WISATA
Bromo Kian Diminati di 2026, Jambuluwuk Hadirkan Konsep Resort & Poshtel
A. Firdaus
Jumat 09 Januari 2026 / 10:10
Malang: Bromo selalu punya cara untuk memanggil orang kembali. Di tahun 2026, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi favorit di Indonesia. Bukan hanya karena matahari terbitnya yang magis atau bentangan lautan pasir yang ikonik, tetapi juga karena pengalaman menyeluruh yang ditawarkan alamnya.
Tren wisata saat ini bergerak ke arah yang lebih pelan dan bermakna. Wisatawan tak lagi datang sekadar singgah untuk foto lalu pulang.
Mereka ingin tinggal lebih lama, menikmati pagi yang dingin, menyimak cerita lokal, hingga merasakan denyut kehidupan masyarakat Tengger. Bromo pun bertransformasi menjadi destinasi slow travel, tempat untuk berhenti sejenak, bernapas, dan benar-benar hadir.
Seiring meningkatnya minat terhadap wisata sunrise, budaya Suku Tengger, fotografi, hingga pembuatan konten digital, kebutuhan akan akomodasi yang nyaman dan berkarakter pun ikut berubah. Menginap bukan lagi sekadar tempat tidur, melainkan bagian dari pengalaman perjalanan itu sendiri.
Di tengah lanskap pegunungan yang tenang, Jambuluwuk Bromo Resort & Poshtel hadir sebagai pilihan menginap yang menyatu dengan alam, namun tetap mengikuti gaya hidup wisatawan masa kini. Berlokasi strategis di kawasan Bromo, properti ini dirancang untuk menjangkau beragam tipe pelancong, mulai dari solo traveler, pembuat konten, komunitas, hingga keluarga.
Mengusung konsep Resort & Poshtel, Jambuluwuk Bromo menawarkan dua nuansa menginap dalam satu area. Di sisi resort, suasana terasa lebih tenang dan privat, dengan panorama pegunungan yang cocok untuk relaksasi dan rehat dari hiruk-pikuk kota.
Sementara area poshtel tampil lebih modern dan dinamis, dengan desain fungsional serta ruang-ruang komunal yang mendukung interaksi dan kebersamaan, selaras dengan karakter traveler muda dan penjelajah aktif.

Mengusung konsep Resort & Poshtel, Jambuluwuk Bromo menawarkan dua nuansa menginap dalam satu area. Dok. Ist
“Bromo di 2026 bukan hanya tentang destinasi, tetapi tentang pengalaman. Melalui Jambuluwuk Bromo Resort & Poshtel, kami ingin menjadi bagian dari perjalanan wisatawan dalam menikmati Bromo secara lebih mendalam, mulai dari kenyamanan menginap, kedekatan dengan alam, hingga pengalaman lokal yang autentik,” ujar perwakilan manajemen Jambuluwuk Hotels & Resorts.
Tak hanya soal kamar, pengalaman menginap di sini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung. Mulai dari area komunal dengan pemandangan alam terbuka, spot foto berlatar Bromo, layanan wisata lokal, hingga sajian kuliner yang terinspirasi dari cita rasa Nusantara. Kehadiran Jambuluwuk Bromo diharapkan turut menggerakkan ekonomi lokal sekaligus memperkuat ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.
Di tengah meningkatnya minat wisata alam dan kebutuhan akan akomodasi yang nyaman sekaligus relevan dengan gaya hidup modern, Jambuluwuk Bromo Resort & Poshtel siap menjadi salah satu ikon penginapan di kawasan Bromo pada 2026, tempat di mana alam, kenyamanan, dan pengalaman bertemu dalam satu perjalanan yang berkesan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Tren wisata saat ini bergerak ke arah yang lebih pelan dan bermakna. Wisatawan tak lagi datang sekadar singgah untuk foto lalu pulang.
Mereka ingin tinggal lebih lama, menikmati pagi yang dingin, menyimak cerita lokal, hingga merasakan denyut kehidupan masyarakat Tengger. Bromo pun bertransformasi menjadi destinasi slow travel, tempat untuk berhenti sejenak, bernapas, dan benar-benar hadir.
Seiring meningkatnya minat terhadap wisata sunrise, budaya Suku Tengger, fotografi, hingga pembuatan konten digital, kebutuhan akan akomodasi yang nyaman dan berkarakter pun ikut berubah. Menginap bukan lagi sekadar tempat tidur, melainkan bagian dari pengalaman perjalanan itu sendiri.
Di tengah lanskap pegunungan yang tenang, Jambuluwuk Bromo Resort & Poshtel hadir sebagai pilihan menginap yang menyatu dengan alam, namun tetap mengikuti gaya hidup wisatawan masa kini. Berlokasi strategis di kawasan Bromo, properti ini dirancang untuk menjangkau beragam tipe pelancong, mulai dari solo traveler, pembuat konten, komunitas, hingga keluarga.
Mengusung konsep Resort & Poshtel, Jambuluwuk Bromo menawarkan dua nuansa menginap dalam satu area. Di sisi resort, suasana terasa lebih tenang dan privat, dengan panorama pegunungan yang cocok untuk relaksasi dan rehat dari hiruk-pikuk kota.
Sementara area poshtel tampil lebih modern dan dinamis, dengan desain fungsional serta ruang-ruang komunal yang mendukung interaksi dan kebersamaan, selaras dengan karakter traveler muda dan penjelajah aktif.
Mengusung konsep Resort & Poshtel, Jambuluwuk Bromo menawarkan dua nuansa menginap dalam satu area. Dok. Ist
“Bromo di 2026 bukan hanya tentang destinasi, tetapi tentang pengalaman. Melalui Jambuluwuk Bromo Resort & Poshtel, kami ingin menjadi bagian dari perjalanan wisatawan dalam menikmati Bromo secara lebih mendalam, mulai dari kenyamanan menginap, kedekatan dengan alam, hingga pengalaman lokal yang autentik,” ujar perwakilan manajemen Jambuluwuk Hotels & Resorts.
Tak hanya soal kamar, pengalaman menginap di sini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung. Mulai dari area komunal dengan pemandangan alam terbuka, spot foto berlatar Bromo, layanan wisata lokal, hingga sajian kuliner yang terinspirasi dari cita rasa Nusantara. Kehadiran Jambuluwuk Bromo diharapkan turut menggerakkan ekonomi lokal sekaligus memperkuat ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.
Di tengah meningkatnya minat wisata alam dan kebutuhan akan akomodasi yang nyaman sekaligus relevan dengan gaya hidup modern, Jambuluwuk Bromo Resort & Poshtel siap menjadi salah satu ikon penginapan di kawasan Bromo pada 2026, tempat di mana alam, kenyamanan, dan pengalaman bertemu dalam satu perjalanan yang berkesan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)