YOUR FASHION

Tren Denim 2026, Siluet Longgar dan Gaya Bijak Jadi Pilihan Utama Kaum Urban

Muhammad Syahrul Ramadhan
Jumat 16 Januari 2026 / 14:00
Jakarta: Denim tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat Indonesia, khususnya di pusat aktivitas perkotaan. 

Temuan terbaru dari Levi’s Merchandise Report Indonesia 2025 mengungkap bahwa konsumen saat ini semakin memprioritaskan kenyamanan, kesopanan, serta fleksibilitas dalam berpakaian untuk berbagai konteks kehidupan, mulai dari pekerjaan hingga kegiatan sosial.

Laporan tersebut menyoroti adanya pergeseran perilaku konsumsi ke arah yang lebih bijak. Konsumen kini cenderung memilih busana yang praktis, tahan lama (durable), serta memiliki perawatan minimal, namun tetap relevan dengan perkembangan tren fashion masa depan.

Menyongsong tahun 2026, tren denim diprediksi akan mengalami evolusi besar melampaui status klasiknya. Jika sebelumnya gaya ketat seperti straight, slim, dan skinny jeans mendominasi, tahun 2026 akan menandai dominasi siluet yang lebih longgar dan lebar.

Country Marketing Lead, PT Levi Strauss Indonesia, Stiffen Andika, mengungkapkan berdasarkan temuan Merchandise Report Indonesia 2025, konsumen Indonesia kini makin kritis dan bijak dalam memilih busana. 

“Mereka mencari potongan yang pantas, nyaman, dan fleksibel untuk kehidupan sehari-hari. Apa yang kami lihat dalam tren denim global 2026 juga mencerminkan pergeseran ini, menuju siluet longgar, gaya adaptif, dan denim yang mendukung cara orang benar-benar hidup, bukan sekadar bagaimana mereka ingin terlihat,” ungkap Stiffen.

Menurutnya, tren global 2026 akan berfokus pada siluet longgar dan gaya adaptif yang mendukung cara orang benar-benar hidup, bukan sekadar urusan estetika semata. Potongan baggy dan relaxed diprediksi semakin digemari karena memberikan kesan effortless serta fleksibilitas gerak yang mendukung aktivitas harian yang padat.
 
Selain perubahan siluet, terdapat beberapa poin kunci yang akan mendominasi lanskap mode denim tahun depan. Pertama adalah nuansa Washed-Out, estetika lived-in atau model pudar dengan patina lembut akan menjadi tren menonjol karena memberikan kesan autentik dan understated yang abadi.

Teknik layering tetap menjadi tren kuat. Perpaduan tekstur denim yang berbeda atau penggunaan warna yang serasi akan menambah kedalaman pada koleksi busana harian. Selain itu, pengaruh tren dari Korea Selatan melalui bintang K-pop juga terus menjadi katalisator utama. Gaya jeans longgar yang dipadukan dengan atasan oversized kini menjadi standar baru dalam lemari pakaian ikon musik dunia dan lintas generasi.

Bagi perempuan, laporan Levi’s menekankan adanya permintaan terhadap siluet modern yang kekinian namun tetap pantas. Sementara itu, bagi pria, model klasik yang menyeimbangkan antara fungsi dan nilai tetap menjadi prioritas utama.

Menghadapi tren yang semakin inklusif ini, Levi’s terus berinovasi untuk memadukan daya tarik klasik dengan sentuhan kontemporer melalui berbagai pilihan siluet dan teknik pencucian denim yang dipikirkan secara matang

Stiffen menambahkan bahwa evolusi denim saat ini adalah hal yang alami, selaras dengan cara orang berpakaian di berbagai musim dan kesempatan. Pergeseran ini menegaskan jeans sebagai bagian esensial dari kehidupan sehari-hari, beradaptasi secara alami dengan cara orang hidup, bergerak, dan mengekspresikan diri.

(Fany Wirda Putri)


Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(RUL)

MOST SEARCH