KULINER
Makin Dekat dengan Kuliner Jepang lewat Menu A Twist of Japan
Aulia Putriningtias
Kamis 24 September 2026 / 20:54
- Tren Japanese food terus berkembang di Indonesia.
- Alih-alih hanya menghadirkan hidangan Jepang dalam bentuk konvensional.
- Goma Chicken Toast memadukan toasted bread dengan ayam crispy bercita rasa pedas.
Jakarta: Sobat Medcom, siapa yang suka dengan makanan Jepang? Kita pasti setuju bahwa kuliner Jepang terus menemukan tempatnya di tengah selera masyarakat Indonesia.
Mulai dari sajian utama seperti sushi dan ramen yang disajikan di restoran hingga pilihan yang lebih kasual seperti onigiri, takoyaki, dan berbagai agemono (pilihan makanan yang digoreng).
Sebuah studi mengulas perilaku Gen Z dalam memilih Japanese food di Jakarta Selatan pada tahun 2025 lalu. Hasilnya menunjukkan bahwa 45 persen responden mengonsumsi Japanese food sebanyak 1-2 kali per bulan.
Sementara 35 persen mengonsumsinya 3-4 kali dan 20 persen lebih dari empat kali dalam sebulan. Studi yang sama menemukan bahwa cita rasa menjadi faktor utama dalam pemilihan Japanese food.
Kemudian, disusul oleh pertimbangan harga, lokasi, rekomendasi media sosial, dan pengalaman menarik secara visual dan emosional. Popularitas tersebut juga membuka ruang bagi eksplorasi baru.
Alih-alih hanya menghadirkan hidangan Jepang dalam bentuk konvensional, sejumlah pelaku industri kuliner mulai menerjemahkan elemen rasa yang familiar ke dalam format yang lebih dekat dengan keseharian konsumen.
Untuk itu, Janji Jiwa berkolaborasi bersama chef dan restaurateur, Ray Janson. Bertajuk “A Twist of Japan,” kolaborasi ini mengeksplorasi karakter rasa Japanese-inspired melalui sajian toast (roti) yang praktis dan easy-to-go.
"Dengan pengalaman Ray di industri kuliner serta pendekatannya yang eksploratif terhadap makanan, kami melihat adanya keselarasan dengan semangat untuk terus berinovasi," papar CEO JIWA Group, Billy Kurniawan saat peluncuran menu A Twist of Japan di Jakarta, Rabu, 23 September 2026.
Perjalanan profesional dari Ray Janson pun juga mencakup pengalaman di sejumlah dapur ternama di Prancis, Australia, dan Denmark. Tentunya termasuk L’Atelier de Joël Robuchon St. Germain di Paris, Quay di Sydney, serta Noma dan Kadeau di Copenhagen.
Dengan latar belakang tersebut, pendekatan Ray dalam kolaborasi ini bukan sekadar menghadirkan elemen Jepang, melainkan mencari cara agar karakter rasa tersebut tetap dapat diterima dalam konteks makanan sehari-hari.
Eksplorasi dari kolaborator ini kemudian diwujudkan melalui dua kreasi terbaru, yaitu Goma Chicken Toast dan Menchi Beef Katsu Toast.
Goma Chicken Toast memadukan toasted bread dengan ayam crispy bercita rasa pedas, kol segar, mayones creamy, saus wijen gurih, dan bawang putih goreng aromatik. Perpaduan tersebut menghadirkan rasa gurih dan tekstur renyah, dengan karakter wijen (sesame) dan bawang putih goreng (fried garlic) yang memperkaya keseluruhan sajian.
Sementara itu, Menchi Beef Katsu Toast menghadirkan toasted bread dengan crispy beef menchi katsu, kol segar, dan mayones mustard creamy. Ditambah juga saus Japanese-style dengan karakter rasa manis dan gurih.
Kedua menu tersebut menjadi interpretasi A Twist of Japan terhadap bagaimana Japanese-inspired flavors dapat hadir dalam format yang lebih familiar. Bukan sebagai hidangan Jepang konvensional, melainkan sebagai sajian harian yang praktis dinikmati di tengah aktivitas sehari-hari.
"Kami ingin dua kreasi ini menjadi pilihan baru bagi mereka yang ingin menikmati cita rasa yang familiar dengan pengalaman yang sedikit berbeda," imbuh Billy.
