YOUR FASHION
Denim Rosé x Levi’s Ini Bisa Kamu Bikin “Kamu Banget”
A. Firdaus
Sabtu 19 September 2026 / 13:21
- Rosé dan Levi’s menghadirkan koleksi denim terbaru yang bisa dikustomisasi.
- Koleksi Levi’s® x Rosé menghadirkan dua siluet utama
- Ia juga menyebut angka 11 sebagai salah satu detail kecil yang merepresentasikan dirinya.
Jakarta: Denim memang salah satu fashion item yang tidak pernah benar-benar kehilangan tempat. Dipakai santai bisa, dipadukan dengan gaya yang lebih edgy juga bisa. Tidak heran jika potongan klasik seperti trucker jacket dan boot-cut jeans terus kembali muncul dalam berbagai interpretasi.
Kali ini, denim klasik mendapat sentuhan personal dari Rosé lewat kolaborasi terbarunya bersama Levi’s®. Koleksi ini menjadi bagian dari kemitraan jangka panjang keduanya sekaligus membawa gaya personal sang penyanyi ke dalam sejumlah item denim yang bisa dikustomisasi.
Terinspirasi dari Rosé sebagai “The Original Girl”, koleksi tersebut dirancang untuk merayakan individualitas. Jadi, bukan sekadar mengenakan pakaian yang sama, tetapi memberi kesempatan bagi pemakainya untuk membuat denim terasa lebih personal.
Koleksi Levi’s® x Rosé menghadirkan dua siluet utama, yaitu slim zip-up trucker jacket dan loose boot jean. Masing-masing tersedia dalam dua pilihan wash.
Loose boot jean sendiri bukan model yang asing bagi Rosé. Potongan tersebut sebelumnya sudah menjadi salah satu gaya favoritnya dan dikenakan dalam kampanye Super Bowl Behind Every Original.
Sementara itu, trucker jacket dikembangkan dari salah satu potongan ikonis yang kerap menjadi bagian dari gaya personal Rosé. Jaket tersebut hadir dengan resleting dua arah di bagian depan serta detail metal berwarna perak.
Ada pula detail yang membuat koleksi ini terasa semakin dekat dengan Rosé. Setiap item dilengkapi back patch khusus dengan tulisan tangan “Levi Strauss with Rosé”.
Yang menarik, koleksi ini tidak berhenti pada desain pakaian. Levi’s® x Rosé juga menghadirkan sejumlah pilihan kustomisasi yang memungkinkan penggemar memberikan sentuhan personal pada item yang mereka pilih.
Di sejumlah toko dan pop-up di kawasan Asia Pasifik, penggemar dapat menambahkan grafis eksklusif seperti “The Original Girl”, “number one girl”, serta angka 11.
Angka tersebut menjadi salah satu detail personal Rosé karena berkaitan dengan tanggal ulang tahunnya.

Pilihan lainnya hadir dalam bentuk pin, gantungan resleting, dan gantungan kunci. Pin menampilkan tulisan “The Original Girl” yang dipadukan dengan motif bintang dan bunga dalam pilihan warna hitam atau putih.
Sementara itu, gantungan resleting membawa logo Levi’s® dan Rosé. Ada juga gantungan kunci berbentuk bintang dari denim dengan bordir angka “11” di satu sisi dan tulisan “rosie” di sisi lainnya.
Dengan berbagai pilihan tersebut, satu item denim bisa memiliki tampilan yang berbeda tergantung bagaimana pemiliknya mengkustomisasi.
Bagi Rosé, kolaborasi ini bukan sekadar menghadirkan produk dengan namanya. Ia ingin koleksi tersebut tetap membawa karakter klasik Levi’s®, tetapi terasa seperti bagian dari lemari pakaiannya sendiri.
“Saya ingin koleksi ini menangkap esensi yang menjadikan Levi’s sebagai brand klasik sekaligus terasa personal, seperti pakaian yang berasal dari lemari pakaian saya sendiri,” kata Rosé.
Ia juga menyebut angka 11 sebagai salah satu detail kecil yang merepresentasikan dirinya.
“Setiap detail, salah satunya angka 11, adalah bagian kecil dari diri yang terjalin menjadi sesuatu yang saya harap dapat diadopsi oleh setiap orang sesuai selera masing-masing.”
Pendekatan tersebut membuat koleksi Levi’s® x Rosé tidak hanya bermain pada nama besar sang bintang. Ada ruang bagi pemakainya untuk menentukan bagaimana item tersebut akan menjadi bagian dari gaya mereka sendiri.
Koleksi Levi’s® x Rosé mulai tersedia 15 September 2026 secara eksklusif di kawasan Asia Pasifik.
Koleksi tersebut hadir melalui pop-up di Tokyo, Seoul, dan Beijing, serta tersedia melalui Levi.com dan sejumlah toko Levi’s® terpilih di Tiongkok Daratan, Singapura, Thailand, Filipina, Jepang, Korea, dan Australia.
