YOUR FASHION
Modinity Fashion Parade 2026: Perpaduan Warisan dan Potensi Kreatif Tanpa Batas
Yuni Yuli Yanti
Rabu 21 Januari 2026 / 12:30
Jakarta: Lebih dari sekadar peragaan busana, Modinity Fashion Parade (MFP) menjadi wadah unjuk ekspresi identitas setiap brand, sekaligus ruang bagi fashion Asia Tenggara untuk tampil percaya diri dengan karakter dan perspektifnya sendiri.
Diselenggarakan pada Sabtu, 17 Januari 2026, MFP ke-3 ini digelar di ruang terbuka, di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, yang melibatkan lebih dari 200 model dan hampir 1.000 tamu undangan.
Mengusung tema “Infinite Wonders”, keenam brand di bawah naungan MFP yakni Buttonscarves, Benang Jarum, Nada Puspita, Zyta Delia, CALLA, dan Rizman Ruzaini, dengan Buttonscarves Beauty sebagai Official Makeup Brand merepresentasikan potensi kreatif tanpa batas.
"Modinity Fashion Parade adalah ruang untuk bertumbuh. Di sini, brand-brand kami berkembang bersama, tetap berpegang pada nilai dan komunitas yang telah dibangun. Tahun ini terasa berbeda karena Borobudur memberi konteks yang lebih kuat bagi cerita yang ingin kami sampaikan," ujar Linda Anggrea, CEO Modinity Group.
Berikut tampilan koleksi keenam brand dalam gelaran Modinitif Fashion Parade 2026!

(Foto: Dok. MFP)
Koleksi ini merefleksikan cara Buttonscarves memaknai busana modern, elegan namun ekspresif, rapi namun berani, dan dirancang untuk perempuan yang melihat gaya sebagai bagian dari identitas, bukan sekadar penyesuaian terhadap momen.
Koleksi raya ini dirancang dengan satu tujuan utama: menghadirkan busana yang elegan sekaligus nyaman untuk menemani momen kebersamaan bersama keluarga.

(Foto: Dok. MFP)
"Marchesa Collection", "Blooming Eid", dan "The Regal " membawa cerita visual yang berbeda, namun tetap terhubung dalam satu benang merah tentang kehangatan suasana Raya dan kebahagiaan sederhana yang lahir dari kebersamaan keluarga.
Mulai dari tampilan berkelas untuk momen istimewa, elegansi penuh selebrasi, hingga sentuhan manis yang terasa hangat untuk kebersamaan.

(Foto: Dok. MFP)
Raya Symphony merupakan pagelaran yang memadukan modest fashion dengan alunan musik nostalgia bernuansa hangat dari Katon Bagaskara. Dengan latar ikonik dan megah Borobudur, suasana pertunjukan ini kian istimewa dan berkesan.
Koleksi ini merefleksikan bagaimana sebuah desain dapat terasa istimewa tanpa kehilangan fungsinya dalam keseharian. Juga, menandai awal tahun dengan interpretasi elegansi yang lebih refined, fungsional, dan effortless.

(Foto: Dok. MFP)
Melalui koleksi ini, Zyta Delia mengajak perempuan untuk merayakan gaya personal mereka dengan desain yang dapat menemani setiap langkah, kapan pun dan di mana pun.
Di balik visualnya, Pushpa Raya membawa esensi homecoming. Kembali pulang dipahami sebagai sebuah proses pertumbuhan: kembali ke tempat awal sambil membawa bentuk, warna, dan keberanian yang baru.

