KULINER

Kualitas Mangkuk Ayam Jago Dianggap Bagus, Ini Rahasianya

Sri Yanti Nainggolan
Senin 12 September 2022 / 15:09
Jakarta: Google Doodle hari ini, 12 September 2022, adalah mangkuk ayam jago. Mangkuk ini memiliki kualitas yang bagus. 

Mangkuk ayam jago diproduksi di Provinsi Lampang, Thailand, sejak 1957. Namun, pada dasarnya, mangkuk ini berasal dari Cina.

Mangkuk ayam jago, "cham gai" dalam bahasa Thailand atau "ge wan" dalam bahasa Cina, adalah keramik ikonik di dapur dan di meja makan Thailand. 

Dilansir dari Bangkok Post, mangkuk ayam jago dapat dengan mudah diperhatikan karena memiliki bentuk yang agak segi delapan. Ciri utama alat makan ini adalah ayam jantan yang dicat di satu sisi mangkuk, bunga peony di sebelah kiri, dan pohon pisang di sebelah kanan.

Google Doodle 12 September 2022 adalah mangkuk ayam jago. Foto: Google

"Ayam jantan yang digambarkan di mangkuk melambangkan kerja keras dan semangat pejuang. Bunga peony melambangkan kemakmuran. Pohon pisang adalah harapan agar tugas dapat diselesaikan dengan mudah," kata salah satu pekerja di pabrik mangkuk ayam jago di Lampang, Saichon Yodkaew.
 

Pembuatan mangkuk ayam jago 

Mangkuk ayam jago dibentuk dari tanah liat menggunakan bantuan cetakan. Meski sudah menggunakan alat, sebagian besar proses pembentukan masih diselesaikan secara manual dengan tangan. 

"Dulu mangkuk dibuat dengan tangan dan satu pekerja membuat 30 mangkuk sehari. Saat ini, dengan cetakan modern, setiap pekerja dapat memproduksi 300 mangkuk ayam jago sehari," ucap salah satu pekerja di pabrik mangkuk ayam jago di Lampang, Saichon Yodkaew.

Mangkuk ayam jago tebal, tahan lama, dan dapat dipegang dengan satu tangan, mudah digunakan untuk makanan cepat saji saat bepergian. Inilah sebabnya mengapa mangkuk itu banyak digunakan di kalangan kelas pekerja dan keluarga di pedesaan bertahun-tahun yang lalu.
 
Baca: Makna Mangkuk Ayam Jago di Google Doodle Hari Ini

Saat ini, bisnis pabrik telah berkembang jauh melampaui mangkuk ayam jago tradisional. Sebagian besar pendapatannya berasal dari ekspor produk seni dan desain keramik ke pasar luar negeri. Namun, asal-usulnya tetap dari Lampang.

"Kami hanya ingin menjaga mangkuk ayam jago tetap hidup," aku Saichon.

(SYN)

MOST SEARCH