WISATA

Tantangan Kemenparekraf dalam Mengembangkan Destinasi Super Prioritas

Kumara Anggita
Jumat 29 Januari 2021 / 07:59
Jakarta: Saat ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) diminta untuk tetap melakukan pembangunan infrastruktur di 5 Destinasi Super Prioritas. Sayangnya, upaya itu tak mudah, karena di setiap daerahnya, menurut Hariyadi Sukamdani, Ketua Umum PHRI, memiliki tantangannya masing-masing.

Lima Destinasi Super Prioritas yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo di antaranya Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang. Hariyadi pun membeberkan tantangan di tiga daerah yang dianggapnya harus menjadi perhatian Kemenparekraf. Berikut di antaranya:
 

1. Danau Toba


Menurut Hariyadi diperlukan koordinasi 7 kabupaten di wilayah Danau Toba yang harus ditingkatkan. Daerah tersebut seperti Simalungun, Samosir, Toba, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Karo, dan Dairi. Tak hanya itu, dukungan sepenuhnya tokoh masyarakat dan masyarakat juga dibutuhkan untuk menjalankan program ini.

Selanjutnya, event, atraksi, serta destinasi pariwisata juga harus ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya, termasuk penyediaan kapal wisata. Penyediaan hotel atau akomodasi dan restoran yang berkualitas dengan standar pelayanan yang baik pun tak boleh pula terlupakan.

"Dan hambatan terakhir yang perlu diperhatikan adalah tentang kebersihan warga. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan higienis,” ujar Hariyadi dalam Media Group News Summit 2021 yang bertemakan: Wonderful Indonesia: Reviving The Tourism Industry pada 28 Januari 2021.
 

2. Borobudur


"Sementara di Borobudur, masalahnya juga beragam. Satu di antaranya adalah tentang kapasitas. Kapasitas Candi Borobudur yang terbatas hanya 128 orang per hari atau 21.120 orang/tahun,” jelas Hariyadi.

Tak lupa juga untuk pengembangan event, atraksi, dan destinasi wisata di sekitar Candi Borobudur bisa dibuat secara terintregasi.

Penambahan penerbangan internasional langsung ke Yogyakarta juga harus menjadi pertimbangan. Sementara promosi yang lebih strategis serta efektif dengan berdasarkan oleh big data juga diperlukan dalam memajukan pariwisata di Borobudur.
 

3. Labuan Bajo


Untuk di Labuan Bajo, Hariyadi memerhatikan bahwa kapasitas Taman Nasional Komodo itu terbatas daya tampungnya. Untuk itu, Hariyadi menyarankan sebaiknya dipertimbangkan untuk pasar terbatas.

Pengembangan wisata bahari serta kemudahan konektivitas dengan destinasi lainnya di wilayah NTT (Wae Rebo, Danau Kelimutu, Sawah Lingko dan lain-lain) juga diperlukan untuk memajukkan pariwisata di sana.
(FIR)

MOST SEARCH