WISATA

Tanjung Lesung Bakal Punya Spot Skydiving Bertaraf Internasional

A. Firdaus
Selasa 06 Oktober 2026 / 11:59
Ringkasnya gini..
  • Tanjung Lesung akan menghadirkan aktivitas skydiving dan sport aviation dengan dropzone bertaraf internasional mulai Desember 2026.
  • Tanjung Lesung memiliki kombinasi yang menarik untuk dikembangkan sebagai destinasi skydiving.
  • Bro Skydive di Tanjung Lesung diharapkan sudah dapat beroperasi pada minggu kedua Desember 2026.
Pandeglang: Tanjung Lesung, Banten, tak hanya menawarkan pantai dan aktivitas wisata bahari. Dalam waktu dekat, wisatawan juga berpeluang menikmati kawasan ini dari ketinggian lewat aktivitas skydiving atau terjun payung.

Rencana tersebut menyusul kerja sama antara PT Banten West Java (BWJ), selaku pengelola dan pengembang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung, dengan PT Bro Skydive Indonesia untuk mengembangkan kegiatan skydiving, sport aviation, dan aviation tourism di kawasan tersebut.

Kerja sama ditandai dengan penandatanganan perjanjian di President Lounge, Menara Batavia, Jakarta Pusat, Kamis, 1 Oktober 2026. Penandatanganan dilakukan Direktur Utama BWJ Poernomo Siswoprasetijo, Direktur BWJ W. Widiasmanto, Direktur Utama PT Bro Skydive Indonesia Fanny Kusuma Dewi, serta Direktur PT Bro Skydive Indonesia Muhammad Rizki Fardani. Turut menyaksikan Direktur Operasional BWJ sekaligus Kepala Bandara Salakanagara Tanjung Lesung Kunto Wijoyo.
 

Melalui kerja sama ini, BWJ akan menyediakan lahan sekitar 9 hektare untuk mendukung pengembangan aktivitas skydiving, sport aviation, dan aviation tourism. Sementara Bro Skydive Indonesia akan menangani konstruksi, pembangunan infrastruktur, serta penyediaan fasilitas untuk kegiatan tersebut.

Fanny Kusuma Dewi mengatakan pihaknya optimistis kehadiran Bro Skydive di Tanjung Lesung dapat menjadi pengalaman baru bagi wisatawan sekaligus membuka peluang lebih besar bagi perkembangan sport tourism di Indonesia.

"Saya sangat optimis semua berjalan dengan baik. Karena Bro Skydive di Tanjung Lesung nanti merupakan satu-satunya dan pertama kali operator yang resmi di Indonesia dengan dropzone bertaraf internasional, yang kami yakin akan banyak didatangi oleh wisatawan mancanegara dan domestik," ujar Fanny seusai penandatanganan.
 

Terjun dari Langit, Lanjut Main di Laut


Menurut Fanny, Tanjung Lesung memiliki kombinasi yang menarik untuk dikembangkan sebagai destinasi skydiving. Selain panorama alam, kawasan ini telah memiliki Bandara Salakanagara beserta hanggar dan berbagai fasilitas pendukung.

Lokasinya juga berdekatan dengan sejumlah akomodasi sehingga wisatawan tidak harus pergi jauh setelah melakukan aktivitas skydiving.
 
SKydiving Tanjung Lesung
Penandatanganan dilakukan Direktur Utama BWJ Poernomo Siswoprasetijo, Direktur BWJ W. Widiasmanto, Direktur Utama PT Bro Skydive Indonesia Fanny Kusuma Dewi, serta Direktur PT Bro Skydive Indonesia Muhammad Rizki Fardani. Dok. Ist


Menariknya, pengalaman tersebut nantinya dapat dikombinasikan dengan berbagai aktivitas wisata lain. Setelah mendarat, wisatawan bisa melanjutkan perjalanan dengan mencoba jetski, memancing, snorkeling, hingga island hopping.

"Jadi, begitu selesai terjun, bisa coba aktivitas wisata jetski, mancing, snorkeling, atau jelajah pulau (island hopping). Bisa kita buat jual paket," kata Fanny.

Konsep tersebut membuat skydiving tidak hanya menjadi aktivitas olahraga, tetapi juga bagian dari pengalaman wisata yang lebih lengkap di Tanjung Lesung.
 

Akses Jakarta-Tanjung Lesung Makin Mudah


Pengembangan skydiving juga mendapat dukungan dari sisi aksesibilitas. Menurut Fanny, Tol Serang-Panimbang Seksi 3A Cileles-Bojong ditargetkan selesai pada November 2026.

Sementara Tol Serang-Panimbang secara keseluruhan diproyeksikan rampung pada kuartal II 2027. Setelah beroperasi penuh, waktu tempuh dari Jakarta menuju Tanjung Lesung diperkirakan sekitar 2-2,5 jam.

Kemudahan akses ini diharapkan membuat Tanjung Lesung semakin mudah dijangkau wisatawan dari Jakarta dan kawasan Jabodetabek, termasuk para penggemar olahraga dirgantara.

Direktur Utama BWJ Poernomo Siswoprasetijo menyambut baik kerja sama tersebut. Ia berharap pengembangan skydiving dapat segera terealisasi dan memberikan dampak yang lebih luas bagi kawasan maupun masyarakat sekitar.

"Semoga perjanjian (kerja sama) hari ini bisa menjadi langkah ke depan yang baik. Sehingga semua yang telah direncanakan untuk pengembangan skydiving di Tanjung Lesung bisa cepat terwujud," ujar Poernomo.

Menurut dia, kehadiran sport tourism yang didukung akomodasi, berbagai aktivitas wisata, serta Bandara Salakanagara juga dapat mendorong ketertarikan generasi muda terhadap terjun payung dan olahraga dirgantara.
 

Siap Beroperasi Desember 2026


Dari sisi infrastruktur, Kunto Wijoyo mengatakan pihaknya siap mendukung kebutuhan operasional Bro Skydive Indonesia. Bandara Salakanagara telah memiliki airstrip yang dapat mengakomodasi aktivitas olahraga kedirgantaraan.

"Pekerjaan utama ialah membuat landing zone sembilan (9) hektar, kemudian perpanjangan aprone (tempat parkir pesawat), taxiway (landasan yang menghubungkan antara runway dengan fasilitas Bandara) di mana runway (landasan pacu) akan diperpanjang 200 meter agar lebih safety pendaratannya, nanti ada bangunan di dalam hanggar sebagai kantor Bro Skydive," jelas Kunto.

Fanny mengatakan proses konstruksi akan segera dimulai. Jika sesuai target, Bro Skydive di Tanjung Lesung diharapkan sudah dapat beroperasi pada minggu kedua Desember 2026, sebelum periode libur akhir tahun.

"Desember kami harap sudah siap, sudah beroperasi. Sebelum libur akhir tahun kita akan coba (buka)," tutup Fanny.

Selama ini, KEK Tanjung Lesung dikembangkan sebagai kawasan wisata terpadu seluas sekitar 1.500 hektare oleh PT Banten West Java, salah satu anak usaha PT Jababeka Tbk.

Dengan tambahan aktivitas skydiving dan sport aviation, Tanjung Lesung berpeluang menawarkan cara baru menikmati lanskap pesisir Banten: bukan hanya dari tepian pantai, tetapi juga dari udara.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH