YOUR FASHION
Baru 17 Tahun, Desainer Ini Angkat Budaya 38 Provinsi Lewat Fesyen
A. Firdaus
Selasa 03 November 2026 / 16:13
- Desainer muda Nabila Misha menyiapkan 50 koleksi busana terinspirasi kekayaan alam dan budaya 38 provinsi Indonesia dalam showcase Januari 2027.
- Memasuki usia 17 tahun pada Januari 2027, Nabila tengah menyiapkan showcase bertajuk 17 Stitches of Nusantara.
- Sebagai bentuk dukungan, Kementerian Ekraf dan Nabila turut menjajaki peluang kerja sama melalui program Creative by Indonesia.
Jakarta: Kekayaan budaya Indonesia bisa menjadi sumber inspirasi tanpa batas bagi dunia fesyen. Hal inilah yang ingin ditunjukkan desainer muda Nabila Misha melalui karya-karyanya yang memadukan identitas budaya dan alam Nusantara dengan sentuhan modern.
Memasuki usia 17 tahun pada Januari 2027, Nabila tengah menyiapkan showcase bertajuk 17 Stitches of Nusantara. Dalam perhelatan tersebut, ia akan menghadirkan 50 koleksi busana yang terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya 38 provinsi di Indonesia.
Salah satu inspirasi yang diangkat berasal dari Sumatra Barat, yakni Tari Piring. Nabila mencoba menerjemahkan karakteristik tarian tradisional tersebut ke dalam elemen desain busana, termasuk mengadaptasi bentuk pecahan piring sebagai bagian dari koleksinya.
“Inspirasinya dari ciri khas tiap daerah dari Sabang sampai Merauke. Seperti di Padang ada Tari Piring, pecahan-pecahan piringnya itu diintegrasikan dalam salah satu koleksinya,” jelas Nabila saat audiensi dengan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya di Jakarta, Senin, 2 November 2026.
Tidak hanya menampilkan koleksi busana, 17 Stitches of Nusantara juga dirancang sebagai panggung kolaborasi lintas subsektor ekonomi kreatif. Perhelatan ini akan melibatkan fesyen, kriya, musik, hingga seni pertunjukan melalui teater monolog dan penampilan musisi.
Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekraf, Yuke Sri Rahayu, menilai konsep tersebut membuka peluang bagi berbagai profesi kreatif untuk terlibat dalam satu kegiatan.
Menurutnya, proses produksi juga melibatkan banyak tenaga kreatif, mulai dari desainer, penjahit, hingga pekerja di subsektor lainnya.
“Acara ini sangat holistik karena di dalamnya ada busana, kriya, dan musik. Lalu pengerjaannya juga melibatkan tim yang terdiri desainer, penjahit, serta pekerja kreatif lainnya,” ujar Yuke.
Nabila merupakan pendiri jenama Nabila Misha Fashion yang mengembangkan tiga segmen utama, yakni ready-to-wear untuk generasi Z, couture, dan modest fashion.
Sebelum menyiapkan showcase terbarunya, ia telah memperkenalkan sejumlah koleksi melalui Seaside Allure pada 2025 dan The Quiet Opulence pada 2026. Kiprahnya juga mendapat pengakuan melalui penghargaan Desainer Muda Inspiratif dalam Kartini Muda Award pada Mei 2026.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya turut mengapresiasi langkah Nabila dalam mengembangkan jenama fesyen dengan mengangkat kekayaan budaya Indonesia.
Ia berharap Nabila dapat terus berkembang menjadi desainer sukses dengan karya yang memiliki daya saing lebih luas. Dukungan melalui kolaborasi dan pendampingan dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan talenta muda di industri kreatif.
“Kami sangat mengapresiasi apa yang dikerjakan Nabila. Kami harap suatu saat Nabila bisa menjadi desainer senior yang sukses dan karyanya semakin berdaya saing. Keberlanjutannya perlu kita jaga lewat kolaborasi,” ujar Teuku Riefky.
Sebagai bentuk dukungan, Kementerian Ekraf dan Nabila turut menjajaki peluang kerja sama melalui program Creative by Indonesia untuk mempromosikan jenama dan produk kreatif di berbagai ajang nasional maupun internasional. Ada pula program Creative Hub yang berfokus pada pengembangan kapasitas dan jejaring pelaku ekonomi kreatif.
