WISATA
EIGER Nature Bisa Jadi Pilot Project Wisata Berkelanjutan
A. Firdaus
Senin 05 Oktober 2026 / 13:42
- WALHI Jawa Barat mengapresiasi keterbukaan EIGER Nature dalam menerima masukan.
- Sikap terbuka tersebut pula yang membuat WALHI Jawa Barat terus menyampaikan pandangan dan masukan kepada EIGER Nature.
- Keterlibatan akademisi dan berbagai pihak dalam proses pengembangan kawasan memiliki nilai penting karena dapat memperluas pertukaran informasi dan pengetahuan.
Bogor: Komitmen terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dinilai perlu dibangun melalui keterbukaan, evaluasi, dan kolaborasi berbagai pihak. Hal tersebut menjadi perhatian WALHI Jawa Barat setelah melakukan kunjungan kembali ke EIGER Nature untuk melihat perkembangan sekaligus memastikan tindak lanjut atas berbagai masukan yang sebelumnya telah disampaikan.
Dalam kunjungan tersebut, WALHI Jawa Barat berdialog dengan pengelola EIGER Nature serta melihat langsung berbagai kegiatan yang telah dilakukan di kawasan tersebut. Pertemuan juga melibatkan sejumlah akademisi, pakar, dan media sebagai bagian dari proses pertukaran informasi dan pengetahuan mengenai pengelolaan kawasan berbasis alam.
Sejumlah pakar yang hadir merupakan bagian dari tim pakar EIGER Nature, yakni Prof. Dr. Tukirin Partomihardjo, M.Sc. yang memiliki keahlian di bidang botani dan konservasi tumbuhan; Prof. Dr. Ir. Mirza Dikari Kusrini, M.Si. sebagai pakar konservasi satwa liar; serta Prof. Dr. Ir. Arief Sabdo Yuwono, M.Sc. yang memiliki keahlian dalam pencemaran lingkungan serta pengelolaan sampah dan limbah.
Selain melihat perkembangan kegiatan di lapangan, kunjungan WALHI Jawa Barat juga dimaksudkan untuk mengonfirmasi aspek perizinan dan kelengkapan dokumen lingkungan yang menjadi bagian dari proses pengembangan EIGER Nature.
Dari peninjauan tersebut, WALHI Jawa Barat menyampaikan bahwa berbagai perizinan dan dokumen lingkungan yang diperlukan telah dipenuhi. Proses pengembangan kawasan EIGER Nature sendiri telah berlangsung sejak 2018 dan telah dilengkapi sejumlah dokumen utama, antara lain perizinan tata ruang, persetujuan lingkungan, site plan, serta perizinan bangunan.
Direktur Eksekutif Daerah WALHI Jawa Barat, Wahyudin Iwang, mengatakan keterbukaan pengelola dalam menerima masukan, termasuk kritik, menjadi salah satu hal yang dinilai positif.
“Selama ini kami melihat EIGER Nature sebagai salah satu perusahaan yang masih memiliki komitmen. Kami juga melihat bahwa EIGER sangat terbuka untuk menerima saran, masukan, termasuk kritik. Jarang sekali perusahaan yang bisa menempatkan dirinya seperti itu,” ujar Wahyudin Iwang.
Menurut Iwang, sikap terbuka tersebut pula yang membuat WALHI Jawa Barat terus menyampaikan pandangan dan masukan kepada EIGER Nature. Kunjungan terbaru dilakukan untuk melihat apakah berbagai hal yang sebelumnya menjadi perhatian telah benar-benar ditindaklanjuti.
“Kami datang ke sini untuk melihat secara langsung apakah masukan, saran, pandangan, dan kritik yang sebelumnya kami sampaikan telah dijalankan. Kami melihat langsung bahwa hal-hal tersebut telah ditindaklanjuti. Kami juga melihat keterlibatan para pakar dan akademisi yang mempresentasikan berbagai kegiatan yang berlangsung di sini. Saya mengapresiasi itu,” lanjutnya.
Iwang menambahkan, keterlibatan akademisi dan berbagai pihak dalam proses pengembangan kawasan memiliki nilai penting karena dapat memperluas pertukaran informasi dan pengetahuan.
“Bagi WALHI, informasi itu adalah pengetahuan. Informasi yang baik akan menjadi pengetahuan yang baik juga,” ujarnya.
Meski memberikan apresiasi terhadap perkembangan yang dilihat di lapangan, WALHI Jawa Barat mengingatkan bahwa pengelolaan lingkungan merupakan proses yang membutuhkan konsistensi dalam jangka panjang. EIGER Nature dinilai masih berada pada tahap awal perjalanan sehingga komitmen tersebut perlu terus dijaga dan diperkuat.
