YOUR FASHION
INACRAFT 2026 Usung Tema Technocraft, dari Tangan Perajin ke Era Digital
A. Firdaus
Kamis 08 Oktober 2026 / 09:14
- INACRAFT October 2026 resmi dibuka di JICC.
- Memasuki edisi kelima, pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara ini mengusung tema “Technocraft”.
- Selama lima hari penyelenggaraan hingga 11 Oktober 2026, ASEPHI menargetkan 80 ribu pengunjung.
Jakarta: Kerajinan tangan kini tidak lagi harus berjarak dengan teknologi. Justru, perpaduan keduanya bisa menjadi cara baru untuk membuat kriya Indonesia tetap relevan di tengah perubahan zaman.
Semangat itulah yang dibawa INACRAFT October 2026 yang resmi dibuka di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2026.
Memasuki edisi kelima, pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara ini mengusung tema “Technocraft”. Konsep tersebut mempertemukan kekayaan tradisi kriya Indonesia dengan teknologi dan inovasi untuk mendorong daya saing produk sekaligus membuka ruang bagi generasi perajin muda.
Pembukaan INACRAFT October 2026 ditandai dengan peletakan plakat peresmian oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso. Sejumlah menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Pusat Selvi Gibran Rakabuming, jajaran Seruni Kabinet Merah Putih, perwakilan negara sahabat, tamu internasional, serta pengurus ASEPHI dari berbagai daerah turut hadir.
Ketua Umum BPP Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) Hatman mengatakan, tema Technocraft menjadi jembatan antara keterampilan tradisional dengan kebutuhan industri modern.
Teknologi, kata dia, tidak ditempatkan untuk menggantikan tangan perajin. Sebaliknya, teknologi diharapkan membantu meningkatkan presisi, daya saing, hingga nilai tambah produk tanpa menghilangkan identitas budaya yang menjadi kekuatan kriya Indonesia.
“Technocraft membangkitkan semangat pengusaha muda (youthpreneur), menyatukan tradisi, teknologi, dan inovasi menjadi proses kreatif pengembangan produk,” ujar Hatman dalam laporan pembukaan.
Semangat tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya ASEPHI mendorong regenerasi industri kerajinan Indonesia. Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi konsumen produk kriya, tetapi juga ikut masuk sebagai kreator dan pelaku usaha.
Untuk memperkuat ekosistem tersebut, ASEPHI menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak. Nota kesepahaman ditandatangani bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK), Bank Indonesia Kantor Perwakilan Tegal, dan Universitas Indonesia.
ASEPHI juga menggandeng Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual untuk memberikan sosialisasi mengenai merek dan Indikasi Geografis.
Sementara itu, kolaborasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menghadirkan kembali ruang edukasi yang memperkenalkan permainan tradisional anak Indonesia.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kriya tidak hanya berbicara mengenai produk akhir, tetapi juga menyangkut pengetahuan, keterampilan, kekayaan intelektual, hingga regenerasi pelakunya.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengapresiasi konsistensi ASEPHI dalam menyelenggarakan INACRAFT selama lebih dari dua dekade.
Menurutnya, INACRAFT telah berkembang dari sekadar agenda tahunan menjadi salah satu etalase penting bagi produk kriya Indonesia dan menjadi pijakan untuk memperluas pasar ekspor.
“Selama lebih dari dua dekade, pameran ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan telah menjadi etalase kriya terbesar, paling bergengsi, dan paling dinamis di kawasan Asia Tenggara,” ujar Budi.
Ia mengatakan penyelenggaraan INACRAFT sejalan dengan tiga program prioritas Kementerian Perdagangan, yakni pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, serta mendorong produk lokal menuju pasar global.
Kinerja ekspor produk home decor Indonesia pada Januari-Juli 2026 juga menunjukkan pertumbuhan. Nilainya mencapai US$821 juta, naik 6,8 persen.
“INACRAFT October 2026 adalah cerminan nyata dari ketiga program tersebut,” kata Budi.
INACRAFT October 2026 digelar di sejumlah area utama JICC, mulai dari Main Lobby, Assembly, Cendrawasih, Hall A, Hall B, hingga Lobby A dan B.
Ratusan peserta ikut ambil bagian, mulai dari anggota ASEPHI, dinas daerah, kementerian dan BUMN, peserta internasional, peserta nonanggota, hingga peserta Talam dari sektor kuliner.
Selama lima hari penyelenggaraan hingga 11 Oktober 2026, ASEPHI menargetkan 80 ribu pengunjung, transaksi ritel mencapai Rp100 miliar, serta potensi kontrak dagang sebesar US$2,7 juta.
Pameran yang digelar secara swadana ini turut mendapat dukungan lintas sektor. Salah satunya melalui Bank Mandiri sebagai sponsor utama yang menghadirkan fasilitas transaksi digital, program undian, hingga akses pembiayaan kredit bagi anggota ASEPHI.
Buat masyarakat yang ingin datang, INACRAFT October 2026 dibuka pada 10.00-21.00 WIB dengan tiket masuk Rp35 ribu.
Selain berburu produk kriya, pengunjung juga bisa mengikuti berbagai agenda seperti Business Forum, Craft Talk, Workshop, Digital Lounge, Craft Experience, hingga INACRAFT Appreciation Night.
