebaikan yang dapat terus tumbuh di masa depan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Selama 15 tahun, Pendopo telah berkembang menjadi ruang yang mempertemukan karya para perajin dan pelaku UMKM dengan masyarakat luas. Tak hanya menghadirkan produk lokal, Pendopo juga berupaya menjadikan budaya sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.
"Selama 15 tahun, Pendopo tidak hanya menjadi ruang bagi produk-produk lokal untuk berkembang, tetapi juga menjadi wadah yang menghubungkan karya para perajin Indonesia dengan generasi masa kini," ujar Head of Pendopo, Putu Laura.
Limbah wastra disulap jadi koleksi fashion baru
Salah satu sorotan dalam perayaan tahun ini adalah program Jejak Baru Limbah Wastra. Program tersebut lahir dari gagasan sederhana bahwa potongan kain sisa produksi tidak harus berakhir sebagai limbah, melainkan dapat memiliki kehidupan baru melalui sentuhan kreativitas.
Pendopo menggandeng desainer Adrie Basuki dan perancang sepatu Yongki Komaladi untuk mengolah sisa kain wastra menjadi koleksi busana dan alas kaki yang unik. Kolaborasi tersebut menghadirkan perspektif baru bahwa fashion berkelanjutan bukan hanya soal tren, tetapi juga tentang menghargai proses dan material yang telah ada.
Melalui koleksi ini, kain-kain yang sebelumnya tersisa diubah menjadi karya yang membawa semangat mode masa depan sekaligus tetap berakar pada kekayaan budaya Nusantara.
Fashion lokal dan sustainability berjalan beriringan
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap industri fashion yang lebih ramah lingkungan, pendekatan yang diusung Pendopo menjadi relevan dengan gaya hidup generasi muda yang semakin sadar akan isu keberlanjutan.
Selain menghadirkan program Jejak Baru Limbah Wastra, Pendopo juga menggelar Jejak Apresiasi sebagai bentuk penghargaan kepada mitra UMKM, perajin, dan komunitas yang telah tumbuh bersama selama 15 tahun terakhir. Sementara melalui program Jejak Koleksi, pelanggan diajak menikmati berbagai keuntungan dan pengalaman menarik sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas mereka.
Rayakan perjalanan dengan berbagi
Semangat berbagi juga menjadi bagian dari perayaan ulang tahun Pendopo. Bersama Yayasan Kawan Lama, Pendopo menggelar program Pendopo Peduli di Yayasan Sayap Ibu Bintaro yang membina anak-anak disabilitas.
Melalui program tersebut, berhasil terkumpul donasi sebesar Rp55 juta yang berasal dari pelanggan dan mitra Pendopo. Tidak hanya menyerahkan bantuan, tim Pendopo juga mengajak anak-anak membuat aksesori dari beads warna-warni sebagai sarana untuk menumbuhkan kreativitas dan rasa percaya diri.
Ketua Umum Yayasan Sayap Ibu Cabang Provinsi Banten, Sutan Adrin, mengapresiasi dukungan yang diberikan Pendopo dan Yayasan Kawan Lama.
"Bantuan yang diberikan akan sangat berarti dalam mendukung kebutuhan serta kegiatan interaktif bersama anak-anak di Yayasan Sayap Ibu. Kehadiran tim Pendopo yang berinteraksi langsung melalui kegiatan kreatif bersama anak-anak juga memberikan pengalaman yang menyenangkan dan menginspirasi mereka untuk terus belajar dan berkarya," katanya.
Memasuki tahun ke-15, Pendopo ingin terus menghadirkan dampak yang lebih luas, tidak hanya bagi pelaku UMKM dan perajin lokal, tetapi juga bagi masyarakat. Sebab, bagi Pendopo, merayakan perjalanan bukan sekadar melihat ke belakang, melainkan juga meninggalkan jejak kebaikan yang dapat terus tumbuh di masa depan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)