WISATA

Menparekraf Anggap Pariwisata Halal di Indonesia Belum Satu Frekuensi

Raka Lestari
Kamis 14 Januari 2021 / 06:00
Jakarta: Beberapa tahun belakangan ini, Indonesia mulai menggiatkan pariwisata halal. Meskipun memang, sampai saat ini masih terjadi pro kontra mengenai pariwisata halal ini. Wisata halal di Indonesia sendiri, berkonsep pada layanan tambahan atau extended service yang dilakukan dalam industri pariwisata.

“Mengenai wisata halal ini memang menjadi topik yang luar biasa dan saya sudah minta arahan kepada presiden karena sepertinya pemahaman terhadap pariwisata halal ini masih belum satu frekuensi,” ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Uno, dalam Diskusi Daring Fraksi Partai NasDem DPR RI.

Sandiaga Uno juga menjelaskan bahwa konsep dari pariwisata halal adalah seperangkat layanan tambahan (extended services) terkait amenitas, daya tarik wisata, dan aksesibilitas yang ditujukan dan diberikan untuk memenuhi pengalaman, kebutuhann dan keinginan wisatawan muslim.

“Dan yang penting diingat adalah bukan zonanya yang halal, tetapi yang halal itu pelayanannya. Itulah yang perlu pemahaman dan perlu disosialisasikan. Jadi, tidak ada halalisasi di suatu zona. Seperti di Dubai, yang dikhususkan itu adalah service-nya,” tambah Sandi.

Dalam presentasinya, Sandiaga Uno juga menambahkan bahwa kebijakan mengenai wisatta halal ini bukan hanya mengedepankan headline, namun lebih kepada substansi yang menyediakan layanan famiy/moslem friendly. Seperti hotel halal, tranportasi halal (airlines), makanan halal, paket tur halal, dan finance halal.

Pada 2015 lalu, Indonesia sudah menerima 3 pengharagaan dalam World Halal Travel Award. Sedangkan pada 2016, Indonesia mendapatkan 12 penghargaan dalam World Halal – Family Friendly Tourism Awards.

“Jadi saya sekarang sedang menggabungkan seluruh masukan dari semua pihak. Kemarin saya sudah mendapatkan masukan dari Gubernur Bali, Gubernur Sumatera Utara, 8 bupati di Toba, kemudian di Mangarai Barat, Labuan Bajo," ujar Sandi.

"Intinya sudah dapat masukan dan akan kami tamping agar memiliki pemahaman yang sama. Kita lakukan ini dengan pendekatan menyatukan pemikiran tentang pariwisata halal,” tutupnya.
(FIR)

MOST SEARCH