“EIGER Nature ini masih berada di tahap awal dan akan berlangsung dalam jangka panjang. Kalau terus dilakukan dengan serius dan terus melibatkan tim pakar, akademisi, serta NGO, ini bisa menjadi pilot project atau menjadi pembelajaran bagi pengusaha lain yang menjalankan kegiatan berbasis alam,” kata Iwang.
(FIR)
Dalam kunjungan tersebut, WALHI Jawa Barat berdialog dengan pengelola EIGER Nature serta melihat langsung berbagai kegiatan yang telah dilakukan di kawasan tersebut. Pertemuan juga melibatkan sejumlah akademisi, pakar, dan media sebagai bagian dari proses pertukaran informasi dan pengetahuan mengenai pengelolaan kawasan berbasis alam.
Sejumlah pakar yang hadir merupakan bagian dari tim pakar EIGER Nature, yakni Prof. Dr. Tukirin Partomihardjo, M.Sc. yang memiliki keahlian di bidang botani dan konservasi tumbuhan; Prof. Dr. Ir. Mirza Dikari Kusrini, M.Si. sebagai pakar konservasi satwa liar; serta Prof. Dr. Ir. Arief Sabdo Yuwono, M.Sc. yang memiliki keahlian dalam pencemaran lingkungan serta pengelolaan sampah dan limbah.
Selain melihat perkembangan kegiatan di lapangan, kunjungan WALHI Jawa Barat juga dimaksudkan untuk mengonfirmasi aspek perizinan dan kelengkapan dokumen lingkungan yang menjadi bagian dari proses pengembangan EIGER Nature.
Dari peninjauan tersebut, WALHI Jawa Barat menyampaikan bahwa berbagai perizinan dan dokumen lingkungan yang diperlukan telah dipenuhi. Proses pengembangan kawasan EIGER Nature sendiri telah berlangsung sejak 2018 dan telah dilengkapi sejumlah dokumen utama, antara lain perizinan tata ruang, persetujuan lingkungan, site plan, serta perizinan bangunan.
Direktur Eksekutif Daerah WALHI Jawa Barat, Wahyudin Iwang, mengatakan keterbukaan pengelola dalam menerima masukan, termasuk kritik, menjadi salah satu hal yang dinilai positif.
“Selama ini kami melihat EIGER Nature sebagai salah satu perusahaan yang masih memiliki komitmen. Kami juga melihat bahwa EIGER sangat terbuka untuk menerima saran, masukan, termasuk kritik. Jarang sekali perusahaan yang bisa menempatkan dirinya seperti itu,” ujar Wahyudin Iwang.
Sejumlah pakar yang hadir merupakan bagian dari tim pakar EIGER Nature. Dok. Ist
Menurut Iwang, sikap terbuka tersebut pula yang membuat WALHI Jawa Barat terus menyampaikan pandangan dan masukan kepada EIGER Nature. Kunjungan terbaru dilakukan untuk melihat apakah berbagai hal yang sebelumnya menjadi perhatian telah benar-benar ditindaklanjuti.
“Kami datang ke sini untuk melihat secara langsung apakah masukan, saran, pandangan, dan kritik yang sebelumnya kami sampaikan telah dijalankan. Kami melihat langsung bahwa hal-hal tersebut telah ditindaklanjuti. Kami juga melihat keterlibatan para pakar dan akademisi yang mempresentasikan berbagai kegiatan yang berlangsung di sini. Saya mengapresiasi itu,” lanjutnya.
Iwang menambahkan, keterlibatan akademisi dan berbagai pihak dalam proses pengembangan kawasan memiliki nilai penting karena dapat memperluas pertukaran informasi dan pengetahuan.
“Bagi WALHI, informasi itu adalah pengetahuan. Informasi yang baik akan menjadi pengetahuan yang baik juga,” ujarnya.
Meski memberikan apresiasi terhadap perkembangan yang dilihat di lapangan, WALHI Jawa Barat mengingatkan bahwa pengelolaan lingkungan merupakan proses yang membutuhkan konsistensi dalam jangka panjang. EIGER Nature dinilai masih berada pada tahap awal perjalanan sehingga komitmen tersebut perlu terus dijaga dan diperkuat.
“EIGER Nature ini masih berada di tahap awal dan akan berlangsung dalam jangka panjang. Kalau terus dilakukan dengan serius dan terus melibatkan tim pakar, akademisi, serta NGO, ini bisa menjadi pilot project atau menjadi pembelajaran bagi pengusaha lain yang menjalankan kegiatan berbasis alam,” kata Iwang.
(FIR)