Pada akhirnya, Technocraft bukan sekadar soal membuat kriya terlihat lebih modern. Lebih jauh, konsep ini menjadi upaya agar kekayaan tradisi tetap punya tempat di masa depan—dengan generasi muda sebagai salah satu pemain utamanya.
(FIR)
Semangat itulah yang dibawa INACRAFT October 2026 yang resmi dibuka di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2026.
Memasuki edisi kelima, pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara ini mengusung tema “Technocraft”. Konsep tersebut mempertemukan kekayaan tradisi kriya Indonesia dengan teknologi dan inovasi untuk mendorong daya saing produk sekaligus membuka ruang bagi generasi perajin muda.
Pembukaan INACRAFT October 2026 ditandai dengan peletakan plakat peresmian oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso. Sejumlah menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Pusat Selvi Gibran Rakabuming, jajaran Seruni Kabinet Merah Putih, perwakilan negara sahabat, tamu internasional, serta pengurus ASEPHI dari berbagai daerah turut hadir.
Ketika tradisi bertemu teknologi
Ketua Umum BPP Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) Hatman mengatakan, tema Technocraft menjadi jembatan antara keterampilan tradisional dengan kebutuhan industri modern.
Teknologi, kata dia, tidak ditempatkan untuk menggantikan tangan perajin. Sebaliknya, teknologi diharapkan membantu meningkatkan presisi, daya saing, hingga nilai tambah produk tanpa menghilangkan identitas budaya yang menjadi kekuatan kriya Indonesia.
“Technocraft membangkitkan semangat pengusaha muda (youthpreneur), menyatukan tradisi, teknologi, dan inovasi menjadi proses kreatif pengembangan produk,” ujar Hatman dalam laporan pembukaan.
Semangat tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya ASEPHI mendorong regenerasi industri kerajinan Indonesia. Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi konsumen produk kriya, tetapi juga ikut masuk sebagai kreator dan pelaku usaha.
Dorong ekosistem perajin muda
Untuk memperkuat ekosistem tersebut, ASEPHI menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak. Nota kesepahaman ditandatangani bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK), Bank Indonesia Kantor Perwakilan Tegal, dan Universitas Indonesia.
ASEPHI juga menggandeng Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual untuk memberikan sosialisasi mengenai merek dan Indikasi Geografis.
Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Pusat Selvi Gibran Rakabuming. Dok. Ist
Sementara itu, kolaborasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menghadirkan kembali ruang edukasi yang memperkenalkan permainan tradisional anak Indonesia.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kriya tidak hanya berbicara mengenai produk akhir, tetapi juga menyangkut pengetahuan, keterampilan, kekayaan intelektual, hingga regenerasi pelakunya.
Jadi pintu menuju pasar global
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengapresiasi konsistensi ASEPHI dalam menyelenggarakan INACRAFT selama lebih dari dua dekade.
Menurutnya, INACRAFT telah berkembang dari sekadar agenda tahunan menjadi salah satu etalase penting bagi produk kriya Indonesia dan menjadi pijakan untuk memperluas pasar ekspor.
“Selama lebih dari dua dekade, pameran ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan telah menjadi etalase kriya terbesar, paling bergengsi, dan paling dinamis di kawasan Asia Tenggara,” ujar Budi.
Ia mengatakan penyelenggaraan INACRAFT sejalan dengan tiga program prioritas Kementerian Perdagangan, yakni pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, serta mendorong produk lokal menuju pasar global.
Kinerja ekspor produk home decor Indonesia pada Januari-Juli 2026 juga menunjukkan pertumbuhan. Nilainya mencapai US$821 juta, naik 6,8 persen.
“INACRAFT October 2026 adalah cerminan nyata dari ketiga program tersebut,” kata Budi.
Lima hari berburu kriya Indonesia
INACRAFT October 2026 digelar di sejumlah area utama JICC, mulai dari Main Lobby, Assembly, Cendrawasih, Hall A, Hall B, hingga Lobby A dan B.
Ratusan peserta ikut ambil bagian, mulai dari anggota ASEPHI, dinas daerah, kementerian dan BUMN, peserta internasional, peserta nonanggota, hingga peserta Talam dari sektor kuliner.
Selama lima hari penyelenggaraan hingga 11 Oktober 2026, ASEPHI menargetkan 80 ribu pengunjung, transaksi ritel mencapai Rp100 miliar, serta potensi kontrak dagang sebesar US$2,7 juta.
Pameran yang digelar secara swadana ini turut mendapat dukungan lintas sektor. Salah satunya melalui Bank Mandiri sebagai sponsor utama yang menghadirkan fasilitas transaksi digital, program undian, hingga akses pembiayaan kredit bagi anggota ASEPHI.
Buat masyarakat yang ingin datang, INACRAFT October 2026 dibuka pada 10.00-21.00 WIB dengan tiket masuk Rp35 ribu.
Selain berburu produk kriya, pengunjung juga bisa mengikuti berbagai agenda seperti Business Forum, Craft Talk, Workshop, Digital Lounge, Craft Experience, hingga INACRAFT Appreciation Night.
Pada akhirnya, Technocraft bukan sekadar soal membuat kriya terlihat lebih modern. Lebih jauh, konsep ini menjadi upaya agar kekayaan tradisi tetap punya tempat di masa depan—dengan generasi muda sebagai salah satu pemain utamanya.
(FIR)