KULINER
Air Cucian Beras untuk Ikan Kembung, Apa Manfaatnya?
A. Firdaus
Jumat 09 Oktober 2026 / 13:11
- Air cucian beras bisa dimanfaatkan saat mengolah ikan kembung.
- Ikan kembung menjadi salah satu pilihan lauk favorit karena rasanya gurih.
- Penggunaan air cucian beras untuk mengolah ikan juga memiliki dasar penelitian.
Jakarta: Air cucian beras biasanya langsung dibuang setelah beras selesai dicuci. Padahal, cairan yang kerap dianggap limbah dapur ini bisa dimanfaatkan saat mengolah ikan kembung, terutama untuk membantu mengurangi aroma amis.
Ikan kembung menjadi salah satu pilihan lauk favorit karena rasanya gurih, mudah diolah, dan cocok dimasak dengan berbagai bumbu. Mulai dari digoreng, dibakar, hingga dimasak dengan kuah kuning, ikan ini bisa menjadi menu andalan untuk makan bersama keluarga.
Namun, aroma amis terkadang membuat sebagian orang kurang nyaman saat menyiapkannya. Selain menggunakan jeruk nipis, air cucian beras bisa menjadi alternatif sederhana untuk dicoba sebelum ikan dibumbui dan dimasak.
Penggunaan air cucian beras untuk mengolah ikan juga memiliki dasar penelitian. Studi berjudul Effect of Washing, Soaking, and Cooking Methods on Perfluorinated Compounds in Mackerel (Scomber japonicus) yang diterbitkan dalam jurnal Food Science & Nutrition pada 2020 meneliti pengaruh pencucian, perendaman, dan pemasakan terhadap kandungan senyawa perfluorinated compounds (PFC) pada ikan kembung.
Dalam penelitian yang dilakukan Min-Joo Kim dan timnya tersebut, perendaman ikan kembung dalam air cucian beras selama 15 menit dikaitkan dengan penurunan total PFC sebesar 80 persen dibandingkan sampel kontrol. Peneliti juga menjelaskan bahwa air cucian beras secara tradisional digunakan di Korea untuk membantu mengurangi aroma tidak sedap pada ikan.
Meski demikian, temuan tersebut perlu dipahami secara tepat. Penelitian itu mengukur perubahan kandungan PFC, bukan secara khusus menguji seberapa besar penurunan bau amis yang dirasakan konsumen. Hasilnya juga tidak berarti air cucian beras dapat menghilangkan seluruh kontaminan atau membuat ikan yang sudah tidak segar menjadi aman dikonsumsi.
Air cucian beras secara tradisional digunakan untuk merendam ikan sebelum dimasak. Kebiasaan ini dapat dicoba sebagai alternatif persiapan bahan makanan, meski efektivitasnya dalam mengurangi aroma amis dapat berbeda bergantung pada kondisi dan kesegaran ikan.
Air cucian beras mudah diperoleh ketika menyiapkan nasi. Dengan memanfaatkannya untuk keperluan memasak, kamu juga bisa mengurangi air buangan rumah tangga.
Perendaman singkat bisa dilakukan sebelum ikan diberi bumbu. Setelah itu, ikan dapat diolah menjadi berbagai hidangan, seperti ikan kembung goreng, ikan bakar, atau ikan kuah kuning.
Namun, perlu diingat bahwa air cucian beras bukan pengganti pembersihan ikan yang benar, penyimpanan dingin, maupun proses memasak hingga matang.
(FIR)
Ikan kembung menjadi salah satu pilihan lauk favorit karena rasanya gurih, mudah diolah, dan cocok dimasak dengan berbagai bumbu. Mulai dari digoreng, dibakar, hingga dimasak dengan kuah kuning, ikan ini bisa menjadi menu andalan untuk makan bersama keluarga.
Namun, aroma amis terkadang membuat sebagian orang kurang nyaman saat menyiapkannya. Selain menggunakan jeruk nipis, air cucian beras bisa menjadi alternatif sederhana untuk dicoba sebelum ikan dibumbui dan dimasak.
Penggunaan air cucian beras untuk mengolah ikan juga memiliki dasar penelitian. Studi berjudul Effect of Washing, Soaking, and Cooking Methods on Perfluorinated Compounds in Mackerel (Scomber japonicus) yang diterbitkan dalam jurnal Food Science & Nutrition pada 2020 meneliti pengaruh pencucian, perendaman, dan pemasakan terhadap kandungan senyawa perfluorinated compounds (PFC) pada ikan kembung.
Dalam penelitian yang dilakukan Min-Joo Kim dan timnya tersebut, perendaman ikan kembung dalam air cucian beras selama 15 menit dikaitkan dengan penurunan total PFC sebesar 80 persen dibandingkan sampel kontrol. Peneliti juga menjelaskan bahwa air cucian beras secara tradisional digunakan di Korea untuk membantu mengurangi aroma tidak sedap pada ikan.
Air cucian beras menjadi pilihan dalam mengurangi amisnya ikan kembung, selain penggunaan jeruk nipis atau lemon.Ilustrasi Magnific
Meski demikian, temuan tersebut perlu dipahami secara tepat. Penelitian itu mengukur perubahan kandungan PFC, bukan secara khusus menguji seberapa besar penurunan bau amis yang dirasakan konsumen. Hasilnya juga tidak berarti air cucian beras dapat menghilangkan seluruh kontaminan atau membuat ikan yang sudah tidak segar menjadi aman dikonsumsi.
Manfaat Air Cucian Beras untuk Ikan Kembung
1. Alternatif untuk membantu mengurangi aroma amis
Air cucian beras secara tradisional digunakan untuk merendam ikan sebelum dimasak. Kebiasaan ini dapat dicoba sebagai alternatif persiapan bahan makanan, meski efektivitasnya dalam mengurangi aroma amis dapat berbeda bergantung pada kondisi dan kesegaran ikan.
2. Memanfaatkan bahan yang tersedia di dapur
Air cucian beras mudah diperoleh ketika menyiapkan nasi. Dengan memanfaatkannya untuk keperluan memasak, kamu juga bisa mengurangi air buangan rumah tangga.
3. Menjadi bagian dari persiapan sebelum memasak
Perendaman singkat bisa dilakukan sebelum ikan diberi bumbu. Setelah itu, ikan dapat diolah menjadi berbagai hidangan, seperti ikan kembung goreng, ikan bakar, atau ikan kuah kuning.
Namun, perlu diingat bahwa air cucian beras bukan pengganti pembersihan ikan yang benar, penyimpanan dingin, maupun proses memasak hingga matang.
(FIR)