Nabila pun berharap Menteri Ekonomi Kreatif dapat hadir dalam showcase 17 Stitches of Nusantara yang direncanakan berlangsung pada Januari 2027.
Melalui karya tersebut, Nabila ingin menunjukkan bahwa budaya Nusantara tidak hanya bisa dilestarikan melalui tradisi, tetapi juga dapat diterjemahkan menjadi karya fesyen yang relevan dengan perkembangan zaman.
(FIR)
Memasuki usia 17 tahun pada Januari 2027, Nabila tengah menyiapkan showcase bertajuk 17 Stitches of Nusantara. Dalam perhelatan tersebut, ia akan menghadirkan 50 koleksi busana yang terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya 38 provinsi di Indonesia.
Salah satu inspirasi yang diangkat berasal dari Sumatra Barat, yakni Tari Piring. Nabila mencoba menerjemahkan karakteristik tarian tradisional tersebut ke dalam elemen desain busana, termasuk mengadaptasi bentuk pecahan piring sebagai bagian dari koleksinya.
“Inspirasinya dari ciri khas tiap daerah dari Sabang sampai Merauke. Seperti di Padang ada Tari Piring, pecahan-pecahan piringnya itu diintegrasikan dalam salah satu koleksinya,” jelas Nabila saat audiensi dengan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya di Jakarta, Senin, 2 November 2026.
Gabungkan Fesyen, Kriya, dan Musik
Tidak hanya menampilkan koleksi busana, 17 Stitches of Nusantara juga dirancang sebagai panggung kolaborasi lintas subsektor ekonomi kreatif. Perhelatan ini akan melibatkan fesyen, kriya, musik, hingga seni pertunjukan melalui teater monolog dan penampilan musisi.
Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekraf, Yuke Sri Rahayu, menilai konsep tersebut membuka peluang bagi berbagai profesi kreatif untuk terlibat dalam satu kegiatan.
Menurutnya, proses produksi juga melibatkan banyak tenaga kreatif, mulai dari desainer, penjahit, hingga pekerja di subsektor lainnya.
“Acara ini sangat holistik karena di dalamnya ada busana, kriya, dan musik. Lalu pengerjaannya juga melibatkan tim yang terdiri desainer, penjahit, serta pekerja kreatif lainnya,” ujar Yuke.
Kembangkan Tiga Segmen Fesyen
Nabila merupakan pendiri jenama Nabila Misha Fashion yang mengembangkan tiga segmen utama, yakni ready-to-wear untuk generasi Z, couture, dan modest fashion.
Sebelum menyiapkan showcase terbarunya, ia telah memperkenalkan sejumlah koleksi melalui Seaside Allure pada 2025 dan The Quiet Opulence pada 2026. Kiprahnya juga mendapat pengakuan melalui penghargaan Desainer Muda Inspiratif dalam Kartini Muda Award pada Mei 2026.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya turut mengapresiasi langkah Nabila dalam mengembangkan jenama fesyen dengan mengangkat kekayaan budaya Indonesia.
Ia berharap Nabila dapat terus berkembang menjadi desainer sukses dengan karya yang memiliki daya saing lebih luas. Dukungan melalui kolaborasi dan pendampingan dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan talenta muda di industri kreatif.
“Kami sangat mengapresiasi apa yang dikerjakan Nabila. Kami harap suatu saat Nabila bisa menjadi desainer senior yang sukses dan karyanya semakin berdaya saing. Keberlanjutannya perlu kita jaga lewat kolaborasi,” ujar Teuku Riefky.
Sebagai bentuk dukungan, Kementerian Ekraf dan Nabila turut menjajaki peluang kerja sama melalui program Creative by Indonesia untuk mempromosikan jenama dan produk kreatif di berbagai ajang nasional maupun internasional. Ada pula program Creative Hub yang berfokus pada pengembangan kapasitas dan jejaring pelaku ekonomi kreatif.
Nabila pun berharap Menteri Ekonomi Kreatif dapat hadir dalam showcase 17 Stitches of Nusantara yang direncanakan berlangsung pada Januari 2027.
Melalui karya tersebut, Nabila ingin menunjukkan bahwa budaya Nusantara tidak hanya bisa dilestarikan melalui tradisi, tetapi juga dapat diterjemahkan menjadi karya fesyen yang relevan dengan perkembangan zaman.
(FIR)