(Foto: Dok. MFP)
Bunga pansy ditampilkan dalam skala yang diperbesar dan dipertegas dalam berbagai interpretasi, menandai momen ketika sesuatu yang familiar terasa segar kembali, sebuah refleksi perjalanan CALLA yang terus berkembang.
Setiap busana membawa potongan cerita, dari keteguhan, kelembutan, hingga keberanian, menjadikan koleksi ini bukan sekadar tampilan visual, melainkan rangkaian kisah yang hidup di atas runway.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(yyy)
Diselenggarakan pada Sabtu, 17 Januari 2026, MFP ke-3 ini digelar di ruang terbuka, di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, yang melibatkan lebih dari 200 model dan hampir 1.000 tamu undangan.
Mengusung tema “Infinite Wonders”, keenam brand di bawah naungan MFP yakni Buttonscarves, Benang Jarum, Nada Puspita, Zyta Delia, CALLA, dan Rizman Ruzaini, dengan Buttonscarves Beauty sebagai Official Makeup Brand merepresentasikan potensi kreatif tanpa batas.
"Modinity Fashion Parade adalah ruang untuk bertumbuh. Di sini, brand-brand kami berkembang bersama, tetap berpegang pada nilai dan komunitas yang telah dibangun. Tahun ini terasa berbeda karena Borobudur memberi konteks yang lebih kuat bagi cerita yang ingin kami sampaikan," ujar Linda Anggrea, CEO Modinity Group.
Berikut tampilan koleksi keenam brand dalam gelaran Modinitif Fashion Parade 2026!
Buttonscarves
Menghadirkan koleksi yang mengeksplorasi struktur, tekstur, dan pergerakan melalui pendekatan modern yang terukur. Sentuhan monogram Buttonscarves dihadirkan secara halus sebagai identitas desain, menyatu dengan komposisi koleksi yang terjaga dan terarah.
(Foto: Dok. MFP)
Koleksi ini merefleksikan cara Buttonscarves memaknai busana modern, elegan namun ekspresif, rapi namun berani, dan dirancang untuk perempuan yang melihat gaya sebagai bagian dari identitas, bukan sekadar penyesuaian terhadap momen.
Benang Jarum
Hadir untuk ketiga kalinya di MFP 2026, Benang Jarum mempersembahkan tiga rangkaian koleksi Raya yang dirilis secara bertahap sepanjang awal tahun dengan tema “Refined Simplicity for Eid Fitr”.Koleksi raya ini dirancang dengan satu tujuan utama: menghadirkan busana yang elegan sekaligus nyaman untuk menemani momen kebersamaan bersama keluarga.

(Foto: Dok. MFP)
"Marchesa Collection", "Blooming Eid", dan "The Regal " membawa cerita visual yang berbeda, namun tetap terhubung dalam satu benang merah tentang kehangatan suasana Raya dan kebahagiaan sederhana yang lahir dari kebersamaan keluarga.
Nada Puspita
Mempersembahkan rangkaian koleksi Raya dalam satu tema besar bertajuk Raya Symphony. Rangkaian ini hadir dalam berbagai karakter, warna, serta mood berbeda, yang menggambarkan nuansa Ramadan dan Hari Raya.Mulai dari tampilan berkelas untuk momen istimewa, elegansi penuh selebrasi, hingga sentuhan manis yang terasa hangat untuk kebersamaan.

(Foto: Dok. MFP)
Raya Symphony merupakan pagelaran yang memadukan modest fashion dengan alunan musik nostalgia bernuansa hangat dari Katon Bagaskara. Dengan latar ikonik dan megah Borobudur, suasana pertunjukan ini kian istimewa dan berkesan.
Zyta Delia
Tampil ketiga kalinya di Modinity Fashion Parade, tahun ini Zyta Delia mempersembahkan koleksi bertajuk “The Sculpted Elegance” yang terinspirasi dari karakter desain produk brand yang mengutamakan bentuk yang kuat namun tetap lembut, unik namun tetap mudah dikenakan.Koleksi ini merefleksikan bagaimana sebuah desain dapat terasa istimewa tanpa kehilangan fungsinya dalam keseharian. Juga, menandai awal tahun dengan interpretasi elegansi yang lebih refined, fungsional, dan effortless.

(Foto: Dok. MFP)
Melalui koleksi ini, Zyta Delia mengajak perempuan untuk merayakan gaya personal mereka dengan desain yang dapat menemani setiap langkah, kapan pun dan di mana pun.
CALLA
Bertajuk "Pushpa Raya", koleksi ini menonjolkan motif bunga pansy yang dipadukan dengan elemen geometris, dieksplorasi melalui berbagai bentuk dan komposisi. Terinspirasi dari vintage floral prints, pola handcrafted, serta harmoni alam dengan ritme geometris yang subtil, motif-motif tersebut dirancang untuk menghadirkan rasa hangat dan ceria yang lekat dengan suasana raya.Di balik visualnya, Pushpa Raya membawa esensi homecoming. Kembali pulang dipahami sebagai sebuah proses pertumbuhan: kembali ke tempat awal sambil membawa bentuk, warna, dan keberanian yang baru.

(Foto: Dok. MFP)
Bunga pansy ditampilkan dalam skala yang diperbesar dan dipertegas dalam berbagai interpretasi, menandai momen ketika sesuatu yang familiar terasa segar kembali, sebuah refleksi perjalanan CALLA yang terus berkembang.
Rizman Ruzani
Brand ini menghidupkan The Hikayat of Ratna, sebuah kisah yang berakar pada tradisi hikayat Melayu. Latar kisah ini dibangun dari pertemuan dua dunia. Nuansa Arab yang terinspirasi dari hamparan padang pasir dan atmosfer 1001 Nights berpadu dengan budaya Melayu.Setiap busana membawa potongan cerita, dari keteguhan, kelembutan, hingga keberanian, menjadikan koleksi ini bukan sekadar tampilan visual, melainkan rangkaian kisah yang hidup di atas runway.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(yyy)