KULINER

Makan Gorengan tak Boleh Berlebihan, Ini Alasannya

A. Firdaus
Kamis 12 Mei 2022 / 16:10
Jakarta: Dokter Spesialis Gizi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) dr. Elfina Rachmi, MGizi, SpGK tak melarang orang-orang menyantap makanan yang digoreng. Namun dia mengingatkan agar mereka meminimalisirnya dalam menu diet sehari-hari.

"Kenapa mengonsumsi gorengan atau lemak yang tinggi tidak boleh berlebihan karena energinya atau kalorinya dua kali lipat lebih tinggi dari karbohidrat dan protein," ujar dr. Elfina dalam Virtual Media Gathering bertajuk: Kategori Makanan dan Minuman Laris Manis, Tokopedia dan Ahli Gizi Bagi Tips Kembalikan Pola Makan Sehat Usai Lebaran.

Terlalu banyak kalori dikaitkan dengan kenaikan berat badan dan masalah kesehatan lain seperti jantung. Mengutip Livestrong, tubuh membutuhkan kalori yang cukup untuk berfungsi, tetapi ketika asupannya melebihi kebutuhan maka tubuh menyimpan kelebihan kalori dalam bentuk lemak.?

Ekstra kalori terutama disimpan dalam bentuk trigliserida, yang bila meningkat dapat membahayakan kesehatan jantung. Trigliserida yang menumpuk di arteri bisa meningkatkan risiko arteri menjadi keras, kaku dan sempit atau aterosklerosis. Pengerasan dinding arteri meningkatkan risiko terkena serangan jantung atau stroke.

Terkait pilihan lemak, dr. Elfina menyarankan orang-orang memilih sumber lemak baik. Seperti minyak zaitun ataupun kacang-kacangan dan sumber buah lemak baik layaknya buah alpukat.

Dari sisi pengolahan makanan, maka sebaiknya kamu batasi menggoreng makanan menjadi dua kali dalam seminggu. Sebagai gantinya, kamu bisa membuat variasi pengolahan makanan seperti merebus dan lainnya.
(FIR)

MOST SEARCH