WISATA
Jazz Gunung 2026 Padukan Musik dan Wisata Alam, Dari Bromo hingga Baturraden
A. Firdaus
Selasa 09 Juni 2026 / 14:11
- Sebuah konsep yang menggabungkan pengalaman menikmati musik jazz dengan keindahan destinasi pegunungan Indonesia.
- Jazz Gunung menjadi salah satu contoh event yang berhasil memadukan hiburan, budaya, dan pariwisata dalam satu pengalaman wisata yang utuh.
- Kementerian Pariwisata berharap kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, komunitas, dan masyarakat lokal dapat terus diperkuat agar manfaat yang dihasilkan semakin luas.
Jakarta: Menikmati musik jazz di tengah udara sejuk pegunungan kini kembali menjadi daya tarik bagi wisatawan. Melalui penyelenggaraan BRI Jazz Gunung Series 2026, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong pengembangan wisata berbasis alam dan budaya yang mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.
Tahun ini, Jazz Gunung mengusung tema 'Jazztination', sebuah konsep yang menggabungkan pengalaman menikmati musik jazz dengan keindahan destinasi pegunungan Indonesia.
Asisten Deputi Event Nasional Kementerian Pariwisata, Ni Komang Ayu Astiti, mengatakan Jazz Gunung menjadi salah satu contoh event yang berhasil memadukan hiburan, budaya, dan pariwisata dalam satu pengalaman wisata yang utuh.
"Keberhasilan BRI Jazz Gunung Series dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan event serupa di berbagai daerah lain di Indonesia yang memiliki kekuatan alam dan budaya," ujar Komang dalam konferensi pers di Jakarta.
Menurutnya, penyelenggaraan acara tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik berkualitas, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi masyarakat setempat, mulai dari sektor akomodasi, kuliner, transportasi, hingga pelaku usaha mikro dan ekonomi kreatif.
Rangkaian Jazz Gunung Series 2026 ini akan digelar di dua destinasi wisata alam unggulan Indonesia.
Agenda pertama adalah Jazz Gunung Slamet yang akan berlangsung pada 27 Juni 2026 di kawasan Wanawisata Baturraden, Banyumas, Jawa Tengah. Destinasi yang berada di kaki Gunung Slamet ini dikenal dengan udara sejuk, panorama hutan pinus, serta beragam atraksi wisata alam.
Selanjutnya, BRI Jazz Gunung Bromo akan digelar pada 18 hingga 25 Juli 2026 di Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Kawasan ini merupakan salah satu gerbang utama menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang telah lama menjadi magnet wisatawan domestik maupun mancanegara.
Puncak acara akan berlangsung pada 24-25 Juli 2026 di Amfiteater Jiwa Jawa Resort Bromo, menghadirkan sejumlah musisi jazz dan lintas genre dari Indonesia maupun mancanegara.
Selain pertunjukan musik, Jazz Gunung juga menghadirkan beragam aktivitas pendukung yang memungkinkan wisatawan menikmati destinasi secara lebih mendalam.
Pengunjung dapat menjelajahi pameran seni, pasar UMKM, hingga berbagai aktivitas wisata berbasis budaya dan alam yang melibatkan masyarakat setempat. Konsep ini menjadikan Jazz Gunung bukan sekadar konser musik, melainkan sebuah pengalaman perjalanan yang menghubungkan wisatawan dengan karakter lokal suatu daerah.
Salah satu pendiri Jazz Gunung Indonesia, Sigit Pramono, mengatakan keberhasilan acara ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak yang terlibat dalam ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif.
"Yang terlibat bukan hanya penyelenggara konser musik, tetapi juga pelaku ekonomi kreatif, sektor pariwisata, pengusaha UMKM, komunitas lokal, hingga masyarakat setempat yang berperan aktif menghidupkan ekosistem kegiatan ini," ujarnya.
Selain berkontribusi terhadap pergerakan wisatawan, Jazz Gunung juga dikenal sebagai salah satu event yang mengedepankan prinsip keberlanjutan. Komitmen tersebut tercermin dari raihan penghargaan Green Event of the Year 2025 yang diterima penyelenggara.
Kementerian Pariwisata berharap kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, komunitas, dan masyarakat lokal dapat terus diperkuat agar manfaat yang dihasilkan semakin luas bagi sektor pariwisata maupun perekonomian daerah.