Menu kedua ini sudah bisa didapatkan di outlet-outlet terbatas Janji Jiwa. Kamu bisa mulai mencicipinya yang hanya didapatkan terbatas hingga November 2026. Jadi, Sobat Medcom ingin mencobanya?
(FIR)
Mulai dari sajian utama seperti sushi dan ramen yang disajikan di restoran hingga pilihan yang lebih kasual seperti onigiri, takoyaki, dan berbagai agemono (pilihan makanan yang digoreng).
Sebuah studi mengulas perilaku Gen Z dalam memilih Japanese food di Jakarta Selatan pada tahun 2025 lalu. Hasilnya menunjukkan bahwa 45 persen responden mengonsumsi Japanese food sebanyak 1-2 kali per bulan.
Sementara 35 persen mengonsumsinya 3-4 kali dan 20 persen lebih dari empat kali dalam sebulan. Studi yang sama menemukan bahwa cita rasa menjadi faktor utama dalam pemilihan Japanese food.
Kemudian, disusul oleh pertimbangan harga, lokasi, rekomendasi media sosial, dan pengalaman menarik secara visual dan emosional. Popularitas tersebut juga membuka ruang bagi eksplorasi baru.
Alih-alih hanya menghadirkan hidangan Jepang dalam bentuk konvensional, sejumlah pelaku industri kuliner mulai menerjemahkan elemen rasa yang familiar ke dalam format yang lebih dekat dengan keseharian konsumen.
Untuk itu, Janji Jiwa berkolaborasi bersama chef dan restaurateur, Ray Janson. Bertajuk “A Twist of Japan,” kolaborasi ini mengeksplorasi karakter rasa Japanese-inspired melalui sajian toast (roti) yang praktis dan easy-to-go.
"Dengan pengalaman Ray di industri kuliner serta pendekatannya yang eksploratif terhadap makanan, kami melihat adanya keselarasan dengan semangat untuk terus berinovasi," papar CEO JIWA Group, Billy Kurniawan saat peluncuran menu A Twist of Japan di Jakarta, Rabu, 23 September 2026.
Perjalanan profesional dari Ray Janson pun juga mencakup pengalaman di sejumlah dapur ternama di Prancis, Australia, dan Denmark. Tentunya termasuk L’Atelier de Joël Robuchon St. Germain di Paris, Quay di Sydney, serta Noma dan Kadeau di Copenhagen.
Peluncuran menu baru Janji Jiwa. Dok. Aulia/Medcom
Dengan latar belakang tersebut, pendekatan Ray dalam kolaborasi ini bukan sekadar menghadirkan elemen Jepang, melainkan mencari cara agar karakter rasa tersebut tetap dapat diterima dalam konteks makanan sehari-hari.
Eksplorasi dari kolaborator ini kemudian diwujudkan melalui dua kreasi terbaru, yaitu Goma Chicken Toast dan Menchi Beef Katsu Toast.
Goma Chicken Toast memadukan toasted bread dengan ayam crispy bercita rasa pedas, kol segar, mayones creamy, saus wijen gurih, dan bawang putih goreng aromatik. Perpaduan tersebut menghadirkan rasa gurih dan tekstur renyah, dengan karakter wijen (sesame) dan bawang putih goreng (fried garlic) yang memperkaya keseluruhan sajian.
Sementara itu, Menchi Beef Katsu Toast menghadirkan toasted bread dengan crispy beef menchi katsu, kol segar, dan mayones mustard creamy. Ditambah juga saus Japanese-style dengan karakter rasa manis dan gurih.
Kedua menu tersebut menjadi interpretasi A Twist of Japan terhadap bagaimana Japanese-inspired flavors dapat hadir dalam format yang lebih familiar. Bukan sebagai hidangan Jepang konvensional, melainkan sebagai sajian harian yang praktis dinikmati di tengah aktivitas sehari-hari.
"Kami ingin dua kreasi ini menjadi pilihan baru bagi mereka yang ingin menikmati cita rasa yang familiar dengan pengalaman yang sedikit berbeda," imbuh Billy.
Menu kedua ini sudah bisa didapatkan di outlet-outlet terbatas Janji Jiwa. Kamu bisa mulai mencicipinya yang hanya didapatkan terbatas hingga November 2026. Jadi, Sobat Medcom ingin mencobanya?
(FIR)