WISATA

Pertama Kali! Kirab Pusaka Nusantara Ramaikan Candi Borobudur

A. Firdaus
Sabtu 18 April 2026 / 20:12
Ringkasnya gini..
  • Gelaran Kirab Pusaka Nusantara untuk pertama kalinya diselenggarakan di Candi Borobudur.
  • Fadli Zon menyebut kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat.
  • Kirab berlangsung dengan rute mengelilingi kawasan candi.
Magelang: Kawasan Candi Borobudur kembali menjadi pusat perhatian. Kali ini lewat gelaran Kirab Pusaka Nusantara yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di situs warisan dunia tersebut.

Kirab ini digelar dalam rangka memperingati Hari Warisan Budaya Dunia pada 18 April serta Hari Keris Nasional pada 19 April. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyebut kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari budayawan, seniman, tokoh agama, hingga warga desa di sekitar Borobudur.

“Partisipasi ini menunjukkan bahwa Borobudur merupakan warisan budaya milik bersama, tidak hanya bagi Indonesia tetapi juga dunia,” ujar Fadli DIlansir Antara.
 

Atraksi budaya yang menghidupkan Borobudur


Kirab berlangsung dengan rute mengelilingi kawasan candi, melewati margautama hingga menuju pelataran Kenari di sisi barat. Prosesi ini diwarnai berbagai simbol budaya, mulai dari busana adat hingga sajian tradisional seperti tumpeng.
 

Masyarakat desa turut berperan aktif dengan menyiapkan hidangan khas, termasuk tumpeng lanang dan tumpeng wadon yang menjadi bagian dari ekspresi budaya Nusantara.

Tak hanya itu, prosesi juga diwarnai pelepasan burung dan bebek sebagai simbol harapan dan keseimbangan alam.
 

Momentum baru wisata budaya


Selama ini, kirab pusaka lebih identik dengan lingkungan keraton seperti di Solo dan Yogyakarta. Kehadiran Kirab Pusaka Nusantara di Borobudur menjadi pengalaman baru yang memperkaya atraksi wisata budaya di kawasan tersebut.

Menurut Fadli, kegiatan ini bukan hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran dan kecintaan terhadap budaya, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
 

Dorong pariwisata berbasis budaya


Pemilihan Borobudur sebagai lokasi dinilai strategis karena situs ini merupakan simbol peradaban besar masa lalu sekaligus destinasi wisata unggulan Indonesia.

Dengan hadirnya event budaya seperti kirab pusaka, daya tarik wisata Borobudur tidak hanya bertumpu pada keindahan arsitektur, tetapi juga pada pengalaman budaya yang autentik.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan untuk mendorong pariwisata berbasis budaya sekaligus memperkuat ekonomi lokal di kawasan Magelang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH