WISATA
Agoda Ungkap Tren Wisata Asia 2026, Wisatawan Indonesia Paling Antusias Berlibur
Fatha Annisa
Minggu 30 November 2025 / 14:56
Jakarta: Agoda mengungkapkan tren dan wawasan terbaru yang akan membentuk pola perjalanan wisata di Asia tahun depan, lewat laporan Travel Outlook Report 2026.
Laporan tersebut menunjukkan adanya peningkatan minat terhadap wisata domestik dan wisata kuliner. Pelancong juga terlihat semakin ingin memaksimalkan nilai perjalanan mereka, memastikan setiap pengeluaran sepadan.
Laporan Agoda juga menunjukkan bahwa wisatawan Indonesia termasuk yang paling aktif di Asia dan menempati posisi teratas sebagai negara dengan wisatawan yang paling mengutamakan perjalanan bersama keluarga.
“Laporan ini menunjukkan bahwa orang Indonesia tidak hanya antusias untuk bepergian, tetapi juga berencana melakukannya lebih sering, dengan durasi lebih panjang, dan sebagian besar bersama keluarga,” Gede Gunawan, Senior Country Director Agoda untuk Indonesia.
Wisatawan Indonesia menjadi yang paling kuat di Asia pada 2026, dengan lebih dari sepertiga (32%) responden berencana melakukan 11 perjalanan atau lebih dalam setahun. Angka ini jauh di atas rata-rata Asia, di mana sebagian besar wisatawan merencanakan 4–6 perjalanan (35%) atau 1–3 perjalanan (29%).
Dari sisi durasi, wisatawan Indonesia juga memimpin dengan persentase terbesar yang ingin berlibur 13 hari atau lebih. Liburan keluarga mendominasi, dengan 69% responden Indonesia memilih bepergian bersama keluarga untuk menikmati waktu berkualitas tanpa harus mengambil cuti panjang.
Tren tersebut mendorong meningkatnya bleisure, perpaduan perjalanan bisnis dan liburan. Di tingkat Asia, 76% wisatawan bisnis berencana menggabungkan pekerjaan dan hiburan dalam satu perjalanan.
Kuliner juga semakin menjadi pendorong utama bepergian: 31% wisatawan Indonesia memilih destinasi berdasarkan pengalaman kuliner, tepat di bawah alasan relaksasi (33%). Secara regional, perjalanan bertema kuliner kini masuk tiga besar alasan bepergian, naik dari peringkat keenam tahun lalu.
Di tingkat regional, 35% wisatawan Asia berencana lebih sering melakukan perjalanan domestik pada 2026. Angka ini melonjak dari 15% tahun sebelumnya. Hidden gems dan destinasi sekunder semakin menarik perhatian, terutama berkat promo, biaya yang lebih terjangkau, serta meningkatnya minat pada aktivitas alam dan outdoor.
Sebanyak 43% wisatawan Indonesia berencana mengalokasikan 6–10% pendapatan untuk kebutuhan perjalanan. Dalam memilih akomodasi, harga menjadi prioritas bagi 46% responden, mengungguli lokasi (24%) dan ulasan (14%).
Indonesia juga menempati posisi ketiga di Asia sebagai negara dengan wisatawan paling aktif mencari penginapan di bawah US$50 per malam. Posisinya diikuti oleh Malaysia dan Vietnam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(PRI)
Laporan tersebut menunjukkan adanya peningkatan minat terhadap wisata domestik dan wisata kuliner. Pelancong juga terlihat semakin ingin memaksimalkan nilai perjalanan mereka, memastikan setiap pengeluaran sepadan.
Laporan Agoda juga menunjukkan bahwa wisatawan Indonesia termasuk yang paling aktif di Asia dan menempati posisi teratas sebagai negara dengan wisatawan yang paling mengutamakan perjalanan bersama keluarga.
“Laporan ini menunjukkan bahwa orang Indonesia tidak hanya antusias untuk bepergian, tetapi juga berencana melakukannya lebih sering, dengan durasi lebih panjang, dan sebagian besar bersama keluarga,” Gede Gunawan, Senior Country Director Agoda untuk Indonesia.
| Baca juga: Minat Wisata ke Jogja dan Surakarta Melonjak, Didominasi Wisatawan Korsel |
Tren Utama Perjalanan Asia & Indonesia 2026 versi Agoda
1. Orang Indonesia paling antusias berwisata dan paling sayang keluarga
Wisatawan Indonesia menjadi yang paling kuat di Asia pada 2026, dengan lebih dari sepertiga (32%) responden berencana melakukan 11 perjalanan atau lebih dalam setahun. Angka ini jauh di atas rata-rata Asia, di mana sebagian besar wisatawan merencanakan 4–6 perjalanan (35%) atau 1–3 perjalanan (29%).
Dari sisi durasi, wisatawan Indonesia juga memimpin dengan persentase terbesar yang ingin berlibur 13 hari atau lebih. Liburan keluarga mendominasi, dengan 69% responden Indonesia memilih bepergian bersama keluarga untuk menikmati waktu berkualitas tanpa harus mengambil cuti panjang.
2. ‘Bleisure’ dan petualangan kuliner dominasi rencana perjalanan 2026
Perjalanan bisnis menjadi satu dari tiga alasan utama orang Indonesia bepergian di 2026, menjadikan mereka sebagai wisatawan paling sering melakukan perjalanan untuk tujuan kerja di Asia.Tren tersebut mendorong meningkatnya bleisure, perpaduan perjalanan bisnis dan liburan. Di tingkat Asia, 76% wisatawan bisnis berencana menggabungkan pekerjaan dan hiburan dalam satu perjalanan.
Kuliner juga semakin menjadi pendorong utama bepergian: 31% wisatawan Indonesia memilih destinasi berdasarkan pengalaman kuliner, tepat di bawah alasan relaksasi (33%). Secara regional, perjalanan bertema kuliner kini masuk tiga besar alasan bepergian, naik dari peringkat keenam tahun lalu.
| Baca juga: Agoda Gandeng Archipelago International, Hadirkan 193 Akomodasi Unggulan di Indonesia |
3. Destinasi lokal jadi primadona
Minat terhadap destinasi domestik tetap tinggi, dengan 57% masyarakat Indonesia berencana bepergian di dalam negeri pada 2026. Indonesia berada di posisi ketiga di Asia untuk preferensi perjalanan domestik, setelah Jepang (67%) dan Thailand (66%).Di tingkat regional, 35% wisatawan Asia berencana lebih sering melakukan perjalanan domestik pada 2026. Angka ini melonjak dari 15% tahun sebelumnya. Hidden gems dan destinasi sekunder semakin menarik perhatian, terutama berkat promo, biaya yang lebih terjangkau, serta meningkatnya minat pada aktivitas alam dan outdoor.
4. Biaya dan pilihan cerdas jadi faktor penentu
Harga tetap menjadi pertimbangan utama wisatawan Indonesia. Sebanyak 63% responden menyatakan anggaran adalah faktor terpenting dalam merencanakan perjalanan 2026, lebih tinggi dibandingkan minat pribadi (39%) dan pengaruh media sosial (34%).Sebanyak 43% wisatawan Indonesia berencana mengalokasikan 6–10% pendapatan untuk kebutuhan perjalanan. Dalam memilih akomodasi, harga menjadi prioritas bagi 46% responden, mengungguli lokasi (24%) dan ulasan (14%).
Indonesia juga menempati posisi ketiga di Asia sebagai negara dengan wisatawan paling aktif mencari penginapan di bawah US$50 per malam. Posisinya diikuti oleh Malaysia dan Vietnam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(PRI)