End Google Analytics -->
WISATA

Galungan Kuningan: Berbagai Tradisi Unik di Kawasan Bali

Medcom
Selasa 03 Januari 2023 / 17:07
Jakarta: Perayaan Galungan dan Kuningan kini jatuh pada tanggal 4 - 14 Januari 2022. Seluruh umat Hindu di Bali akan menuju ke Pura di sekitar dengan mengenakan pakaian adat perayaan yang diwarnai warna putih dan membawa sesajen untuk dinikmati bersama setelah upacara dan persembahyangan berlangsung.

Setiap perayaan Galungan, pasti akan banyak ornamen tiang bambu (penjor) yang dihias menggunakan daun kelapa dan ornamen dari tanaman seperti buah-buahan, beras, jagung, kelapa, daun dan lain-lain di pinggir jalan di Bali.

Selain kesakralan yang ada di Hari Raya Galungan dan Kuningan ini, ternyata juga ada tradisi adat yang unik lho. Setiap desa dan daerah, umat Hindu Bali melakukan atraksi dan pawai yang berbeda untuk merayakan hari raya perayaan keagamaan.

Berikut ini adalah beberapa tradisi menarik dan unik yang mungkin kamu temukan di Pulau Dewata selama minggu Galungan dan Kuningan.
 

Ngelawang



(Ngelawang. Video: Dok. Instagram Baliniskala/@bali_niskala)
 

1. Ngelawang Barong di Ubud, Tanah Lot, Klungklung, Denpasar


Ngelawang dari kata lawang (pintu), pertunjukan yang dilakukan dari rumah ke rumah, dari desa ke desa dengan menggunakan barong bangkung (barong berbentuk babi). 

Dari mitologi Dewi Ulun Danu yang berubah menjadi raksasa, untuk membantu penduduk desa menaklukkan roh jahat. Dahulu ritual ini tergolong sakral, namun kini Ngelawang digunakan sebagai pertunjukan seni yang dilakukan oleh anak-anak, dengan mengarak barong keliling desa diiringi gamelan. 
 

2. Perang Jempana di sekitar kawasan Klungkung


Tradisi ini sudah ada sejak tahun 1500, di Desa Paksebali, Klungkung. Perang Jempana adalah tradisi yang dilakukan setiap Galungan di mana penduduk setempat membawa usungan (jempana) dengan sesaji dan simbol dewata.

Puncak ritual ini adalah Ngambeng Jempana, yaitu atraksi saling memberi semangat antar warga yang membawa jempana sambil diiringi suara tabuhan gong tawon.
 

3. Grebeg Mekotek di Tabanan, Desa Adat Munggu, Mengwi, Denpasar


Terdapat tradisi panjang ini setiap Galungan pawai eliminasi roh jahat (bala) yang disebut Grebeg Mekotek. Tradisi mekotek dilakukan dengan kayu kupas sepanjang 2,5 meter. 

Warga yang mengikuti tradisi tersebut akan dibagi menjadi beberapa kelompok, dari mereka akan dipilih salah satu sebagai komando untuk memberi perintah dari atas piramida. 

Komandan akan mengarahkan grup untuk menabrak grup lain. Selain menolak bala, Mekotek juga dipercaya sebagai permohonan berkah dan meminta kesuburan bagi lahan pertanian setempat.


Nandhita Nur Fadjriah
(TIN)

MOST SEARCH