Dengan latar pegunungan yang memukau, udara yang sejuk, serta perpaduan musik dan budaya, BRI Jazz Gunung Series 2026 menawarkan pengalaman wisata yang berbeda. Bukan hanya menikmati pertunjukan musik, tetapi juga kesempatan untuk mengenal lebih dekat pesona alam dan kehidupan masyarakat di sekitar destinasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Tahun ini, Jazz Gunung mengusung tema 'Jazztination', sebuah konsep yang menggabungkan pengalaman menikmati musik jazz dengan keindahan destinasi pegunungan Indonesia.
Asisten Deputi Event Nasional Kementerian Pariwisata, Ni Komang Ayu Astiti, mengatakan Jazz Gunung menjadi salah satu contoh event yang berhasil memadukan hiburan, budaya, dan pariwisata dalam satu pengalaman wisata yang utuh.
"Keberhasilan BRI Jazz Gunung Series dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan event serupa di berbagai daerah lain di Indonesia yang memiliki kekuatan alam dan budaya," ujar Komang dalam konferensi pers di Jakarta.
Menurutnya, penyelenggaraan acara tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik berkualitas, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi masyarakat setempat, mulai dari sektor akomodasi, kuliner, transportasi, hingga pelaku usaha mikro dan ekonomi kreatif.
Menikmati Jazz di tengah lanskap pegunungan
Rangkaian Jazz Gunung Series 2026 ini akan digelar di dua destinasi wisata alam unggulan Indonesia.
Agenda pertama adalah Jazz Gunung Slamet yang akan berlangsung pada 27 Juni 2026 di kawasan Wanawisata Baturraden, Banyumas, Jawa Tengah. Destinasi yang berada di kaki Gunung Slamet ini dikenal dengan udara sejuk, panorama hutan pinus, serta beragam atraksi wisata alam.
Selanjutnya, BRI Jazz Gunung Bromo akan digelar pada 18 hingga 25 Juli 2026 di Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Kawasan ini merupakan salah satu gerbang utama menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang telah lama menjadi magnet wisatawan domestik maupun mancanegara.
Puncak acara akan berlangsung pada 24-25 Juli 2026 di Amfiteater Jiwa Jawa Resort Bromo, menghadirkan sejumlah musisi jazz dan lintas genre dari Indonesia maupun mancanegara.
Lebih dari sekadar konser musik
Selain pertunjukan musik, Jazz Gunung juga menghadirkan beragam aktivitas pendukung yang memungkinkan wisatawan menikmati destinasi secara lebih mendalam.
Pengunjung dapat menjelajahi pameran seni, pasar UMKM, hingga berbagai aktivitas wisata berbasis budaya dan alam yang melibatkan masyarakat setempat. Konsep ini menjadikan Jazz Gunung bukan sekadar konser musik, melainkan sebuah pengalaman perjalanan yang menghubungkan wisatawan dengan karakter lokal suatu daerah.
Salah satu pendiri Jazz Gunung Indonesia, Sigit Pramono, mengatakan keberhasilan acara ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak yang terlibat dalam ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif.
"Yang terlibat bukan hanya penyelenggara konser musik, tetapi juga pelaku ekonomi kreatif, sektor pariwisata, pengusaha UMKM, komunitas lokal, hingga masyarakat setempat yang berperan aktif menghidupkan ekosistem kegiatan ini," ujarnya.
Dorong pariwisata berkelanjutan
Selain berkontribusi terhadap pergerakan wisatawan, Jazz Gunung juga dikenal sebagai salah satu event yang mengedepankan prinsip keberlanjutan. Komitmen tersebut tercermin dari raihan penghargaan Green Event of the Year 2025 yang diterima penyelenggara.
Kementerian Pariwisata berharap kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, komunitas, dan masyarakat lokal dapat terus diperkuat agar manfaat yang dihasilkan semakin luas bagi sektor pariwisata maupun perekonomian daerah.
Dengan latar pegunungan yang memukau, udara yang sejuk, serta perpaduan musik dan budaya, BRI Jazz Gunung Series 2026 menawarkan pengalaman wisata yang berbeda. Bukan hanya menikmati pertunjukan musik, tetapi juga kesempatan untuk mengenal lebih dekat pesona alam dan kehidupan masyarakat di sekitar destinasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)