Dengan kombinasi siluet klasik, detail personal Rosé, dan opsi kustomisasi, koleksi ini membawa satu pesan sederhana: denim yang sama tidak harus terlihat sama pada setiap orang.
Sebab, pada akhirnya, gaya personal justru muncul ketika seseorang bisa memberi sedikit sentuhan dirinya sendiri pada apa yang dikenakan.
(FIR)
Kali ini, denim klasik mendapat sentuhan personal dari Rosé lewat kolaborasi terbarunya bersama Levi’s®. Koleksi ini menjadi bagian dari kemitraan jangka panjang keduanya sekaligus membawa gaya personal sang penyanyi ke dalam sejumlah item denim yang bisa dikustomisasi.
Terinspirasi dari Rosé sebagai “The Original Girl”, koleksi tersebut dirancang untuk merayakan individualitas. Jadi, bukan sekadar mengenakan pakaian yang sama, tetapi memberi kesempatan bagi pemakainya untuk membuat denim terasa lebih personal.
Dua Siluet, Banyak Cara Bergaya
Koleksi Levi’s® x Rosé menghadirkan dua siluet utama, yaitu slim zip-up trucker jacket dan loose boot jean. Masing-masing tersedia dalam dua pilihan wash.
Loose boot jean sendiri bukan model yang asing bagi Rosé. Potongan tersebut sebelumnya sudah menjadi salah satu gaya favoritnya dan dikenakan dalam kampanye Super Bowl Behind Every Original.
Sementara itu, trucker jacket dikembangkan dari salah satu potongan ikonis yang kerap menjadi bagian dari gaya personal Rosé. Jaket tersebut hadir dengan resleting dua arah di bagian depan serta detail metal berwarna perak.
Ada pula detail yang membuat koleksi ini terasa semakin dekat dengan Rosé. Setiap item dilengkapi back patch khusus dengan tulisan tangan “Levi Strauss with Rosé”.
Denim Bisa Dibikin Sesuai Gaya Kamu
Yang menarik, koleksi ini tidak berhenti pada desain pakaian. Levi’s® x Rosé juga menghadirkan sejumlah pilihan kustomisasi yang memungkinkan penggemar memberikan sentuhan personal pada item yang mereka pilih.
Di sejumlah toko dan pop-up di kawasan Asia Pasifik, penggemar dapat menambahkan grafis eksklusif seperti “The Original Girl”, “number one girl”, serta angka 11.
Angka tersebut menjadi salah satu detail personal Rosé karena berkaitan dengan tanggal ulang tahunnya.
Pilihan lainnya hadir dalam bentuk pin, gantungan resleting, dan gantungan kunci. Pin menampilkan tulisan “The Original Girl” yang dipadukan dengan motif bintang dan bunga dalam pilihan warna hitam atau putih.
Sementara itu, gantungan resleting membawa logo Levi’s® dan Rosé. Ada juga gantungan kunci berbentuk bintang dari denim dengan bordir angka “11” di satu sisi dan tulisan “rosie” di sisi lainnya.
Dengan berbagai pilihan tersebut, satu item denim bisa memiliki tampilan yang berbeda tergantung bagaimana pemiliknya mengkustomisasi.
Rosé Ingin Denim Terasa Personal
Bagi Rosé, kolaborasi ini bukan sekadar menghadirkan produk dengan namanya. Ia ingin koleksi tersebut tetap membawa karakter klasik Levi’s®, tetapi terasa seperti bagian dari lemari pakaiannya sendiri.
“Saya ingin koleksi ini menangkap esensi yang menjadikan Levi’s sebagai brand klasik sekaligus terasa personal, seperti pakaian yang berasal dari lemari pakaian saya sendiri,” kata Rosé.
Ia juga menyebut angka 11 sebagai salah satu detail kecil yang merepresentasikan dirinya.
“Setiap detail, salah satunya angka 11, adalah bagian kecil dari diri yang terjalin menjadi sesuatu yang saya harap dapat diadopsi oleh setiap orang sesuai selera masing-masing.”
Pendekatan tersebut membuat koleksi Levi’s® x Rosé tidak hanya bermain pada nama besar sang bintang. Ada ruang bagi pemakainya untuk menentukan bagaimana item tersebut akan menjadi bagian dari gaya mereka sendiri.
Mulai Hadir di Asia Pasifik
Koleksi Levi’s® x Rosé mulai tersedia 15 September 2026 secara eksklusif di kawasan Asia Pasifik.
Koleksi tersebut hadir melalui pop-up di Tokyo, Seoul, dan Beijing, serta tersedia melalui Levi.com dan sejumlah toko Levi’s® terpilih di Tiongkok Daratan, Singapura, Thailand, Filipina, Jepang, Korea, dan Australia.
Dengan kombinasi siluet klasik, detail personal Rosé, dan opsi kustomisasi, koleksi ini membawa satu pesan sederhana: denim yang sama tidak harus terlihat sama pada setiap orang.
Sebab, pada akhirnya, gaya personal justru muncul ketika seseorang bisa memberi sedikit sentuhan dirinya sendiri pada apa yang dikenakan.
(FIR)